Ceritaku Tentang Durian


Sekarang ini, hampir di beberapa ruas jalan di Kota Samarinda banyak para pedagang kaki lima yang menjajakan buah durian. Ya, kalau kuamati sepertinya bulan-bulan ini sedang musim buah durian. Entahlah, darimana durian-durian itu berasal. Yang pasti, aroma durian yang menyengat menggoda selera untuk mencoba mencicipinya. Memang sih, sampai saat ini aku belum berkesempatan untuk merasakannya mengingat aku bukan termasuk orang yang fanatik dengan buah ini. Namun, jika ada yang berbaik hati memberikan kepadaku buah tersebut secara gratis, maka dengan senang hati aku akan menerimanya. Padahal kalau dipikir-pikir harga buah tersebut lumayan murah lho. Kalau mata ini tidak salah melihat, satu  durian dibanderol seharga lima ribu rupiah. Tapi mungkin harga segitu kurang diimbangi dengan kualitas yang baik. Yah, palingan rasanya nggak sedasyat apabila membeli durian yang harganya 25 ribuan keatas. Tetapi, tetap saja hal  itu bisa menjadi alternatif pilihan yang baik untuk mereka yang berkantong pas-pasan.

Kalau bercerita tentang durian, maka memoriku akan membawaku pada peristiwa beberapa tahun silam dimana pada saat itu  aku baru mulai bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil. Tidak tahu kenapa, itu menjadi sesuatu yang berkesan hingga tak luntur diingatan (duh…udah seperti bergaya syahrini dengan cetar badai membahananya :mrgreen:). Cerita selengkapnya adalah sebagai berikut :

Hal yang paling kuingat pada bulan Desember 2006 adalah momen dimana untuk pertama kali aku masuk kerja sebagai seorang CPNS, yaitu tepatnya pada hari Rabu, 13 Desember 2006. Perasaanku saat itu campur aduk. Antara senang dan juga takut. Senang karena aku membayangkan bahwa dengan bekerja berarti aku memiliki penghasilan sendiri dan otomatis tidak lagi meminta kepada orang tua. Takut kalau-kalau jika ada yang menyuruhku mengerjakan sesuatu, aku malah tidak bisa. Pastilah perasaan malu yang akan kutanggung. Apalagi aku belum memiliki pengalaman yang cukup dan tentu saja buta sama sekali dengan bidang ini. Nah, sebagai seorang anak baru, aku tidak terlalu tahu kebiasaan yang dilakukan di ruangan. Aku lebih banyak diam dan pasif karena pada dasarnya aku adalah seorang yang pemalu. Pernah suatu hari, ketika akan pulang, aku diberi buah durian oleh teman-teman. Aku bingung, kok, bekerja di kantor dapat buah segala sih. Setelah kutanyakan, ternyata buah durian itu adalah pemberian dari salah seorang CPNS yang berasal dari daerah Kabupaten Kutai Barat.  Kebetulan pada bulan itu, di Kabupaten Kutai Barat sedang musim buah durian. Nah, CPNS tersebut bermurah hati memberikan buah durian pada  teman-teman di ruanganku sebagai tanda terima kasih karena SK nya telah keluar.

Dan masih berbicara tentang durian, maka di daerahku, Kalimantan Timur biasanya buah durian tersebut dibuat menjadi tempoyak. Tempoyak adalah daging durian yg digarami dan diasamkan. Selain dibuat tempoyak, juga dibuat Lempok. Lempok durian dibuat dari daging buah durian seutuhnya. Dijemur dan dibentuk mirip dodol, bulat panjang ala lontong, dengan cara dikepal-kepal dengan tangan atau alat. Nah, durian yang telah berubah bentuk menjadi tempoyak atau lempok tersebut, harga jualnya menjadi lebih mahal. Tapi ini bukan menjadi masalah bagi para penggemar durian. Setidaknya mereka masih akan bisa menikmati durian sepanjang waktu meski dalam bentuk olahan lain mengingat buah durian hanya berbuah pada musim-musim tertentu saja.

