Penyapu Jalanan


Saat melintas disebuah ruas jalan di Samarinda, mataku tertuju pada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu daun-daun kering yang berserakan. Tangannya begitu cekatan mengumpulkan daun-daun kering tersebut, lalu meletakkannya di bahu jalan. Cuaca pada saat  itu sangat terik. Keringat pun bercucuran dari seluruh tubuhnya. Sesekali diusapnya keringat itu dengan handuk kecil yang ia lilitkan dileher. Tampak jelas rona kelelahan terpancar dari wajahnya.

Aku hanya bisa menghela napas menyaksikan kejadian itu. Kejadian yang seakan-akan menohok diriku. Menohok karena betapa selama ini aku begitu nyamannya melenggang menikmati hidup. Sementara diluar sana, si penyapu jalan itu, menjalani yang sebaliknya.

Meski sudah sering melihat aktivitas penyapu jalanan, tapi baru kali ini aku seperti benar-benar diperlihatkan dan digugah kesadaran untuk menyelami kehidupan mereka yang lumayan keras. Kenapa lumayan keras? Karena mereka melaluinya di jalanan dengan berbagai resiko. Mulai dari harus bangun pagi-pagi buta dengan melawan rasa kantuk dan cuaca yang dingin. Masih dipagi buta, mereka juga harus mengambil resiko berhadapan dengan tindak kriminal yang rawan pada jam-jam itu. Lalu disiang hari, berjibaku dengan panas terik matahari yang membakar kulit. Dan yang paling fatal, mereka sering berhadapan dengan resiko kematian karena sewaktu-waktu bisa tertabrak kendaraan roda 2 atau roda 4 dari para pengemudi yang ugal-ugalan.

Aku jadi berfikir, pasti sulit untuk menjalani profesi ini. Profesi mulia tapi penuh dengan resiko. Namun mau bagaimana. Mereka pun sebenarnya (dalam hati yang terdalam pasti) tidak berkeinginan menjadi penyapu jalanan. Keadaanlah yang mengharuskan mereka menjalani semua ini, yaitu pemenuhan akan kebutuhan hidup yang tak dapat ditunda-tunda.

Kalau saja ada acara ‘tukar nasib’ seperti yang pernah kutonton di salah 1 stasiun televisi, aku mungkin bakalan tak sanggup menjalani semua itu. Akan banyak alasan-alasan yang aku kemukakan untuk menolaknya.

“Aduh, bagaimana ini? Aku tidak tahan dengan teriknya matahari”.

“Aduh, bagaimana ini? Aku alergi dengan debu”.

“Aduh, bagaimana ya kalau ada teman atau tetangga yang melihatku sedang menyapu jalanan”.

Dan bagaimana-bagaimana lainnya yang sesungguhnya hanya omong kosong belaka untuk membenarkan alasan penolakanku itu.

Ah…betapa selama ini aku kurang mensyukuri nikmat dan karunia Sang Pencipta. Aku terkadang mengeluh dengan apa yang kudapatkan. Jika diperbandingkan dengan si penyapu jalanan, aku ini tidak ada apa-apanya. Aku tidak perlu bersusah payah menjalani kehidupan seperti mereka. Aku tinggal duduk manis di kantor sambil mengetik beberapa surat. Apabila merasa kepanasan, aku tinggal menyalakan AC. Gaji yang kuterima tiap bulan pun rasanya lebih dari cukup untuk ukuranku. Sementara si penyapu jalan itu, aku tidak yakin gaji mereka diatas 1 juta.

Benar-benar sebuah ironi. Ironi yang kadang membuatku merasa malu dan patut untuk bercermin. Bercermin agar hari ini, esok dan seterusnya aku bisa menjadi sosok yang pandai mensyukuri segala nikmat dan karunia dari Sang Pencipta.

