Diklat Di Kalimantan Selatan


Lingkungan di area balai diklat

Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, dituntut untuk bisa menyelesaikannya dengan sebaik mungkin. Untuk itulah, penting bagi setiap pekerja memiliki keterampilan dan kemahiran sebagai bekal  menyelesaikan pekerjaan tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemahiran dan keterampilan adalah dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Biasanya diklat dilaksanakan oleh badan atau lembaga yang memang berkompeten dibidangnya.

Itu juga yang harus aku lakukan agar keterampilan dan kemahiran dalam menangani sebuah pekerjaan semakin meningkat. Alhasil, ketika ada panggilan diklat, aku menjadi orang yang direkomendasikan oleh instansi tempat aku bekerja untuk mengikutinya. Padahal sebenarnya aku merasa enggan mengikutinya. Selain jaraknya yang jauh, juga karena aku adalah orang yang pemalu. Sebagai seorang pemalu tentu perlu waktu untuk beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru. Tapi apa daya, aku harus tetap mengikutinya. Ini dikarenakan teman-teman di ruanganku semuanya telah mengikuti diklat tersebut. Tinggal aku saja yang belum. Jadi, tidak ada alasan lagi buat diriku untuk menghindar.

Peserta Diklat Kepegawaian Se Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur

Diklat yang aku ikuti ini adalah Diklat Manajemen Kepegawaian. Dilaksanakan selama 10 hari kemarin di provinsi tetangga, yaitu tepatnya di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dari tanggal 16 sd 25 Pebruari 2011. Untuk kesana aku menggunakan transportasi bis. Tepatnya, dari Terminal Samarinda Seberang, aku bertolak sekitar pukul 16.00 wita dan akhirnya sampai ke tempat tujuan pagi harinya sekitar pukul 8.00 wita.

KOTA-KOTA DI KALIMANTAN SELATAN

Menginjakkan kaki di Provinsi Kalimantan Selatan adalah yang ketiga kalinya. Pertama pada waktu Prajabatan sekitar bulan Mei Tahun 2007. Kedua, sekitar bulan September 2008 bertepatan dengan bulan puasa sewaktu mengantar berkas kepegawaian ke BKN Regional VIII Banjarmasin. Dan yang ketiga ini adalah sewaktu mengikuti Diklat Manajemen Kepegawaian.

Perjalanan menuju Balai Diklat di Banjarbaru harus melewati beberapa kabupaten,  antara lain Tanjung, Barabai, Kandangan, Martapura dan lain sebagainya. Jarak antar kabupaten satu dengan kabupaten lainnya tidak terlalu jauh. Beda sekali dengan di Kalimantan Timur dimana jarak antar kabupaten sangat berjauhan sehingga kadang untuk menempuhnya harus menggunakan pesawat.

Provinsi Kalimantan Selatan adalah provinsi yang lumayan agamis. Disana banyak berdiri pesantren dan juga banyak ulama handal yang dihasilkan. Aku teringat sewaktu prajabatan, ketika melewati Kota Martapura, ramai pemuda pemudinya yang berpakaian muslim bersepeda  menuju majelis-majelis taklim. Mereka giat menuntut ilmu agama untuk kehidupan akherat.

Pemandangan ini sungguh berbeda dengan yang ada di Banjarmasin sebagai ibukotanya. Banjarmasin yang aku lihat telah menjelma menjadi kota modern dengan kehidupan sosialita masyarakatnya yang mengikuti trend perkembangan jaman sebagaimana kota-kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan, ketika berkunjung ke mall terbesar disana, yaitu Duta Mall, aku bisa menyaksikan anak-anak mudanya sangat fashionable dalam berpakaian.

