Puasa dan Idul Fitri Tahun Ini


Tidak terasa puasa selama 1 bulan kemarin akhirnya terselesaikan juga. Dan hari ini tentu menjadi hari yang menceriakan bagi semua umat muslim, terlebih-terlebih bagi mereka yang mampu menunaikan ibadah puasa secara penuh dengan niat tulus ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Ya, hari ini adalah perayaan Idul Fitri 1432 Hijriah. Tentu pada perayaan kali ini, aku pribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga puasa dan amal-amal ibadah yang kita lakukan selama bulan ramadhan lalu diterima oleh Allah SWT.

Puasa pada tahun ini sepertinya masih sama dengan puasa-puasa tahun sebelumnya. Dalam artian bahwa aku masih belum mampu melakukan peningkatan kualitas ibadah yang mumpuni. Memang puasa kali ini berhasil aku jalankan sebulan penuh. Tetapi ada semacam keraguan bahwa hasilnya sangatlah tidak maksimal. Terutama dari segi pengendalian emosi. Terkadang jika ada suatu persoalan rumit yang menimpa, maka aku cenderung tidak sabar menghadapinya. Belum lagi kemarahan yang kadang gagal aku redam takkala ada seseorang yang mengusikku.

Jika merenungkan semua itu aku menjadi prihatin sendiri. Puasa yang aku kerjakan ternyata belum sepenuhnya mampu mengubah diriku menjadi pribadi yang baik. Sepertinya hanya perasaan haus dan lapar yang aku rasakan. Sementara peningkatan iman masih sangat tipis. Dan entah kenapa muncul ketakutan kalau ini hanya menjadi sia-sia belaka dikarenakan ketidakberdayaanku melawan hawa nafsu.

Sebenarnya jika ditelaah lebih mendalam ada penyebab utamanya, yaitu kecintaan terhadap dunia dengan segala isinya yang meliputi keluarga, harta benda, jabatan, kekuasaan dan lain sebagainya. Orang awam pun mengetahuinya. Tetapi kebanyakan dari kita malah bersikap masa bodoh dan menganggapnya biasa-biasa saja. Padahal jika terus dibiarkan, maka penyakit cinta dunia itu cepat atau lambat akan membinasakan diri kita menuju kehancuran. Tapi memang daya tarik dunia telah menyilaukan mata hati kita sehingga kita kadang tidak mampu lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Jika tidak menyadari penyakit cinta dunia ini sedari awal, takutnya dikhawatirkan akan berterusan dan terbawa hingga mati. Dan berbicara tentang kematian, entah kenapa di bulan ramadhan ini sering sekali aku mendengar hal tersebut. Mulai dari meninggalnya keluarga, teman, tetangga, maupun orang-orang jauh. Memang kematian adalah sebuah keniscayaan. Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya kematian. Tapi dengan mendengar frekuensi kematian yang sering itu di bulan ramadhan ini tidak bisa dipungkiri juga kalau hati ini menjadi ciut. Bukan kenapa-kenapa. Rasanya belum siap saja jika harus menghadapi kematian tetapi amal ibadah yang dikerjakan selama ini masih sangat minim. Bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan semua itu kepada Allah SWT?

Untuk itulah dalam setiap doa yang aku panjatkan selalu saja aku memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemampuan untuk dapat memperbaiki diri menjadi manusia yang baik. Taat kepada perintah-Nya dan menjauhi apa yang Ia larang. Selalu aku bermohon agar diberikan kesehatan supaya dengan kesehatan tersebut aku menjadi kuat beribadah dan bukan malah kuat bermaksiat. Dimurahkan rejeki agar dengan rejeki yang halal itu membuatku rajin untuk bersedekah dan pandai mensyukuri nikmat karunia dan bukannya malah kikir dan bakhil. Diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani hidup agar dengan kemudahan itu aku bisa berbagi dan bermanfaat bagi sesama dan bukannya malah menjadi sombong dan takabur. Serta permohonan-permohanan lainnya yang insyaallah berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.