45 thoughts on “Penyapu Jalanan

  1. memang benar mas selain manusia itu tempat salah dan lupa. manusia juga gudangnya keluh kesah disana sini mengeluh soal ini itu ngga ada syukur2nya. padahaL kalo mau coba menghitung nikmat yang diberikan oleh -NYA, kalkulator pun sampe kehabisan digitnya. coba suruh ngitung nafas kita dalam sehari, sebulan, setahun? bukankah itu juga nikmat yang patut kita syukuri bahwa sampai detik ini kita masih bernafas. subhanalloh.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Bersyukur, itu kuncinya ya mas. Jangan suka mengeluh akan sesuatu hal. Itu patut saya pelajari lebih mendalam agar kedepannya lebih baik lagi menjalani hidup. Terima kasih atas komennya yang luar biasa.

  2. Tetap semangat jalanin hIdup, jangan lupa bersyukur dan terus berseDekah.XD

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Bersedekah. Sesuatu yang sebenarnya mudah untuk dilakukan tetapi sering terlupa😦

  3. kalau diniati sebagai ibadah, insya Allah kerjaannya akan barokah, semangat!

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar sekali. Segala sesuatu harus kita niatkan untuk ibadah kepada Allah SWT.

  4. Bersyukur dan tetap melihat ke bawah, jgn ke atas terus, hhe.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Terima kasih telah mengingatkan yang baik disini. Tetap semangat🙂

  5. Yea. Dan beruntunglah jika saat melihat mereka kita benar-benar tersentuh, Mas. Setidaknya dengan begitu akan muncul kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan dan pekerjaan mereka jadi sedikit lebih ringan🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Setuju. Kita jangan membebani lagi mereka dengan membuang sampah sembarangan.

  6. ya… ironi, ketika kita membuang sampah sembarangan, tapi dilain sisi ada yang sungguh-sungguh memungut sampah kita… huft,,,,

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Hmmm….itulah kehidupan.

  7. Yaa itulah, kita akan bersyukur dan rendah hati. Tatkala kita melihat nasib sese orang yang tidak seberuntung kita. Ini sangatlah baik,

    Namun banyak juga. Orang yang tidak mau melihat penyapu jalanan. Tapi malah suka melihat orang2 yang lebih kaya dari dirinya. Lalu merasa apa yang ia punya dalam hidupnya terasa kurang

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Kalau ada orang yang seperti itu kita doakan agar dirinya sadar.

  8. memang banyak sekali ‘ayat2 Allah’ yg (sengaja) kita abaikan,Mas.
    Kita tempat nya keluh kesah dan lupa.
    Sedekah dan bersyukur adalah kunci, agar hati kita bisa sebening kaca ketika menghadapNYA.
    Salam

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Semoga bunda. Kita semua juga berharap seperti itu. Rajin bersedekah dan bersyukur.

  9. Assalamualaikum

    terima kasih memposting ini. dengan mambaca ini moga menambah empati kita terhadap saudara-saudara kita. kawan kami adalah salah satu peyapu jalanan .Alhamdulillah kehidupan mereka berbahagia bersama istri dan anaknya. Ga kelihatan susah. karena kebahagian bagi mereka adalah mesyukuri apa yang di peroleh dan sepertinya ia tetap bersemangat dan berusaha untuk memperbaiki kesejahteraannya dengan berbisnis .

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Alhamdullillah. Saya turut senang mendengarnya.

    1. entah saya terlalu sensitif atau bagiaman, tapi kalau melihat seperti itu rasanya dadaku sesak apalagi nggak bisa apa2 mas ifan😦

      ==========
      DUNIAKU DISINI : Bagus tuh. Berarti punya kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.

  10. di luar negeri spt USA, ktnya gaji penyapu jalanan lumayan besar krn jasanya dinilai bukan jasa biasa
    sayang di Indonesia ga bisa memahami betapa mereka merupakan bagian terpenting juga dalam jalannya aktifitas kita sehari2 sbg pengguna jalan ^^

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Hal semacam itulah yang patut kita tiru. Nggak mudahkan mengerjakan pekerjaan semacam itu.