SEWAKTU DISANA

Sewaktu disana tidak banyak yang aku lakukan. Seingatku hanya 3 kota saja yang benar-benar aku jelajahi. Pertama adalah Martapura. Di Kota Martapura ini, tepatnya selesai kegiatan prajabatan, aku menemani temanku membeli batu-batuan alam. Memang, Martapura terkenal sebagai kota penghasil intan sehingga dinamai kota berintan. Tetapi temanku tidak membeli intan yang mahal itu lho. Ia hanya membeli batu-batu hias biasa untuk oleh-oleh. Selanjutnya, kunjungan kedua ke kota ini adalah pada sekitar September 2008 bertepatan dengan bulan puasa sewaktu mengantar berkas Kepegawaian ke BKN. Sehabis dari BKN, aku bersama temanku menyempatkan diri untuk sholat zuhur di Masjid terbesar di Kota Martapura ini. Aku lupa namanya. Yang pasti kami sempat tidur-tiduran di lantai masjid untuk beristirahat sehabis berkeliling ke pasar tradisionalnya yang ternyata letaknya tidak jauh dari masjid. Rasanya lega bisa merasakan lantai masjid yang dingin selepas disiram terik matahari menyengat di bulan ramadhan.

Banjarbaru adalah kota yang juga aku jelalahi dengan cukup lama. Bagaimana tidak. Disinilah aku menghabiskan waktu mengikuti diklat prajabatan dan diklat manajemen kepegawaian. Disini juga BKN Regional VIII Banjarmasin bermarkas. Jadi kalau kesini, tujuan utama, kalau tidak ke balai diklat pasti ke BKN Regional. Oh ya, biasanya kalau ke Banjarbaru untuk mengantar berkas ke BKN, kami biasa menginap di Hotel Rahayu. Dan itu jugalah yang aku dan temanku lakukan pada September 2008 lalu. Dan uniknya lagi, karena bertepatan dengan bulan ramadhan, maka untuk pertama kali pula aku sahur di hotel dan tidak bersama keluarga.

Kota lain yang tidak boleh dilewati sewaktu berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan adalah Banjarmasin. Satu hari sebelum kegiatan prajabatan berlangsung, aku bersama teman-teman menyempatkan diri kesana. Dan untuk pertama kali itulah aku melihat langsung rupa Kota Banjarmasin. Sebuah kota yang menurutku menuju pada kemoderenan. Hal  itu semakin diperkuat sewaktu diklat manajemen kepegawaian kemarin, aku dan teman sekamarku kembali kesana dan mengunjungi Duta Mall, sebuah pusat perbelanjaan modern dan terbesar di Kalimantan Selatan.

DIKLAT MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

Diklat Manajemen Kepegawaian ini pesertanya adalah para pengelola kepegawaian dari instansi yang menaungi unit kerja kami dan berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Pesertanya sebenarnya 30 orang. Tapi yang hadir cuma 28 orang saja. Disamping diklat manajemen kepegawaian, ada juga diklat-diklat lain yang diselenggarakan pada waktu yang sama tetapi dikhususkan untuk kalangan guru. Jadi, kalau dijumlah, di balai tersebut mungkin ada sekitar 100 orang yang lebih mengikuti diklat dengan jenis yang berbeda.

Di dalam kelas bersama peserta lain
Foto bersama dengan narasumber dari BKN

Berbicara tentang diklat manajemen kepegawaian berarti yang dibahas seputar masalah kepegawaian. Mulai dari pengangkatan CPNS, kenaikan pangkat, remunerasi, sampai pemensiunan. Narasumber diklat tersebut adalah dari kalangan widyaiswara balai sendiri sampai dengan pihak yang berkompeten yaitu BKN Regional Banjarmasin.  Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan selain diskusi dan tanya jawab, juga ada kegiatan Orientasi Lapangan (OL) ke BKN Regional Banjarmasin di Jln. Bhayangkara No. 1 Banjarbaru. Selepas dari OL, kami diharuskan membuat karya tulis berkenaan dengan topik yang kami pelajari saat kunjungan ke BKN. Nah, disaat kunjungan tersebut, kami jadi tahu banyak tentang detil pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai BKN, mulai dari penyiapan berkas, meneliti, memproses sampai dengan hasil akhirnya. Kami juga berkesempatan melihat ruangan kerja, aula pertemuan, sampai dengan perumahan pegawai yang terletak dibelakang kantor. Wah, perumahannya benar-benar asri.

