Proyek Renovasi Taman


Dulunya, diseberang rumahku adalah rumah-rumah warga yang berdiri tepat di pinggiran Sungai Karang Mumus. Sekitar tahun 1986-an, terjadi kebakaran hebat di daerah tempat tinggalku tersebut. Rumahku dan juga rumah-rumah warga di pinggiran Sungai Karang Mumus pun menjadi sasaran amukan si jago merah. Tidak ada yang tersisa. Semuanya hangus, rata dengan tanah.

Semenjak kebakaran tersebut, warga yang rumahnya dulu berada di pinggiran Sungai Karang Mumus terkena proyek pemerintah. Proyek tersebut mengharuskan agar warga tidak mendirikan bangunan di lahan bekas kebakaran. Rencananya, lahan bekas kebakaran tersebut akan dibangun sebuah taman untuk tempat bersantai keluarga. Tentu saja, ada semacam kompensasi pembayaran ganti rugi yang didapatkan warga atas lahan mereka yang digunakan untuk proyek pembuatan taman.

Beberapa tahun kemudian, taman tersebut selesai dan menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai. Pepohonan dan bunga-bunga yang ditanam beraneka ragam membuat nyaman mata untuk memandang. Ditambah lagi, Sungai Karang Mumus yang membentang dihadapannya semakin menambah keindahan taman tersebut.

Namun, benarlah kenyataan yang selama ini sering kudengar bahwa bangsa ini sangat pintar membangun sesuatu tetapi sulit untuk merawatnya. Dan kenyataan ini juga menimpa pada taman di seberang rumahku tersebut. Apalagi ketika Kepala Daerah berganti, maka berganti pula kebijakan. Anggaran untuk merawat taman tidak ada karena dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting. Sudah bisa ditebak, akibatnya taman tersebut terbengkalai dan tak terurus. Mulai banyak rumput liar yang tumbuh. Bahkan anak-anak menjadikannya sebagai tempat untuk bermain sepakbola. Maka tambah hancurlah taman tersebut.

Lama hancur dan terbengkalai, akhirnya di tahun 2010 ini, tepatnya pada bulan ramadhan kemarin, Pemkot Samarinda mulai merombak total taman tersebut dan kembali mencoba menghidupkan keindahannya. Tentu saja, untuk merombak total taman tersebut ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh warga sekitar. Konsekuensi itu terutama pada penggunaan alat-alat berat di lokasi proyek. Alat-alat berat yang beroperasi sepanjang pagi hingga sore hari bahkan kadang-kadang juga pada malam hari menimbulkan bunyi-bunyian yang benar-benar memekakan telinga. Belum lagi rumah warga yang ikut bergetar akibat tumbukan-tumbukan tiang pancang yang ditancapkan ke perut bumi. Ini serasa bagai mengalami gempa skala ringan. Ah, lengkaplah penderitaan.

Tidak mudah memang menerima konsekuensi ini. Tapi, demi sesuatu yang lebih baik kedepannya, mungkin warga perlu bersabar dan ikhlas menerima keadaan ini. Mudah-mudahan untuk selanjutnya, taman ini bisa selesai secepatnya dan menjelma seperti taman yang ada di Tepian Sungai Mahakam yang elok itu.

Taman di Tepian Sungai Mahakam Samarinda. Gambar diambil dari adamsfamilyborneo.blogspot.com

Update :

Dan inilah keadaan terbaru dari proyek renovasi taman setelah hampir satu tahun dikerjakan. Foto diambil pada tanggal 19 November 2011. Dari hasil foto tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengerjaan renovasi taman berlangsung lambat. Keadaan ini kemungkinan besar disebabkan karena anggaran pemerintah daerah yang terbatas.

72 thoughts on “Proyek Renovasi Taman

  1. Sebenarnya proyek pembangunan taman kota juga berlangsung dimana2..diharapkan hasilnya menjadi maksimal, selain bisa menjadi tempat hiburan warga juga mencegah polusi udara..tetapi kenyataannya,kembali lagi dengan pengelolaan yg kurang, sehingga tujuan yg sangat baik itu tidak bisa maksimal dicapai. Yg pasti, dimana ada pembangunan, disitu pula ada penyesuaian..mudah2an kita lebih sabar menyikapi demi kelancaran proyek pemerintah ya. Salam kenal.

  2. Assalaamu’alaikum Ifan Jayadi

    Untuk sesuatu perubahan, semestinya ada pengorbanan yang menjadi galang gantinya. Begitu juga untuk menghasilkan sesuatu yang indah dan nyaman seperti sebuah taman yang menjadi tempat rekreasi di penghujung pekan bersama keluarga dan teman.

    Namun jika tidak ada perawatan yang sewajarnya, lambat laun yang indah dan nyaman akan menjadi jelek dan menjengkelkan. tanggungjawab warga dalam lingkungan tersebut harus juga memberi perhatian selain sikap tanggungjawab yang jitu dari pihak berwajib dalam mengekalkan keindahan flora dan ekosistem yang berkesan agar apa yang kita nikmati masa kini dapat dirasai oleh generasi akan datang.

    Hargailah apa yang kita pernah miliki.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  3. Sayang sekali ya, bagus-bagus di buat tp gk dirawat..!!
    Padahal pengadaan taman seperti itu sangat banyak manfaatnya buat warga sekitar berlibur, apalagi kalo ada fasilitas WIFInya, hehe..

