Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 3)


20140215_101121

Pada hari kedua saat mentari pagi menampakkan sinarnya, kami telah bersiap diri untuk sebuah petualangan yang menyeronokkan. Ya, rencananya pada hari itu kami akan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi pelancongan di Malaysia. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Namun, sebelum pergi, kami terlebih dulu mengganjal perut dengan sarapan pagi ala kadarnya. Aku dan adik-adik memilih untuk bersarapan di sebuah kedai yang terletak bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap (yang dikelola oleh orang yang wajahnya sepertinya berasal dari wilayah India Selatan atau Pakistan). Namanya Restoran Al-Wira dan menu di kedai tersebut didominasi oleh roti-rotian, dan aku sendiri mencoba roti dadar telur yang cocolannya berupa kuah kari. Sementara minumannya adalah teh tarik. Untuk roti dan minum tersebut aku harus merogoh kocek 3,2 RM.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 2)


Suasana Cap Go Meh di Jalan Alor

Suasana Perayaan Cap Go Meh di Jalan Alor

Hari pertama, saat waktu mulai beranjak sore dan segala urusan hotel telah beres, dengan serta merta rombongan kami bersiap untuk menjelajah kawasan sekitar. Utamanya yang ingin dicari adalah makanan, mengingat sedari siang, perut ini belum juga terisi dengan nasi. Maka dengan keadaan keroncongan, berjalanlah kami menyusuri kawasan Bukit Bintang. Saat melewati Jalan Alor, ada 2 hal yang menjadi perhatian :

  • Saat itu bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh sehingga suasana di Jalan tersebut amat ramai dengan kerumunan wisatawan yang ingin menonton seni pertunjukan atraksi barongsai. Tambah meriah lagi dengan bunyi petasan yang diledakkan bersahut-sahutan sehingga memekakkan gendang telinga. Dan yang paling memanjakan mata adalah dekorasi lampion-lampion merah yang dipasang berjejer sepanjang jalan.
  • Bertemu dengan makcik yang berjualan di pinggir jalan dan menjajakan penganan ringan semacam nuggget. Untuk mengganjal perut, membelilah kami beberapa nugget yang ditusuk menyerupai sate. Lumayan enak, tapi itu belum mampu menghalau rasa lapar yang ada.

Continue reading

Dilla Berumur 1 Tahun


PhotoGrid_1397128921859

Waktu terus saja berlalu dan tanpa disadari tepat setahun yang lalu pada tanggal yang sama (dengan tanggal hari ini) menjadi hari yang bersejarah bagi aku, isteri dan terlebih-lebih bagi bayi mungil kami yang bernama Nur Afifa Adilla. Pada tanggal tersebut, Dilla untuk pertama kali merasakan menghirup udara dunia. Juga untuk pertama kali mulai merasakan adanya perubahan suhu, dimana mungkin semasa di dalam rahim selalu mendapatkan kehangatan, tetapi sesaat setelah lahir tersebut, maka mau tidak mau Dilla harus menyesuaikan dirinya dengan suhu bumi yang ekstrem. Dan itu menjadi salah 1 hal yang aku khawatirkan mengingat Dilla lahir secara prematur yang dalam aspek kesehatan sebenarnya belum siap untuk menghadapi keadaan tersebut.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 1)


IMG_2303

Menjadi sesuatu yang luar biasa di tahun 2014 ini karena berhasil mewujudkan keinginan diri melawat ke luar negara untuk tujuan melancong. Dan lawatan perdana tersebut jatuh ke negara jiran, Malaysia. Pemilihan Malaysia sebagai destinasi pelancongan bukan semata-mata didasari kerena letaknya yang dekat dengan Indonesia, tetapi lebih disebabkan faktor kemudahan dalam berbahasa. Bahasa melayu yang merupakan salah 1 dari 3 bahasa resmi yang dituturkan masyarakat disana setidaknya akan lebih dapat kami pahami berbanding jika harus berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, (terlebih-lebih bahasa tamil yang untuk mengucapkan sepatah katapun tidak kami tahu sama sekali). Faktor lain yang semakin menguatkan kami untuk menyambangi negara yang mengklaim dirinya sebagai The Truly Asia ini adalah adanya penerbangan langsung dari Balikpapan ke Kuala Lumpur (PP) yang ditaja oleh maskapai berbiaya murah, yaitu Air Asia.

Continue reading

Abah Berpulang Ke Rahmatullah


004

Kenangan bersama abah saat akad nikahku 2 tahun silam

Tanggal 29 Maret 2014, menjadi pukulan berat bagiku dan keluarga besarku. Pada hari tersebut Abah (Darwin Bin H. Abd. Razak) telah berpulang ke Rahmatullah. Allah SWT telah menetapkan takdir-Nya untuk mengakhiri perjalanan hidup abah sebagai seorang hamba di muka bumi ini pada Sabtu siang atau bertepatan dengan 27 Jumadil Awal 1435 Hijriah. Tidak kuasa rasanya hati ini menerima kenyataan itu. Kenyataan yang jelas-jelas menyedihkan bagi kami semua, orang-orang terdekatnya.

Bagi aku pribadi, menerima kenyataan bahwa Abah telah tiada adalah sesuatu yang sulit. Bagaimana tidak? 34 tahun sudah aku menjalani kehidupan (yang penuh dengan suka maupun duka) bersama abah, dan tiba-tiba kebersamaan itu harus berakhir dengan cara seperti ini. Rasanya tidak mudah saja, dan saat mengingat kebersaamaan itu, perih rasanya hati ini sehingga tanpa disadari bulir-bulir air mata jatuh menetes membasasi pipi.

Continue reading