  11. KISAH YG ASYIKK..
    JADI INGET SAHABAT SAYA YG JADI TIM ‘SOR’
    TRENDY GAYA TAPI NGGA MALU BERKARYA DI JALANAN
    SALAM MALAM.. ;P

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Salut buat sahabatnya.

  12. betul..betul..betul.. dengan sll melihat ke bawah kita akan bisa sll bersyukur atas segala nikmat yg telah Allah berikan..

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Wah, kaya upin ipin aja nih cara berkomentarnya. Hmmm…memang jurus yang paling jitu untuk dapat bersyukur adalah selalu melihat kebawah. Betapa ternyata selama ini ada banyak orang yang jauh dibawah kita.

  13. banyak belajar dari yang ada di jalanan…🙂 agar manusia pandai mensyukuri nikmat tuhan…🙂

    nice post mas.. keren artikelnya jadi mengingatkan kita pada yang seharusnya kita instropeksikan…. semoga kita bisa bercermin pada diri kita sendiri apa yang telah kita lakukan selama ini?🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Iya, semoga kita dapat bercermin atas kejadian yang sebenarnya tiap hari kita saksikan.

  14. ciri manusia adalah mereka tidak akan pernah puas dengan apa yang mereka dapatkan..
    tapi untuk mengeremnya adalah dengan cara selalu bersyukur dan selalu melihat sekeliling adakah orang yang lebih kurang dari kita..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Jadi intinya adalah bersyukur dan senantiasa melihat disekeliling kita ya.

  15. amiin mas ..yang ada hanyalah sikap bersyukurnya kita atas apa yang telah Alloh berikan selama ini kepada kita berupa kemudahan kemudahan dalam menjalani hidup..
    salam dan terima kasih🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar sekali. Sepatutnyalah kita bersyukur atas segala kemudahan yang telah dilimpahkan Allah SWT kepada kita selama ini.

  16. iya mas..saya juga suka kasian gitu kalau ngeliatnya..tapi bisa berbuat apa..hanya bisa sedikit membantu dan mendo’akan semoga mereka ikhlas dan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik ^^

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Semoga. Amin.

  17. Mudah-mudahan internalisasi nilai-nilai pelajaran tersebut terkristal dalan jiwa kita🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Dan juga patut kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

  18. Maka bersyukurlah kita-kita ini. TEtapi sekalipun begitu semua pekerjaan adalah mulia, yagn penting halal🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Iya, apapun pekerjaan kita, harus disyukuri dan benar2 ditekuni dengan kesungguhan.

  19. wah jadi sedih liatnya…
    pa lagi kl liat orang buang sampah sembarangan😦

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Saya pun juga merasa kasihan lho jika ada orang yang membuang sampah sembarangan.

  20. iya ni,sering lihat juga bapak-bapak brseragam kuning yang membawa gerobak sampah.Mereka mencari nafkah demi keluarganya…
    tuhan telah mengatur hidup kita,yang bisa kita lakukan adalah menjalani dan mensyukuri.hehe

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Menjalani dengan ikhlas dan mensyukuri adalah 2 hal yang patut selalu kita jadikan pegangan dalam hidup.

  21. saya pernah tau penyapu di stasiun kereta, ternyata dia banyak dapet duit lho, org2 sambil lewat ngasih 1000, bayangkan ada ratusan yg lewat tiap hari, katakanlah 1/2nya ngasih uda dapat berapa dia…ini fakta yg terjadi, padahal stasiun ga terlalu besar seperti misalnya stasiun depok. memang sih ga semua begitu. ya tergantung kita menyikapinya setidaknya bantu dengan tidak membuang sampah sembarangan,dll

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Mungkin ini adalah salah 1 pengecualian. Tapi pada umumnya, seperti itulah kehidupan para penyapu jalanan.

