Kembali lagi di tahun 2012 ini aku merangkum perjalanan hidup yang telah aku lalui sepanjang tahun 2011 kemarin. Silih berganti peristiwa mewarnai kehidupanku pada tahun tersebut. Kadang kebahagian kadang pula kesedihan. Tentu semuanya itu mempengaruhi keadaan jiwaku. Kebahagian telah menjadikan aku bersemangat untuk mengarungi tantangan kedepannya. Namun terkadang kebahagiaan itu terenggut dan dihempaskan oleh badai kesedihan yang meruntuhkan tekad dan keyakinan. Kini semua itu tinggal kenangan. Namun kenangan tersebut akan terus bersemadi didalam pikiranku. Semoga sesuatu yang menyangkut kebahagiaan dapat aku teruskan ditahun 2012 ini. Sedangkan sesuatu yang menyangkut kesedihan bisa aku ambil hikmahnya dengan bersabar dan tidak lekas menyerah.
Daftar Kesedihan dan Kebahagiaan Tahun 2011
Sesuatu Yang Menggelisahkan
Kupikir dengan bertambahnya umur, maka akan bertambah dewasa pulalah diriku dalam menyikapi setiap permasalahan hidup. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Permasalahan hidup yang semakin hari semakin berat tidak mampu aku sikapi secara bijaksana. Padahal usiaku yang telah tua ini seharusnya mampu menangani hal tersebut karena logikanya telah banyak makan asam garam pengalaman kehidupan. Tapi ya begitulah. Lebih banyak gagalnya menyelesaikan permasalah hidup ketimbang berhasilnya. Aku juga heran mengapa bisa seperti ini. Aku cenderung ingin lari dari permasalahan hidup yang membelitku. Akupun seakan tiada kuasa untuk meluruskan helai demi helai benang persoalan hidup yang kusut ini. Akibatnya aku seperti menjadi pribadi yang terpuruk dan terus diliputi perasaan gelisah.
Jembatan Kutai Kartanegara
Masih ingat dengan peristiwa nahas runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada hari Sabtu, 26 November 2011 sekitar pukul 16.30 wita yang menelan korban puluhan orang? Tentu berita tersebut mengagetkan semua pihak karena dari fakta yang diketahui bahwa jembatan yang panjangnya 710 meter itu adalah jembatan yang relatif umurnya masih muda, yaitu sekitar 10 tahun dibangun sejak 1995-1996 dan baru selesai pada 2001.
Nah, kebetulan Rabu, 21 Desember 2011 lalu saat melewati Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, aku berkesempatan melihat puing-puing yang tersisa dari jembatan yang runtuh tersebut. Terutama yang terlihat jelas adalah tiang penyangga jembatan. Sampai saat ini tiang penyangga tersebut belum diruntuhkan sehingga siapapun yang melintas di kawasan Tenggarong Kota akan dengan mudah menyaksikannya. Menyaksikannya serasa tidak percaya saja bahwa jembatan yang selama ini sering pula aku lalui berakhir dengan keadaan tragis. Semoga dengan peristiwa ini pemerintah belajar untuk membangun fasilitas umum dengan lebih baik dan terencana serta tidak berorientasi pada nilai komersil.



