Menggairahkan Kembali Peribahasa


Menurut pendapatku, penggunaan peribahasa pada jaman sekarang ini tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan era tahun 90-an kebawah. Ketidakpopuleran ini diperparah dengan banyaknya anak muda yang lebih senang menggunakan bahasa gaul. Padahal bahasa gaul ini bagi sebagian orang sangat sukar dipahami artinya karena menggunakan ejaan yang aneh. Tentu ini menjadi sesuatu yang amat memprihatinkan. Padahal penggunaan peribahasa dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan suatu pesan baik berupa pujian, sanjungan, motivasi, sindiran dan bahkan keluh kesah sekalipun. Maka, untuk menggairahkan kembali penggunaan peribahasa dalam kehidupan sehari-hari, kucoba membuat sebuah peribahasa (yang mungkin masih jauh dari apa yang dinamakan peribahasa itu sendiri) dan sekaligus kuikutsertakan pada Kontes Menulis Peribahasa yang diadakan oleh BLOGCAMP. Dan inilah peribahasa yang kubuat itu :

PERIBAHASA : HIDUP TANPA AGAMA IBARAT KAPAL BERLAYAR YANG TAK ADA NAKHODANYA

ARTI / MAKSUD : Hidup itu ibarat kapal yang tengah berlayar di lautan yang luas. Apabila kapal tersebut berlayar tanpa ada yang menakhodainya, maka dapat dipastikan bahwa kapal tersebut akan dengan mudahnya terombang-ambing. Terus terombang-ambing tanpa tahu harus bertambat dimana. Dan yang lebih parah lagi, bisa tenggelam apabila ada ombak besar yang menerjangnya. Begitu pun dengan kehidupan manusia di dunia ini. Apabila hidupnya tanpa tuntunan agama, maka ia seolah-olah menjadi sosok yang bertindak dengan semau-maunya, berbuat sesuka-sukanya, dan melakukan sesuatu dengan hanya berlandaskan nafsu belaka. Ia hanya mengejar kesenangan semu. Baginya hidup di dunia harus dinikmati tanpa harus memikirkan kehidupan akhirat karena kehidupan akhirat baginya adalah tidak ada dan khayal belaka. Tentu saja orang yang tidak menjadikan agama sebagai tuntunan hidup tidak akan pernah memikirkan orang lain. Ia sanggup melakukan apapun meskipun harus ditempuh dengan cara-cara licik dan tak terpuji. Dosa (meskipun hati kecilnya mengakui itu) tak ia hiraukan lagi. Dan sungguh, orang-orang seperti itulah yang sebenarnya kehidupannya merugi.

Gambar sebagai ilustrasi diambil dari sini.

65 thoughts on “Menggairahkan Kembali Peribahasa

  1. Ternyata dirimu jago juga mengolah kata2😀
    Sukses ya dengan kontesnya…🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Aduh, aku juga sebenarnya masih ragu ka, apakah kalimat diatas yang kubuat termasuk peribahasa atau tidak. Tapi tunggu keputusan jurinya aja deh apakah ini bisa lolos atau tidak sebagai peserta.

  2. Betul mas, penggunaan peribahasa sekarang ini sudah sangat langka kita temui… padahal peribahasa itu kan indah😀

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar, peribahasa itu indah dan juga penuh dengan makna.

  3. Mas Ifan pintar sekali mengolah kata2 menjadi peribahasa yg indah.

    semoga sukses diacaranya Pakdhe kita ini ya Mas Ifan🙂
    salam

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih bundo. Tapi harus banyak belajar lagi dari para senior😛

    1. selamat siang ,Mas Ifan.
      bunda ikut bantuin PakDhe nyatet peribahasanya ya Mas🙂
      semoga sukses diacaranya PakDhe ini .
      salam

      ==========
      DUNIAKU DISINI : Wah, tugas tambahan nih bagi Bundo. Semoga sukses dengan tugasnya ya bu😛

  4. peribahasa adalah adalah satu seni kesusasteraan ..
    jadi mari kita lestarikan bersama….

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar pak. Melestarikan peribahasa berarti turut melestarikan khazanah budaya bangsa berupa sastra.

  5. Bagus peribahasanya, bahasanya nggak terlalu ‘nyastra’ tapi sarat makna, sukses ya mas.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih. Peribahasa yang mas buat juga oke dan sarat dengan makna pula. Sukses juga buat mas.

  6. maknanya mendalam nih… gudluck buat kontesnya^^. kusupport deh, aku harus ngirim sms ke mana nih?😉

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Kontesnya bukan berdasarkan polling tapi berdasarkan penilaian langsung dari dewan juri. Terima kasih ya atas supportnya.