  22. di bandung ada ibu-ibu berprofesi sebagai pembersih jalan…dia kemudian diberi penghargaan oleh pak walikota pada hari Ibu..sebagai wanita perjuangan..
    saya lupa lagi sumbernya, yang pasti saya pernah bacanya di media…..

    tidak salah memang apa yang dilakukannya berdasarkan ketulusan…..
    kita hanya bisa menggunkan jalan tanapa tahu siapa yang membersihkannya…..

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Hebat ya. Pasti apa yang ia dapatkan merupakan hasil usaha keras yang tak kenal lelah. Kita patut mencontohnya dan ini bisa jadi inspirasi bagi siapa saja.

  23. iya jadi malu sendiri, kebanyakan ga bersyukur…😦

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Jadi mulai sekarang kita harus membiasakan diri untuk banyak2 bersyukur.

  24. Skecil apapun hasil kudu disyukuri krn smua yg besar slalu diawali dgn yg kecil….

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Setuju. Sesuatu yang besar selalu diawali dari yang kecil.

  25. manusia semua sama bang
    gada bedanya
    maka dari itu kita ga boleh sedikitpun menyombongkan diri
    masih banyak orang lain yang kesusahan di luar sana
    hmm

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar. Sebagai manusia kita tidak boleh menyombongkan diri. Sifat sombong hanya akan membuat kita menjadi orang yang tak pandai bersyukur.

  26. jangan sekali kali kita melihat yang diatas kita mas, tapi melihatlah kebawah, karena dibawah masih banyak yang membutuhkan pertolongan kita.🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Melihat kebawah adalah salah 1 kuncinya. Kita jangan selalu melihat keatas ya.

  27. sebuah pelajaran bagi kita
    agar lebih bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita
    dan membuat kita juga lebih peka dan perduli kepada orang lain yang memerlukan bantuan
    🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Setuju mbak. Kepekaan terhadap apa yang dirasakan orang lain sepertinya memang harus kita tumbuh kembangkan dalam diri kita agar kita lebih banyak mensyukuri nikmat Allah SWT.

  28. kunjungan malam kawan, tetap semangat dan selalu menghargai pekerjaan orang lain yang sering dipandang sebelah mata bagi sebagian kalangan orang-orang yang somb*ng,,,😀

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Trims sudah mengingatkan hal2 yang baik disini🙂

  29. yaa setiap orang punya rezeki nya masing2. kita cuma bisa bersyukur dan berusaha🙂

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Bersyukur dan berusaha merupakan hal yang memang harus kita perjuangkan.

  30. Ia yah, sama ni seperti saya.
    Kurang mensyukuri apa yang udah dikasih sama Yang Diatas😦
    Saya juga pernah liat penyapu jalanan, pagi2 buta udah nyapu jalanan.
    Padahal pada saat itu cuacanya dingin, habis hujan.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Nah, benarkan kalau penyapu jalanan itu pekerjaannnya berat sampai harus bangun pagi2 buta segala.

  31. Hidup memang merupakan pilihan…ada banyak pilihan atau kadang tak punya pilihan.
    Saya dulu harus berusaha keras, dan satu2nya jalan agar bisa mendapatkan hidup lebih baik adalah keluar dari kota kecil saya, namun untuk bisa keluar harus berjuang mendapatkan nilai bagus (mengurangi main, belajar lebih giat dsb nya), sehingga bisa mendapat beasiswa.

    Namun tanpa ada pekerjaan penyapu jalan, tukang bersih2, pembantu dll….maka kehidupan juga sulit karena harus dikerjakan sendiri…di Indoneia, karena tenaga kerja banyak dan masih murah, serta pendidikan kurang merata, maka bagi yang mendapat peluang kehidupan lebih baik harus banyak bersyukur.