  4. sayang yah mas, kalau sudah mengeluarkan dana, waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk menghasilkan sesuatu, namun ketika telah selesai, tidak dijaga dan dirawat sebagaimana mestinya…
    semoga kelak benar-benar dijaga kelestariannya

  5. Menurut pengamatan saya, dana yang disediakan memang besar dan hanya untuk membangun sedangkan dana untuk perawatan dan pemeliharan minim. Seringkali kita lihat banyak yang terbengkalai tak terurus setelah dibangun beberapa tahun.

  6. beneran bagus deh itu tepian mahakam nya🙂 ato karena fotografer nya yang oke ya?

    semoga karang mumus lebih baik nasibnya daripada ciliwung ya mas, baik sungainya maupun tepiannya

  7. di tempat saya juga sedang di bangun taman kota, tapi areanya memang bekas terminal jadi gak perlu ganti rugi ke warga.. tapi agak lama juga taman itu belum sepenuhnya jadi..

  8. Bener mas, memeliharanya agak kedodoran lho. Apalagi jika warganya mempunyai sifat semau gue…wah gak lama jadi kumuh. Perlu kesadaran untuk merasa ikut memiliki ya.

    Apik tamannya
    salam hangat dari Surabaya

  9. sama tuh kayak stadion di dekat rumahku, dulunya sebelum di pugar disitu tempat orang buang samaph, buang bangkai bahkan sampe ada kasus perkosaan yg terjadi disitu, nah sejak di pugar pemerintah keadaannya jadi bagus, org2 pada seneng olahraga dan jalan2 sore disitu, tapi yg namanya manusia kalo gak jahil hatinya gak enak kali yah, dinding2 stadion di pilox dengan tulisan2 gak jelas, kaca2nya pada di pecahin. miris banget.

  10. Wow pastinya cukup terganggu juga ya kalau rumah kita pas ditempat area yang dijadikan proyek besar

    Semoga tambah baik aja deh tamannya dan dapat memberikan kesejukan dan ketenangan jiwa jika berada disana🙂

  11. biasanya taman kota atau taman di perumahan awalnya terlihat indah, apik dan resik. kalau ingin tetap seperti itu perlu dukungan dan kesadaran masyarakat untuk ikut memeliharanya. semoga sesuai harapan kita ya

  12. Wah harus lebih bersabar ya, mudah-mudahan hasilnya baik buat warga sekitar. Bagus sekali jika pemerintah perduli terhadap lingkungan, dan kita juga turut mendukung pemerintah dengan cara memanfaatkan taman tersebut dengan sebaik mungkin.

  13. Bisa membangun, tapi sulit untuk memelihara.
    Betul. Kadang-kadang ongkos perawatan itu jauh lebih mahal dari sekedar membangun sebuah proyek…
    Saya juga seringkali menemukan hal-hal seperti itu. Aneh, kenapa ya kita selalu tidak mau meneruskan program pendahulu kita. alasannya macam-macam, sudah tidak cocok, ada program lain yang lebih baik, atau takut hanya dicap sebagai peniru.
    Padahal sejatinya, semua program itu harus berkesinambungan. Semua program pasti mempunyai tujuan baik, hanya penjabarannya yang tidak selalu sama. Semoga program taman ini bisa segera terwujud, dan Pemda serta masyarakat bisa memeliharanya bersama-sama🙂

  14. Salam Ifan.

    Keindahan alam flora harus dirawat dengan kasih sayang. Maka alam juga akan membalasnya dengan memberi kesuburan dan kehijauan yang tak terjangka indahnya. hargainya pemberian Allah buat menghiasi kecantikan persekitaran kita.

    Gambaran foto yang berkata-kata buat kita semua memerhati dirinya dirobek ranah untuk disaluti indah dengan pakaian alami. Salam indah dari Indahkasihku.

  15. semoga cepat selesai dech … biar bisa menikmati taman yang indah:mrgreen:

    mari berdoa semoga apa yang dikeluarkan pema dengan apa yang dibangunya sama nominalnya😆 … dan semoga ada biaya maintenance-nya …biar tetap indah

  16. Assalaamu’alaikum Ifan Jayadi…
    Masih ke mana ni Fan sehingga lama mahu menunggu posting barunya. Ayuh dong… bangun segera dan titipkan pesan berhikmah yang memberi kebaikan buat semua melalui catatan dari Samarinda.

    Dengarnya kain batik samarinda sangat halus buatannya ya. Jika bisa dibuat posting tentang batik samarinda alangkah bagusnya, Fan. mahu juga mengetahuinya.

    Salam mesra dari Sarawak.😀

  17. mas ifan … berlakukah pepatah ‘berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudioan … :0
    btw pics paling bawah … alangkah indah taman kota mu!😀

  18. ttp memimpikan banyak ruang terbuka di negeri tercinta🙂
    semoga suatu saat bisa melihat taman-taman yang elok di penjuru negri, tidak hanya di samarinda. klo tamannya udah jadi, fotonya diunggah yah, mas igan.

  19. Begitulah Indonesia. Ganti kepala daerah, ganti kebijakan. Semua ingin punya kebijakan sendiri.
    Tapi pembangunan lahan hijau dimana2 emang wajib digiatkan ya…. biar bumi kita ini bisa tambah umurnya.

  20. Bisa membuat harus bisa merawat juga ya. Apalagi taman2 seperti ini tentunya akan sangat berharga di masa depan, ketika taman2 ini menjadi semakin langka ditemukan.

  21. Dan tantangan pemerintah setempat plus masyarakat penggunan taman indah di sana adalah: merawat!🙂

    semoga tamannya tetap indah ya!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s