Kamar tempat menginap. 1 kamar dihuni 2 orang
Keadaan asrama di lantai 2. Aku menginap di kamar 110

Selama  10 hari itu, aku direpotkan dengan gagang kacamata yang patah sewaktu berwudhu. Aku bingung mencari tempat optik untuk menggantinya. Apalagi balai diklat ini letaknya dipinggiran dari Kota Banjarbaru. Namun untunglah, teman sekamarku memiliki keluarga disini sehingga ia bisa meminjam motor dan berbaik hati mengantarkanku ke pusat kota. Dan setelah berkeliling lama, akhirnya kami hanya bisa menjumpai 1 toko optik. Di toko optik yang bernama Optik Bintang itulah aku mengganti gagang yang patah dan harus merogoh uang sekitar Rp. 225.000,-

Gedung tempat belajar peserta diklat
Peringatan maulid nabi di aula
Nasi samin

Oh ya, diseberang balai diklat, ada penjual buah. Sewaktu kesana, aku menemukan buah naga. Aku lalu membelinya karena penasaran sebab sampai saat ini belum pernah mencoba rasanya. Sebenarnya di Supemarket Samarinda buah naga ini juga banyak dijual. Tapi entah kenapa selalu tidak terpikir untuk membelinya. Jadi, berhubung sudah didepan mata aku beli saja. Ternyata rasanya manis dan mengeluarkan banyak air yang berwarna merah sehingga tanganku pun berlumuran dengan warna merah tersebut.

Diluar hal tersebut, banyak sesuatu yang kualami. Seperti ketakutanku apabila tidak bisa mengakses internet ternyata tidak terbukti. Disana, internet dengan mudah diakses karena pihak balai diklat menyediakan wireless gratis. Jadilah, para peserta yang membawa laptop bisa berinternet ria dengan sepuasnya. Dan itu sangat terasa manfaatnya. Didalam kelas saat pembelajaran berlangsung, ketika narasumber menyebutkan peraturan ini dan itu, maka  dengan cepat para peserta mencari peraturan tersebut di internet dan langsung mengunduhnya. Wow, betapa teknologi telah memudahkan segalanya. Sementara aku yang tidak membawa laptop cuma bisa meminjam dari peserta lain untuk mengetahui keadaan terkini dari kedua blogku tersebut. Kebetulan temanku yang berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya dari daerah Berau yang bernama Rachmat Rosyidi juga membawa laptop. Jadi, aku bisa sekali-kali meminjamnya.

Aula di BKN Kanreg Regional VIII Banjarmasin

Disamping itu, aku juga sempat bertemu dengan kedua temanku yang sama-sama seruangan dengan aku di kantor pada hari selasa malam.  Mereka ada tugas ke BKN Regional VIII Banjarmasin. Alhasil, aku sempat menginap 1 malam di Hotel Rahayu dimana temanku tersebut menginap.

Pada akhirnya, kegiatan diklat manajemen kepegawaian telah terselesaikan. Selama 10 hari tersebut banyak pengetahuan yang aku perolehi, terutama sekali mengenai bahasan tentang pemensiunan yang menjadi tupoksi utama pekerjaanku di kantor. Semoga dengan semua ini, aku bisa mengambil manfaatnya.