    (Btw Ifan di samarinda ya…kemungkinan awal Agustus saya ke Samarinda, tapi kayaknya acara padat sekali, dan pergi bersama bos…artinya selesai kerjaan udah malam hari sehingga kesempatn ketemu Akin n blogger lain kecil sekali)

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar bu. Saya tinggal di Samarinda. Sayang sekali ya bu karena aktifitas ibu yang begitu padat maka untuk kopdaran kayanya sulit sekali. Mudah2an di lain kesempatan bisa. Tapi, nikmatin aja bu suasana Kota Samarinda nya, terutama keindahan Sungai Mahakam. Insya Allah, ketika akan memasuki daerah Samarinda Kota, ibu akan melintas di Jembatan Mahakam. Dan disitulah view sungai Mahakam akan tampak dengan jelas keeksotisannya.

  32. Yang kulihat memang penyapu jalanan di kota kita ini bekerja lumayan keras loh. Aku pernah lewat di jalanan kota dini hari, sebelum subuh, kulihat mereka sudah mulai menyapu.
    Ternyata banyak juga warga yang nggak menghargai pekerjaan mereka, buktinya masih banyak banget yang buang sampah sembarangan😦

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar kak. Seharusnya kita lebih menghargai profesi mereka. Karena tanpa mereka, ruas2 jalan di kota Samarinda tidak akan sebersih yang kita lihat sekarang.

  33. pemandangan seperti itu selalu menyentuh dan mengharu-biru, mas ifan. tak sedikit orang2 di sekitar kita yang kurang respek dan menghargai kerja keras mereka, sungguh, tidak setiap orang sanggup melakukan pekerjaan seberat dan semulia penyapu jalanan.

    ==========
    DUNIAKU DISINI : Benar pak. Pekerjaan sebagai penyapu jalanan sangat berat. Padahal sesungguhnya itu adalah pekerjaan mulia yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.

  34. Walau bagaimana pun profesi mereka itu mulia, dan ketika kita memang tidak bisa berbuat apa-apa, maka cukuplah kita mendoakan mereka, dan janganlah kita malah merendahkan profesi mereka. yang membuat saya kadang sedih adalah, mereka terkadang tidak hanya menyapu dedaunan dari pohon yang berjatuhan dipinggir-pinggir jalan, tapi juga sampah-sampah lainnya yang kebanyakan dibuang oleh orang-orang dari kendaraan secara sembarang, dan atau oleh mereka yang berjalan ditrotoar. beberapa kali saya melihat ada orang yang dengan entengnya membuang sampah dijalan padahal tidak jauh dari situ ada penyapu jalanan. Ya, Allah semoga Engkau berkahi usaha mereka.

    yang paling utama ialah, saya berharap, para penyapu jalanan itu benar-benar ikhlas, tidak dengan alasan “tidak ada kerjaan lain” . karena hanya dengan ikhlaslah semuanya jadi lebih berarti dan bermakna…

    wa allahu a’lam

    ======
    DUNIAKU DISINI : Benar Kang Usup. Kadang memprihatinkan takkala melihat orang2 yang berkendaraan malah dengan gampangnya membuang sampah di jalanan takkala jalanan itu telah bersih disapu oleh penyapu jalanan. Hal2 semacam itu tentu tidak menghargai profesi penyapu jalanan. Dan kita juga semua berharap, profesi yang mereka lakukan ini dilakukan dgn ikhlas semata-mata mengharapkan ridho ilahi.

  35. begitu tegarnya mereka menjalani semua itu, merekalah pahlawan kota kita, bukan bupati ato camat dan keturunannya. I love samarinda, ulun sekarang juga agy di samarinda pang, benar2 salut ama samarinda,,

    ======
    DUNIAKU DISINI : Sungguh mereka adalah pahlawan yang sebenar-benarnya. Hmm….bisa jualah bahasa banjar🙂

  36. apa cuma saya aja, yang baca postingan di atas dan baca juga komentar dibawanya bikin tenggorokan sesek, terus hati juga sesek?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s