Sudahkah Tertib Berlalu Lintas?


Bingung saja mengetahui kalau di Jakarta ternyata baru diterapkan pemakaian helm berstandar nasional. Kok bisa ya? Bukankah sebagai kota metropolitan seharusnya menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya di Indonesia tentang aturan berlalu lintas yang baik dan benar. Tidak sengaja sih mengetahui hal tersebut saat menonton berita di salah 1 stasiun TV swasta nasional sore kemarin yang memberitakan bahwa Direktorat Lalu Lintas Metro Jaya melancarkan operasi Simpatik Jaya 2010. Operasi itu dilancarkan untuk merazia pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009.

Yang menarik dari razia tersebut adalah banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Alasannya ternyata beragam. Ada yang mengatakan tidak tahu kalau ada peraturan semacam itu. Ada juga yang mengatakan helmnya ketinggalan di rumah. Bahkan ada yang beralasan tidak suka menggunakan helm SNI karena berat dan bisa membuat kepala pusing.

Kenapa Jakarta sebagai Ibukota Negara baru menerapkannya ya? Padahal, di kotaku saja, Samarinda yang tidak masuk 5 kota besar di Indonesia, sudah sejak 6 bulan yang lalu menerapkan aturan tersebut. Dan sejauh ini, aturan itu sukses diterapkan. Buktinya adalah menurut penglihatanku, disetiap ruas jalan yang kuamati, baik si pengendara sepeda motor maupun yang dibonceng telah menggunakan helm standar. Mau bukti lagi? Dari survey yang aku lakukan sewaktu menyusuri Tepian Mahakam yang banyak menjual helm standar, penjualan helm standar SNI tersebut laris manis bak pisang goreng. Ini menandakan bahwa masyarakat Samarinda mulai sadar mengenai pentingnya penggunaan helm standar untuk keselamatan. Atau jangan-jangan ini hanyalah sebuah bentuk ketakutan untuk menghindari denda yang besar apabila kena tilang. Terserahlah! Resiko ditanggung masing-masing.

Bukan hanya helm standar saja yang menjadi isu hangat pada waktu itu. Pemakaian kaca spion pun tak luput dari perhatian. Hmmm….bukan rahasia umum lagikan, kalau di Indonesia, kebanyakan pengendara sepeda motor hanya memasang kaca spion pada bagian kanannya saja. So, dengan adanya peraturan lalu lintas yang baru ini, semua pengendara sepeda motor wajib memasang kaca spion dikedua sisi, kanan dan kiri. Alhasil, sama seperti saudaranya, kaca spion pun laris manis. Sampai-sampai sempat terjadi kelangkaan lho. Akibatnya, ada saja orang jahat yang memanfaatkan situasi ini dengan mencuri kaca spion pada motor yang sedang diparkir, lalu dijual lagi di pasar gelap (Emang ada pasar terang?), dengan tujuan yang semua orang pasti tahu, untuk mendapatkan keuntungan disaat kelangkaan itu terjadi.

Peraturan lalu lintas yang baru ini merupakan peraturan yang satu paket. Jadi mengatur banyak hal. Selain mengatur tentang helm standar, penyalaan lampu disiang hari dan pemasangan kaca spion kanan kiri, peraturan ini juga memberikan denda yang ‘selangit’ bagi pengendara sepeda motor yang tak memiliki SIM. Itu sebabnya, di Mapoltabes Samarinda, Jalan Bhayangkara, antrian untuk mengurus SIM baru panjang sekali kaya ular. Aku saja perlu waktu 1 bulan untuk mengurus SIM baru tersebut. Harus bolak-balik untuk mendapatkan waktu yang pas dan lowong dari membludaknya pemohon. Nah, ketahuan kan baru mau mengurus kalau ada sanksi. Sungguh sikap yang tak patut ditiru:mrgreen:. Tidak tahu ya, apakah ini sudah menjadi budaya sebagian masyarakat Indonesia harus diancam terlebih dahulu dengan sanksi berat baru mau mengurus sesuatu. Entahlah! Tanya kenapa?

75 thoughts on “Sudahkah Tertib Berlalu Lintas?

  1. Kalo soal berlalu lintas, saya paling bandel untuk urusan yang satu ini. Karena saya dulu punya pengalaman sering ngibulin pak polisi di jalan raya, eh sampai sekarang malah keterusan..Ada saja alasan2 yang sebenranya saya buat2 untuk menghindari yang namanya jerat peraturan itu, hehehe🙂

  2. Ifan, selamat siang…🙂
    Tulisan Ifan bagus, isi postingnya apalagi!
    kebetulan saya juga nonton tayangan tentang helm berstandar SNI yang masih ‘dihindari’ oleh beberapa warga yang mengendarai sepeda motor…hehehe…alasannya lucu-lucu ya, ada yang ketinggalan, ada yang karena panas, ada juga yang buru-buru sehingga kelupaan pake helm…
    Menurut saya, kalau Pemerintah sudah mewajibkan segala sesuatu (apalagi berhubungan dengan keselamatan warga), pasti hal itu sudah melalui kajian mendalam.
    Jadi, ayo gunakan helm berstandar SNI, bila kita mengendarai sepeda motor!
    Samarinda, kayaknya bisa dijadikan contoh deh😉

  3. awalnya aku seneng banget punya helm standar anti maling, karena cuman gratisan dari motor honda… tapi sayang gak ada logo SNI nya … T_T

  4. aq kenal helm berstandar nasional ini sejak beberapa tahun mendengar cerita saudara yang tinggal di tegal, sejak saat itu aq tergerak hati untuk menggunakan helm standart… kemana2 kalau keluar pake kendaraan bmotor alhamdulillaah selalu pake helm, malah kurang tenang kalau ga pake… ^^