  7. saya terkadang suka bingung mengartikan peribahasa, terkadang ada peribahasa yang berbeda kata tapi mempunyai makna yang sama…

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Sama. Saya juga kadang bingung dalam mengartikan suatu peribahasa. Mungkin kita perlu banyak belajar lagi.

  8. Terima kasih atas partisipasi sahabat pada acara Kontes Menulis Peribahasa dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Saya catat sebagai peserta.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
    1. ” Kontes Menulis Opini ”
    2. ”The Amazing Picture ”,
    3. ”The Twin Contest”
    4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
    dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.
    Terima kasih

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih Pak. Dan tak lupa saya ucapkan selamat hari jadi yang pertama buat BLOGCAMP. Semoga sukses dan berjaya selalu.

  9. salam kenal..(^_^)
    kunjungan perdana nich..
    kalau ini peribahasa bukan..
    “ke citayem dulu baru ke jakarta..
    senyum dulu baru dibaca..”
    he…he..he..

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Itu bukan peribahasa tapi pantun lho. Trims ya udah mengunjungi blogku. Salam persahabatan dariku

  10. Alhamdulillah aku beragama mbak. meskipun pengetahuanku tentang agama masih belum seberapa.🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Hallo….bukan mbak tapi mas😦 Nggak apa2. Aku juga masih belajar sedikit2 tentang agama.

  11. jadi ingat pelajaran bahasa Indonesia sewaktu sekolah dulu😛

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Ya iyalah peribahasa itu masuk dalam pelajaran Bhs Indonesia. Nggak mungkin kan ada dalam pelajaran fisika😉

  12. met berakhir pekan y,mas
    semoga menyenangkan sekeluarga disanaq
    salam hangat dari blue

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Selamat berakhir pekan juga buat blue. Semoga selalu ceria dengan hari2nya😛

  13. yang terpenting adalah apa yang terkandung dalam peribahasa dan bagaimana kita mempraktikkannya..

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Pastinya. Makna dari suatu peribahasa akan sangat mempengaruhi pribadi si pembaca.

  14. peribahasa kental dirasakan dalam budaya melayu. seperti layaknya pantun..

    salam kenal mas..

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar sekali. Peribahasa dan pantun dua hal yang takkan pernah lepas dari budaya melayu. Ingat : Takkan Melayu Hilang di Bumi.

  15. wah semoga sukses ya kontesnya, aku belum nemuin peribahasa nya jadi bingng juga kalo ikutan.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Trims ya atas dukungannya. Ayo, ikutan juga. Buruan, nanti ditutup😆

  16. agama bagi saya adalah semacam target sales,sebagai acuan kemana kita menuju,meski mungkin belum mampu melaksanakannya secara total. seperti juga target penjualan yg katakan 100% ,mungkin pencapaian kita hanya 70% atau 90% atau bisa juga malah lebih dari itu (diatas 100%) tapi intinya itu jangan jadi beban,tapi sebagai arah ,kemana kita mau melangkah🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Setuju sekali dengan kalimat : jangan dijadikan beban tapi sebagai arah, kemana mau melangkah.

  17. memang kalau hidup tanpa agama seperti hidup berselimuti kegelapan tanpa sinar. semoga sukses dengan kontesnya mas😆
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Wah puitis sekali. Terima kasih ya pak.

  18. hmm….
    knp kadang2 msh ada org yg atheis ya, mas?
    kalo dibilang kelakuannya buruk, gak jg siyh mas ifan…
    kadang2 bnyk jg org beragama yg kelakuannya lbh buruk drpd org yg tdk beragama…😉

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Yang kutekankan disini adalah seseorang yang beragama tetapi tidak menjadikannya sebagai tuntunan. Yang ada hanyalah menuruti hawa nafsu belaka karena agama hanya dijadikan simbol doang tanpa mau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

  19. wiihh.. peribahasanya oke punya nih…..gud luck ya mas ^^

    saya dukunggggg perwakilan dari samarinda *halah* xixiixi ^^

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Masa sih?🙄 Trims ya atas dukungannya😛

  20. Semoga menang…. Mantep pribahasny..,hheh… Tanpa nahkoda, tp skrg dh pada pake auto pilot, musrik…😀

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Wah, tahu aja nih😉

  21. sungguh peribahasa yang tepat…. dan menurut hemat saya tanpa dideskrifsikan pun, karena bahasanya sangat jelas *tidak perlu buka kamus* . ^^ sukses selalu…

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Masa sih? Kayanya masih harus banyak belajar dari The Go Blog deh..

