Museum Lambung Mangkurat


Tampak depan dari Museum Lambung Mangkurat

Tampak depan dari Museum Lambung Mangkurat

Mengunjungi museum bukanlah hal yang baru bagiku, tetapi frekuensi kesana tidak sekerap jika dibandingkan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Namun, jika berhasil mengunjungi sebuah museum, maka akan ada kesenangan tersendiri yang memuaskan hati ini. Terutama yang berkaitan dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sejarah-sejarah masa lalu.

Aku merasa beruntung karena diberi kesempatan kembali untuk bisa menengok keberadaan sebuah museum di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarbaru. Museum itu adalah Museum Lambung Mangkurat. Keberadaanya mudah untuk ditemukan karena terletak persis di pinggir jalan raya Ahmad Yani Km. 36. Transportasi umum berupa angkot juga melewati jalur ini sehingga tidak ada alasan untuk tidak kesana.

Continue reading

Taman Van Der Pijl & Cahaya Bumi Selamat


2014-03-13 13.41.34

Entah berapa kali mengunjungi Kota Banjarbaru yang terletak di kawasan landasan ulin ini. Itupun dilakukan karena tugas kedinasan yang mengharuskan kami menyelesaikannya di kantor regional (untuk wilayah Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur). Sudah pasti, karena lebih fokus dengan masalah pekerjaan, rasanya untuk mengenal kota ini lebih dalam menjadi terabaikan.

Seperti saat kunjungan singkat beberapa bulan lalu ke kota ini, perasaanku biasa-biasa saja. Tidak ada sesuatu yang membuatku tampak bersemangat. Paling-paling hanya berjalan-jalan pagi dan sore melihat keramaian pasar. Selebihnya hanya dihabiskan di kamar hotel menonton acara TV lokal.

Continue reading

Naik Pangkat


Bthfp-zCEAELAkE.jpg largeBanyak peristiwa terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini yang sebenarnya apabila dituangkan dalam bentuk tulisan akan banyak yang bisa diceritakan. Namun karena kesibukan pekerjaan dan mengurus anak sehingga hal tersebut menjadi terabaikan. Tetapi rasanya tidak adil juga jika menjadikan kesibukan sebagai penyebab kemandegan dalam menulis. Mungkin benar, kesibukan menjadi salah satu alasannya, tetapi ada juga faktor lain yang harus aku akui bahwa inilah biang keladinya, yaitu perasaan malas yang akut.

Namun, agar tidak hilang begitu saja peristiwa-peristiwa yang pernah berlaku tersebut, maka aku rangkum beberapanya yang menurutku memang patut untuk diceritakan karena sifatnya yang bisa jadi bagus, indah, memiliki unsur kenang-kenangan dan juga berisi informasi penting suatu saat nanti. Cerita-cerita itu hanya berkisar seputar aku dan Dilla saja yang temanya lebih menekankan tentang pekerjaan keseharianku dan juga tumbuh kembang puteri kecilku itu.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 4)


Wisata kuliner di Jalan Alor

Wisata kuliner di Jalan Alor

Semasa berada di Malaysia, banyak hal-hal baru yang menjadi perhatianku. Berhubung ini mungkin adalah perjalanan pertamaku ke luar negeri, maka hal-hal tersebut menjadi menarik untuk diamati, mulai dari budayanya, bahasanya, gaya hidup, kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya, peraturan-peraturan yang berlaku, sarana dan prasarana yang tersedia, hingga kuliner yang ditawarkan. Rasanya senang saja mendapatkan pengalaman yang mungkin sedikit agak berbeda dengan apa yang selama ini dijalani di negeri sendiri. Meski sebenarnya Malaysia dan Indonesia adalah negara serumpun yang menjunjung tinggi adat istiadat melayu, tetap saja perbedaan itu ada. Dari perbedaan itu, aku setidaknya bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing negara.

Continue reading

Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 3)


20140215_101121

Pada hari kedua saat mentari pagi menampakkan sinarnya, kami telah bersiap diri untuk sebuah petualangan yang menyeronokkan. Ya, rencananya pada hari itu kami akan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi pelancongan di Malaysia. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Namun, sebelum pergi, kami terlebih dulu mengganjal perut dengan sarapan pagi ala kadarnya. Aku dan adik-adik memilih untuk bersarapan di sebuah kedai yang terletak bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap (yang dikelola oleh orang yang wajahnya sepertinya berasal dari wilayah India Selatan atau Pakistan). Namanya Restoran Al-Wira dan menu di kedai tersebut didominasi oleh roti-rotian, dan aku sendiri mencoba roti dadar telur yang cocolannya berupa kuah kari. Sementara minumannya adalah teh tarik. Untuk roti dan minum tersebut aku harus merogoh kocek 3,2 RM.

Continue reading