sumber gambar dari google images

About these ads

10 thoughts on “Ceritaku Tentang Durian

  1. Di Kabupaten Ketapang Kalbar panen durian setiap tahun muncul pada bulan Januari atau Pebruari. Untuk tahun 2006, di luar kebiasaan, buah selang (buah bukan musim) ternyata cukup banyak dihasilkan. Meskipun panen buah kali ini tidak besar (karena buah selang) namun karena banyak lokasi kebun yang berbuah maka cukup banyak juga yang tersedia di pasaran. Panen terbesar kali ini datang dari tanaman masyarakat di Kecamatan Sukadana yang juga merupakan sentra produksi durian di Kabupaten Ketapang . Di kawasan ini selain dibudidayakan masih banyak buah durian yang tumbuh liar. Harganya cukup bervariasi 3 butir Rp 10.000, sementara yang besar berkisar antara rp 5000- Rp 10.000. Buah durian ini termasuk spesies endemik di Kabupaten Ketapang, beberapa jenis durian liar ada di kawasan kabupaten Ketapang. Jenisnya beraneka, seperti durian teratong, durian lahong, durian lei, durian tembranang. Beberapa jenis durian tersebut meskipun tidak komersial, tetapi merupakan sumber gen plasma nuftah yang sangat berguna bagi pemulyaan. Nama ilmiah spesies liar cukup bnayak antara lain durian burung, durian kura kura kura yang buahnya dipangkal batang atau di pangkal akar. Durio kutejensis ( durian pekawai) , Durio oxlevanus, Durio graveolens, dan Durio dulcis (lahong). Aneka jenis spesuies liar banyak terdapat di hutan dengan warna, bau dan bentuk yang beraneka. Karena banyaknya spesies di kawasan ini maka membuktikan bahwa Kabupaten Ketapang adalah salah satu tempat penyebaran durian. Para ahli kini sedang meneliti beberapa jenis varitas liar tersebut.

  2. Kandungan Zat Makanan Komposisi nutrien dalam durian adalah seperti berikut: Nutrien Unit/100 g bybm Tenaga 153 kcal Karbohidrat 27 g Kalsium 40mg Zat Besi 1.9 mg Vit. A (Carotene) 150 mg Vitamin B1 0.1 mg Vitamin B2 0.13 mg Vitamin C 23.3 mg Lemak 3.4 g Protein 2.7 g Kegunaan Di Malaysia, durian merupakan buah yang paling popular untuk dimakan segar dan telah buah yang sangat digemari oleh pengguna. Buah durian boleh dimasak menjadi lempok, jam dan tempoyak. Buah durian juga boleh diproses dijadikan serbuk. Percubaan telah dibuat untuk mengeksport durian dalam bentuk sejukbeku.

  3. Semua orang pasti tahu dengan buah durian karena memang baunya yang khas dan cukup menyengat serta rasa yang lezat. Namun, tahukah Anda jika durian ada yang berwarna merah. Jika baru mendengar, ini tentunya membuat penasaran karena lazimnya buah durian memiliki warna kulit hijau dan daging berwarna putih kekuning-kuningan. Buah durian merah ini, sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi primadona daerah Banyuwangi yang diberi nama gang duren abang, alias gang durian merah.

  4. Di Samarinda memang lagi musim Durian, Fan.. hanya saja yang sudah diolah dalam bentuk minuman Mendem durian, juga Pie Durian (yang sebenarnya dari Medan). Anehnya, usaha durian olahan ini berbulan-bulan sudah berjalan di kota ini, mungkin stok durian nya didinginkan di dalam freezer, patut dipertanyakan sih kesegarannya, mengingat tidak mungkin buah durian berbuah setiap hari kan?hehehe

  5. Ifaaan, apa kabar? :D
    Sekarang sih aku lagi suka mangga, malas beli durian. Kan lebih murah mangga… hehe…
    Etapi itu yang 5rb biasanya udah dalam kondisi yang menjelang busuk deh… :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s