  22. jngn biarkan hawa nafsu menahkodai diri kita..

    sukses buat kontesnya.🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Oke, hawa nafsu akan kucoba melawannya. Sukses juga buat mas😛

  23. kalo dibilang pribahasa…terkadang org ga mikir, akhirnya malas menggunakan pribahasa.ntr malah org lain mencemooh “alah bahasa lo ..” kata2 begitu kadang kita dengar bukan…
    semangat…sukses buat kontesnya

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Nah, itulah salah 1 permasalahannya kenapa peribahasa sekarang ini mulai memudar penggunaannya. Kebanyakan orang lebih senang dgn bahasa yang simpel, sederhana dan mudah dimengerti.

  24. meski tergolong klise, quote peribahasa memiliki kandungan makna yang bagus utk merefleksi diri. selamat ikutan kontes, mas ifan, semoga sukses dan terpilih sbg pemenang oleh pakdhe.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih pak atas dukungannya. Masih banyak hal yang harus saya pelajari lagi dari peribahasa ini.

  25. Salam bahagia.

    Peribahasa merupakan cara yang halus untuk memberi nasihat dan juga mudah untuk diterima.

    Peredaran zaman nampaknya telah membataskan fungsinya. masing-masing hanyut dalam dunia ict dan alam cyber yang banyak godaannya.

    Terima kasih.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar pak. Peredaran jaman telah menggerusnya.

  26. Waahh…lagi ikut kontes ya mas…
    moga menang

    ya…hidup tanpa agama bagai berlyar tanpa nakhoda
    tak ada arah yg akan menunjukkan kemana kapal akan berlayar

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar mbak lagi ikutan kontes nih. Terima kasih ya atas dukungannya.

  27. mantap pilihan pribahasanya,,,🙂
    semoga ruh islam selalu menjadi pandu bagi kita dalam menjalani hidup ini,,,

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Semoga ya kang😛

  28. Jadi ingat saat SD dulu…menghafalkan peribahasa…..

    Peribahasamu pas…tanpa agama kita tak punya panduan hidup

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Iya bu. Sering sekali sewaktu SD guru memberikan tugas kepada muridnya untuk menghapalkan peribahasa. Lucu kalau mengenangnya. Dan terima kasih juga ya bu atas apresiasinya.

  29. pengen ikutan kontes tapi peribahasa yang saya tau cuman ” sepandai-pandai tupai melompat… dst”😀

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Kalau ada dst, berarti banyak dong peribahasa yang diketahui😛

  30. good Luck yah wat kontesnya..
    and stuja ma dirimu tentang peribahasa itu..

    jadi inget pelajaran bahasa indonesia🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Oke. Memang peribahasa selalu mengingatkan kita pada pelajaran bahasa indonesia dan bukan pelajaran kimia🙂

  31. good luck buat kontesnya!
    bagus juga nih peribahasanya

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih. Tapi masih banyak yang harus diperbaiki.

  32. Sekarang kalau pakai peribahasa dikatain jadul ya??😀

    peribahasanya bagus. Iya bener, tanpa agama hidup hampa berjalan tanpa arah, hidup semaunya tidak ada batasan. Meski ada hukum yang berlaku, pun ia tak mampu mencegah para koruptor dan para pelaku kejahatan itu. Walaupun orang-orang tersebut mengaku beragama, tapi tidak merealisasikan pada kehidupannya. Aih, aih. Semoga saya tidak termasuk di dalamnya. Berharap mampu menjalankan agama ini pada setiap sendi kehidupan. Amiin

    Sukses ya buat kontesnya,,

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Panjang lebar nih penjelasannya. Semoga kita selalu berada pada jalan Ilahi Rabbi dan diberikan kebaikan dan keberkahan Nya. Amin. Terima kasih.

  33. Waktu duduk di bangku SMP saya paling suka menghafal peribahasa…entah kenapa, bahasa kiasan itu selalu membuat saya penasaran buat mengetahui artinya.
    Thanks udah berbagi peribahasa disini, Ifan🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar sekali bu. Bahasa kiasan memang selalu membuat kita penasaran untuk menerjemahkan maknanya. Jadi ada perasaan puas takkala berhasil mengungkap makna sebenarnya.

  34. salam kenal mas ifan,

    peribahasa yang sarat makna… sukses mas Ifan…

    sekalian numpang nge-link blog mas ifan di blog saya,

    makasih mas…🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Oke, sukses juga buat mas Darmanto. Link mas juga sudah kupasang di blog sahabat😉

  35. bahasa sekarang aneh2 mas, ada bahasa alay namanya, ada juga bahasa anak cencen hehehe… ampek nggak ngerti saya klw ada anak cencen atw anak alay2 yang sms bentuk sms-nya ntah cemana nggak bisa di baca😦 tapi seharusnya di budidayakan tuh peribahasa klw nggak kita siapa lagi mas🙂 betul tidak😉

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar sekali mbak. Lebih baik membudidayakan peribahasa ketimbang membudidayakan bahasa alay😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s