Update Tanggal 2 September 2011 :

Ternyata lebaran tahun ini tidak serempak dan membuat masyarakat agak bingung. Ormas Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Sementara pemerintah yang notebene didominasi oleh ormas Nadhatul Ulama menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah pada tanggal 31 Agustus 2011. Kalau dipikir-pikir, rasanya tahun ini saja yang begitu alot dalam penentuan 1 syawal. Apalagi kebanyakan masyarakat awam beranggapan bahwa 1 syawal 1432 hijriah tersebut jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011 sebagaimana yang tertera pada kalender. Akibatnya banyak hal yang telah direncanakan menjadi sedikit berantakan. Misalnya saja langgar yang ada disekitar rumahku tidak melakukan tarawih yang terakhir karena terlalu lama menunggu keputusan pemerintah tentang 1 syawal tersebut sementara jamaah sudah pada pulang. Sementara kalangan ibu-ibu menjadi kalang kabut karena telah terlanjur membuat makanan sehari sebelumnya dan tentu berpotensi basi apabila disajikan pada tanggal 31 Agustus 2011. Dan itu pula yang dialami oleh keluargaku sehingga mau tidak mau kembali membeli daging untuk dimasak ulang. Sampai-sampai dijejaring sosial muncul kalimat lucu sebagai berikut : karena setitik hilal, rusak opor sebelanga

Oh ya, pelaksanaan sholat idul fitri di Kota Samarinda pada tanggal 31 Agustus 2011 itu diguyur hujan deras. Awalnya hanya rintik-rintik saja pada subuh hari, namun tiba-tiba menjelang pelaksanaan sholat, langit mencurahkan airnya dengan begitu deras ke bumi. Sungguh suatu keberkahan karena selama bulan ramadhan kemarin, Kota Samarinda benar-benar mengalami panas yang luar biasa dan tentu menjadi tantangan yang berat menjalani ibadah puasa disiang hari dengan cuaca yang ekstrem tersebut.

Melaksanakan sholat idul fitri di Masjid Maninjau Assalam

Menu makanan di hari lebaran

sumber gambar dari sini

About these ads

28 thoughts on “Puasa dan Idul Fitri Tahun Ini

  1. Segenap Keluarga Besar Ejawantah’s Blog Management mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 4132 H. Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

    Sukses selalu dan salam untuk keluarga.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Sama, Sobat. Saya juga merasa bahwa ibadah puasa selama bulan Ramadhan kemarin masih kurang maksimal, terutama terkait emosi dan nafsu untuk membicarakan orang lain. Tapi semoga kita bisa belajar dari hal ini, dan semoga kita bisa menjalankan ibadah selama setahun ke depan ini dgn baik. Tidak lupa, semoga tahun depan kita akan berjumpa lagi dengan bulan yg penuh kemuliaan, bulan Ramadhan. Amin….

  3. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin untuk mas irfan jayadi beserta keluarga :mrgreen:

    rangga aditya dan keluarga

  4. Minal aidin wal faizin, link blog saudaraku telah dipasang di blog kami, bila berkenan link blog kami jg bisa dipasang disini, terima kasih, syukron katsiron sebelumnya….

  5. Kami yang di Yogyakarta mayoritas berlebaran pada hari selasa. Meski demikian, diantara keluarga besar kami pun ada yang masih berpuasa pada hari selasa itu. Sementara di tempat mertua saya lebarannya hari Rabu. Apapun keputusannya Idul Fitri sama2 dirayakan pada 1 Syawal.

    Mohon maaf lahir dan batin

  6. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Selamat Idul Fitri..Mohon maaf lahir dan bathin
    Lama ga kesini semakin keren tampilannya

    Mas, ikutan kopdar yuk..hari jum’at di Food Point Plaza Mulia jam stengah 4 sore
    Kaka Akin udah oke..sekalian berlebaran
    Ditunggu khabar baiknya yaa

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi

    Kembali berkunjung nih…

    Fitrah sejati adalah memBESARkan Allah.
    Dan meNEBARkan Syariat-Nya di alam jiwa..
    Di dunia nyata, dalam segala gerak minda
    Di sepanjang nafas Dan langkah menuju REDHA-NYA.
    Semoga seperti itulah diri Kita di Hari Fitrah ini.

    Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin.
    Salam Syawal yang indah dari Sarikei, Sarawak. :D

  8. Iya…saya juga ketawa pas baca status teman tentang lebaran yang mundur itu, Fan…karena hilal setitik rusak opor sebelanga… :D

    Ifan, sekali lagi saya juga ngucapin selamat lebaran buat Ifan dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin bila selama ini ada salah-salah komen atau ketidaknyamana dalam bersilaturahmi. Mudah-mudahan ke depan, kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik.
    Amin.

  9. wah..saya gak merayakan lebaran di Samarinda mas, tapi di Bekasi..di rumah orang tua…
    alhamdulillah di masjid tempat saya tarawih terakhir sempat dilaksanakan tetapi jam 9 malam WIB (kalo di Samarinda udah jam 10 yah mas..)
    tapi walaupun tanggal penetapan lebaran beda, tak mengganti substansi dari Idul Fitri itu sendiri,,dan momen sillaturrahmi masih bisa dilaksanakan…
    mohon maaf lahir dan batin juga yah mas…

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s