25 thoughts on “Diklat Di Kalimantan Selatan

  1. Wah.. asyik banget nih ceritanya.. Aku suka tulisan tentang daerah-daerah seperti ini. Menambah rasa kepenasaranku terhadap Kalimantan…
    btw, semalat ya mas sudah menikmati 10 hari yang menyenangkan, lain kali sifat pemalu tidak boleh di jadikan alasan untuk tidak ikut acara apapun. Karena apapun acaranya pasti menyenangkan..😀

  2. Ifa, ternyata baru selesai ikut diklat manajemen kepegawaian ya!
    Muidah-mudahan semua materi di diklat ini bisa dimanfaatkan optimal buat institusi dimana Ifan bekerja sekarang🙂
    Saya jadi ingat pernah mengikuti diklat kearsipan beberapa tahun lalu, saat masih menjadi seorang PNS. Itu malah aneh, karena yang lain pada nggak mau, akhirnya saya aja yang mengajukan diri buat ikut diklat tersebut…hehe, ceritanya saya punya obsesi buat merintis pengarsipan yang baik dan benar di kantor kami.

    Syukurlah, diklat selama 5 hari itu bisa saya terapkan. dengan dukungan pimpinan, seorang arsiparis seperti saya ternyata bisa juga membuat sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada. Seneng, pastinya.

    Ada kepuasaan dan kebahagiaan tidak ternilai kala kita melakukan sesuatu yang seharusnya memang dilaksanakan🙂

    Oya, saya cuma pernah ke Banjarmasin dan Martapura lo…kayaknya Banjarbaru dan Samarinda pengen juga saya datangi…😀

  3. wah, topik ta ku banget nih. pelatihaan itu termasuk dari pengembangan sumber daya. jadi mestinya karyawan itu seneng kalo disuruh pelatihan. karena bakal bertambah pengetahuan, keterampilan, dan sikapnya. juga nunjukkin kalo perusahaan care sama karyawannya
    *halah*

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi…

    Penulisan hebat tentang pengalaman yang dilalui selama 10 diklat di Kalsel walau ringkas tetapi bermakna untuk dikongsikan bersama terutama saya yang tidak pernah menjejak kaki kie bumi Kalimantan walau di tanah yang sama di Pulau Borneo.

    Penceritaan perjalanan Ifan memberikan saya banyak pengetahuan sehingga menyimpan impian untuk berwisata ke sana suatu hari nanti.

    Diklat sangat penting bagi menambah ilmu untuk meningkatkan profesionalisme kita. Biar mantap dan berkesan tugas di kantor. Hmm… kok asyik bilang pemalu aja nih, Fan. Benar dech.. kalau dilihat pada foto Ifan di atas, kayaknya memang pemuda pemalu. Tapi bila dilihat pada penulisannya yang mesra pembaca ini, ternyata sifat malu itu larut dalam kepintaran memutar bahasa yang baik dan mudah difahami.😀

    Salam mesra dan senang dapat bersapa kembali dengan Ifan.
    Salam ceria selalu dari Sarikei, Sarawak.

  5. Wah…pasti asyik yach…belajar sambil jalan-jalan, kalau pas belajarnya malas, jalan-jalan asik..heee..salam mas Ifan…terima kasih banget kunjungannya.

  6. mengikuti diklat ada suka dukanya, saya pernah diklat pulang-pulang malah nambah berat badan mungkin karena pola makan teratur, tidur cukup dan banyak duduk selama berhari-hari🙂

  7. Saya kira cuma di tingkat pendidikan, sperti sekolah/kampus yang ada diklatnya..
    sampai dunia kerja masih ada diklat ternyata🙂
    mungkin perlu jg yah, untuk menambah ketrampilan

  8. sangat beruntung sekali dapat mengikuti diklat apalagi diprovinsi lain, Pasti perjalanan yang sangat menyenangkan dan menghasilkan suatu perubahan yang lebih baik.

  9. wah, pastinya perjalanan kali ini nambah ilmu dan pengalaman baru dong mas,🙂
    satu yang jadi perhatian saya, lingkungannya bersih dan asri sekali yah, pasti betah deh disana.
    salam hangat, bangauputih ^_^

  10. syukur alhamdulillah bisa diberi kesempatan mengikuti diklat, menambah ilmu, melihat kota lain dan bertemu teman-teman baru dan gratis🙂

    mesjid terbesar di Martapura kalau tidak salah namanya Masjid Raya Al-Karomah. Bener ga ya Mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s