Naik Pangkat


Bthfp-zCEAELAkE.jpg largeBanyak peristiwa terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini yang sebenarnya apabila dituangkan dalam bentuk tulisan akan banyak yang bisa diceritakan. Namun karena kesibukan pekerjaan dan mengurus anak sehingga hal tersebut menjadi terabaikan. Tetapi rasanya tidak adil juga jika menjadikan kesibukan sebagai penyebab kemandegan dalam menulis. Mungkin benar, kesibukan menjadi salah satu alasannya, tetapi ada juga faktor lain yang harus aku akui bahwa inilah biang keladinya, yaitu perasaan malas yang akut.

Namun, agar tidak hilang begitu saja peristiwa-peristiwa yang pernah berlaku tersebut, maka aku rangkum beberapanya yang menurutku memang patut untuk diceritakan karena sifatnya yang bisa jadi bagus, indah, memiliki unsur kenang-kenangan dan juga berisi informasi penting suatu saat nanti. Cerita-cerita itu hanya berkisar seputar aku dan Dilla saja yang temanya lebih menekankan tentang pekerjaan keseharianku dan juga tumbuh kembang puteri kecilku itu.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 4)


Wisata kuliner di Jalan Alor

Wisata kuliner di Jalan Alor

Semasa berada di Malaysia, banyak hal-hal baru yang menjadi perhatianku. Berhubung ini mungkin adalah perjalanan pertamaku ke luar negeri, maka hal-hal tersebut menjadi menarik untuk diamati, mulai dari budayanya, bahasanya, gaya hidup, kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya, peraturan-peraturan yang berlaku, sarana dan prasarana yang tersedia, hingga kuliner yang ditawarkan. Rasanya senang saja mendapatkan pengalaman yang mungkin sedikit agak berbeda dengan apa yang selama ini dijalani di negeri sendiri. Meski sebenarnya Malaysia dan Indonesia adalah negara serumpun yang menjunjung tinggi adat istiadat melayu, tetap saja perbedaan itu ada. Dari perbedaan itu, aku setidaknya bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing negara.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 3)


20140215_101121

Pada hari kedua saat mentari pagi menampakkan sinarnya, kami telah bersiap diri untuk sebuah petualangan yang menyeronokkan. Ya, rencananya pada hari itu kami akan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi pelancongan di Malaysia. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Namun, sebelum pergi, kami terlebih dulu mengganjal perut dengan sarapan pagi ala kadarnya. Aku dan adik-adik memilih untuk bersarapan di sebuah kedai yang terletak bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap (yang dikelola oleh orang yang wajahnya sepertinya berasal dari wilayah India Selatan atau Pakistan). Namanya Restoran Al-Wira dan menu di kedai tersebut didominasi oleh roti-rotian, dan aku sendiri mencoba roti dadar telur yang cocolannya berupa kuah kari. Sementara minumannya adalah teh tarik. Untuk roti dan minum tersebut aku harus merogoh kocek 3,2 RM.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 2)


Suasana Cap Go Meh di Jalan Alor

Suasana Perayaan Cap Go Meh di Jalan Alor

Hari pertama, saat waktu mulai beranjak sore dan segala urusan hotel telah beres, dengan serta merta rombongan kami bersiap untuk menjelajah kawasan sekitar. Utamanya yang ingin dicari adalah makanan, mengingat sedari siang, perut ini belum juga terisi dengan nasi. Maka dengan keadaan keroncongan, berjalanlah kami menyusuri kawasan Bukit Bintang. Saat melewati Jalan Alor, ada 2 hal yang menjadi perhatian :

  • Saat itu bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh sehingga suasana di Jalan tersebut amat ramai dengan kerumunan wisatawan yang ingin menonton seni pertunjukan atraksi barongsai. Tambah meriah lagi dengan bunyi petasan yang diledakkan bersahut-sahutan sehingga memekakkan gendang telinga. Dan yang paling memanjakan mata adalah dekorasi lampion-lampion merah yang dipasang berjejer sepanjang jalan.
  • Bertemu dengan makcik yang berjualan di pinggir jalan dan menjajakan penganan ringan semacam nuggget. Untuk mengganjal perut, membelilah kami beberapa nugget yang ditusuk menyerupai sate. Lumayan enak, tapi itu belum mampu menghalau rasa lapar yang ada.

Continue reading

Dilla Berumur 1 Tahun


PhotoGrid_1397128921859

Waktu terus saja berlalu dan tanpa disadari tepat setahun yang lalu pada tanggal yang sama (dengan tanggal hari ini) menjadi hari yang bersejarah bagi aku, isteri dan terlebih-lebih bagi bayi mungil kami yang bernama Nur Afifa Adilla. Pada tanggal tersebut, Dilla untuk pertama kali merasakan menghirup udara dunia. Juga untuk pertama kali mulai merasakan adanya perubahan suhu, dimana mungkin semasa di dalam rahim selalu mendapatkan kehangatan, tetapi sesaat setelah lahir tersebut, maka mau tidak mau Dilla harus menyesuaikan dirinya dengan suhu bumi yang ekstrem. Dan itu menjadi salah 1 hal yang aku khawatirkan mengingat Dilla lahir secara prematur yang dalam aspek kesehatan sebenarnya belum siap untuk menghadapi keadaan tersebut.

Continue reading