Penyakit Misterius


Andi hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar. Tubuhnya begitu kurus. Sesekali terdengan rintihan kesakitan keluar dari mulutnya. Ia tidak tahan lagi dengan penderitaan ini. Penderitaan ini benar-benar membuatnya menjadi seorang pesakitan yang tidak dapat melakukan apapun.  Ia seperti mayat hidup yang patut dikasihani.

Semua ini bermula ketika ia mengakhiri kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) disuatu daerah di pedalaman. Ia tidak menyangka, jika sehabis PKL itu, ia akan mendapatkan penyakit misterius. Penyakit misterius itu menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Kaki bagian kirinya  terasa sakit ketika hendak berdiri. Serasa ada potongan kayu yang mengganjal. Akibatnya ia berjalan terpincang-pincang. Itupun karena dipaksakan.

Pada malam hari, siksaan itu belum berhenti. Ia merasakan disekujur betisnya terasa ada benda yang bergerak-gerak. Benda itu terus bergerak sehingga menyebabkan ia tidak bisa tidur dengan lelap. Tiap beberapa jam, ia pasti terbangun karena merasakan ketidaknyamanan tersebut. Namun, satu hal yang paling menyiksanya pada malam hari itu adalah ketika ia ingin bangkit menuju kamar kecil, rasa sakit ketika berdiri benar-benar luar biasa menyerangnya. Ia pun hanya bisa menangis menahan rasa sakit tersebut.

Hampir 2 bulan lebih Andi mengalami penyakit misterius itu. Segala pengobatan telah diupayakan oleh keluarganya. Mulai dari yang medis sampai yang non medis pun telah dicoba. Namun belum juga membuahkan hasil. Andi pun menjadi putus asa. Ia seakan kehilangan gairah untuk hidup. Apalagi semasa sakitnya itu, kuliahnya menjadi berantakan. Ia pun pesismis jika mampu menyelesaikan kuliahnya tersebut yang hanya tinggal beberapa semester saja. Baginya kini, hidup benar-benar sesuatu yang suram dan seperti tak ada harapan. Kadang-kadang, tanpa disadari terucap dari mulutnya luahan rasa kekecewaan kepada Tuhan tentang penyakitnya ini. Namun, secepat itu pula ia beristigfar dan menyadari kekeliruannya tersebut.  Ia kini hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada kuasa Tuhan untuk menyembuhkan penyakitnya. Ia terus berusaha dan memohon kepada Tuhan untuk mengampuni kesalahan-kesalahannya selama ini.

Setelah penantian panjang, Tuhan mendengarkan doa Andi. Melalui perantaraan seseorang yang mengerti tentang penyakit misterius tersebut, Andi kini bisa sembuh. Ia pun kembali menata hidup dengan menyelesaikan kuliahnya dan pada akhirnya mendapatkan pekerjaan. Rasa syukur tak terkira selalu ia panjatkan kepada Tuhan yang telah berkenan menyembuhkan penyakitnya tersebut.

Hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita diatas adalah :

  • Jika berkunjung ke suatu daerah yang baru dikenal, hendaknya senantiasa meminta ijin dengan mengucapkan Assalamualaikum serta selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan perlindungan selama berada disana.
  • Selalu bersikap ramah kepada orang yang baru dikenal.
  • Jangan putus asa ketika mengalami musibah. Mintalah pertolongan Tuhan dengan sholat, doa dan sabar. Percayalah, Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi batas kemampuan dari hamba-Nya.
  • Jangan merasa sendirian. Yakinlah, orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman adalah orang pertama yang akan selalu menyemangati takkala dirundung derita.
  • Setiap penyakit yang diturunkan pasti ada penawarnya. Jadi, terus berusaha mencari penawarnya tersebut meski harus mengorbankan banyak hal seperti waktu dan materi. Bukankah untuk mendapatkan sesuatu itu dibutuhkan perjuangan. Oleh karena itu, perjuangan tidak boleh terhenti hanya karena banyak hambatan didepan mata.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

27 thoughts on “Penyakit Misterius

  1. Selamat hari minggu, selamat berlibur bersama keluarga tercinta …
    setuju sekali mas .. hendaknya jika kita baru tiba di desa orang yang belum pernah kita kunjungi kita hendaknya permisi dan izin dengan warga setempat ataupun dengan alam sekitar karena percaya atau tidak percaya yang hidup di dunia ini tidak hanya manusia …
    trims atas sharing dan ceritanya …

  2. Setuju Pak, ibarat pepatah dimana bumi dipijak, distu langit dijunjung..
    jadi kalau mau masuk daerah orang kita harus minta ijin dulu..

    Semoga sukses kontesnya Pak Ifan..

  3. Sangat setuju.
    Hendaknya saat berkunjung ke “rumah orang lain”, kita wajib mengucapkan salam terlebih dahulu.
    Bisa dijadikan pelajaran berharga🙂

  4. Ifan, hikmah yang bisa didapat dari posting ini sungguh menarik. Betapa ujian itu akan diberikan sesuai batas kemampuan, jadi intinya memang harus ikhlas, berdoa dan tetap melakukan beragam upaya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s