  5. sebenarnya yg harus sadar kalo kepalanya berharga dan perlu dilindungi adalah sang pemilik kepala sendiri,bukan polisi.

    tapi harus diliat pula,jangan sampai ini jadi ajang cari duit baru buat polisi,saya dengar ada yg cari duit dari peraturan ini dengan “maksa” beli helm di jalan ,caranya halus,menukar helm yg belum SNI dengan menyuruh tukar tambah helm baru berkode SNI

  6. tata tertib lalu lintas merupakan hal yg sulit diterapkan dengan baik mas ifan (bener nggak nih panggilannya😀 )

    ada dilema disini.. ketika pengendara tertib.. eh aparatnya malah usil.. ketika pengendara ugal2an ehh aparatnya tiba2 tertib… :D…. Aq sih mencoba untuk tertib.. dan juga membaca peraturan yg ada.. jd ketika ada aparat yg usil.. berantem pun jadi wekkekeke….

    SNI juga bertujuan membantu pengusaha lokal.. krn helm dr luar banyak masuk ke Indonesia.. Itu katanya…

    salam kenal mas Ifan

  7. Assalaamu’alaikum Ifan

    Yang penting adalah keselamatan diri agar selamat dari kecelakaan apa jenispun. Lambat laun akan berhasil juga dilaksanakan di seluruh negara nanti. Nyawa harus dipelihara dengan baik agar tidak menyesal hidup di dunia. Salam mesra dari Sarawak, Malaysia.

  8. hehe.. bukan karena ybs tak taat aturan.. tapi aturannya itu lho yg juga sudh terkena penyakit sistemik..yg akhirnya para pengendara di jalanan jadi malas patuh. aha kayak telur dan ayam siapa datang duluan ya.. tp hiduplah helm dg SNI.. t[ omong2 memang apa bedanya dg helm biasa ya? :p

  9. Tempat saya tengah hutan Mas Irfan, jarang naik motor keculi pulang cuti.
    Karena jarak perjalan cukup jauh, helm standar dan surat-surat motor wajib hukumnya.

  10. hmmmm SNI yah…….kalo masalah lalin sih masalah klasik mas…..sebenernya saya sih setuju” saja….tapi kug lama” makin mendeskritkan para pengendara bermotor…..kalo masalah helm dan spion saya akui ini memang demi keselamatan mereka tapi untuk lampu dan jalaur kiri yang sudah diterapkan terlihat benar bahwa pengendara roda 2 selalu dipinggirkan dan selalu menjadi ujung tombak yang dipersalahkan……

  11. alhamdulillah,anak bunda sudah menggunakan helm berstandar SNI tsb,
    di jakarta seringnya penerapan aturan memang agak susah diterapkan, mungkin krn wilayah yg diatur terlau padat ya Mas Ifan
    salam

  12. Dengan tertib berlalulintas sebetulnya manfaatnya untuk kita sendiri. Duh…untuk saya sendiri helm SNI malah belum memilikinya baru punya helm standar yang murah

  13. Sebenarnya aturan ini dibuatkan untuk keselamatan kita, jadi gak usah nunggu di razia dulu lah baru sadar. karenamenurut saya disiplin yang baik dan efektif itu berasal dari diri sendiri.

  14. Saya termasuk yang tertib berlalu lintas. Dan tidak suka dengan orang yang tidak tertib. Kalau ada yang tidak tertib kejadian kayak jatuh pasti saya syukurin, soalnya salah sendiri, sudah membahayakan orang lain begitu.

  15. “Padahal, di kotaku saja, Samarinda yang tidak masuk 5 kota besar di Indonesia, sudah sejak 6 bulan yang lalu menerapkan aturan tersebut” : salut!!
    Jakarta dan banyak kota besar lain emang sepertinya terlambat.

    salam

  16. wahhh
    aku juga belum tertib berlalu lintas
    klo didalam kota
    klo keluar kota pasti tertib hahaha
    pakai helm sni

  17. selain helm SNI, pengendara yang menggunakan hape di tengah jalan harus ditegur keras klw perlu dihukum biar jera, soalnya bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi juga orang lain

  18. di tepian mahakam masih julan helm kah bang?? haha.. sudah lama sekali tak melihat kota kelahiranku >_<

    =========
    DUNIAKU DISINI : Masih banyak yang jualan helm disana. Udah tradisi😛

  19. Kalo mau hidup tenang dan jauh dari persoalan lalu-lintas, kita bisa memilih hidup di kota kecil.
    emang di jakarta itu parah banget…

  20. mari tertib berlalulintas..sebenarnya helm kan buat keselamatan diri sendiri juga..jadi sadar dirilah mas mbak om tante hehehehe..setuju saya buat yang pakai HP pas berkendara harus di beri sanksi juga! saya pernah hampir tabrakan ama orang yang pakai HP saat naik motor..sampai mau copot jantung saya…

  21. hidup helm standar DOT.ane gak suka helm SNI.kelihatannya standar internasional lebih kokoh konstruksinya🙂

    ========
    DUNIAKU DISINI : Oke deh….🙂

  22. postingan yang bagus sekali mas ifan hehe
    emang tdk selamanya perturan itu bisa langsung diterapkan hehe
    perlu sosialisi dan kesadaran masyarakat juga sih
    ssalam

    =============
    DUNIAKU DISINI : Betul sekali mas Ian. Perlu sosialisasi dari pihak kepolisian kepada masyarakat😛

  23. Mungkin karena di jakarta motor tidak terlalu banyak, jadi baru dianggap penting sekarang

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Masa sih mas. Waktu saya ke Jakarta, jumlah motor itu seabrek abrek dan makin memacetkan jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s