Cireng


Dalam satu bulan terakhir ini, saat melintas di jalan KH. Ahmad Dahlan Samarinda, tepatnya diluar pintu gerbang SMPN 2, pandangan mataku selalu tertuju kepada sebuah rombong gerobak. Rombong gerobak tersebut warnanya merah mencolok  sehingga menjadikannya mudah dikenali saat seseorang melintas disitu. Penasaran dengan hal itu, aku lalu berhenti dan hendak mengetahui apa yang sebenarnya ada dalam rombong gerobak. Setelah diselidiki, ternyata dalam rombong gerobak tersebut berisi penganan ringan yang bernama cireng. Penjualnya adalah seorang bapak yang jika berbicara sangat kental logat sundanya.

Cireng dalam berbagai bentuk

Sebenarnya aku pernah mendengar tentang cireng ini. Tapi apa dan bagaimana rasa dari cireng tersebut masih belum aku ketahui.  Nah, kebetulan ada yang menjualnya, maka ini kesempatan bagus buatku untuk mencicipinya. Kebetulan harganya juga lumayan terjangkau, yaitu Rp 1500 per 1 cireng. Jadilah aku beli beberapa untuk dibawa ke rumah agar anggota yang lain juga bisa mencicipinya. Tanggapan mereka tentang cireng ini ternyata positif. Apalagi isi dari cireng tersebut beraneka rasa. Ada yang isi sosis, keju, coklat, ayam, dan ikan tuna. Sebenarnya, cireng yang asli isinya adalah oncom. Berhubung oncom sulit ditemukan di Samarinda, maka digantilah dengan yang lain. Bisa dikatakan bahwa cireng yang sekarang ada merupakan hasil modifikasi untuk mengikuti selera pasar agar mungkin terlihat lebih modern. Tentu saja, dengan berbagai macam isi dan aneka rasa tersebut membuat lidah semakin bergoyang.

Saat kutanya kepada penjual apa sebenarnya cireng ? Eh, si penjualnya malah menasehatiku untuk mencari tahu hal tersebut di internet  dengan mengetikkan kata cireng pada mesin pencari google. Aku yang mendengar itu menjadi terbengong. Astaga, kok bisa sampai sejauh itu, pikirku dalam hati.

cireng yang sedang digoreng

Akhirnya karena memang penasaran, maka kuikuti juga saran dari penjual tersebut dengan mencari di internet tentang segala hal yang berhubungan dengan kata cireng. Dari hasil penelusuran, maka terkuak juga apa itu cireng. Dan berikut penjelasan mengenainya :

Cireng atau dapat disebut juga dengan Aci Goreng merupakan makanan khas Sunda. Cireng termasuk ke dalam makanan strata menengah – bawah. Cireng dalam bentuk berbeda biasanya dijual untuk konsumsi murid-murid SD. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng.

Bahan :

  • 100 g tepung kanji
  • 1 sdm tepung terigu
  • 75 ml air
  • ½ sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 1 siung bawang putih, parut
  • 30 g kedelai putih, rendam hingga lunak, tiriskan
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • minyak goreng

Cara membuat :

  • Aduk tepung dengan air, merica, dan garam hingga rata.
  • Tambahkan bahan lainnya, aduk rata.
  • Goreng sesendok demi sesendok hingga kuning dan kering. Angkat dan tiriskan.

Sajikan :

  • sajikan hangat dengan cabai rawit.
  • Untuk 10 buah.

Setelah tahu cara pembuatan cireng, apakah tertarik untuk membuatnya sendiri? Kalau iya, maka perlu diacungin jempol atas semangatnya tersebut. Tetapi apabila hal itu terasa membebani, lebih baik membeli jadi saja dan menyantapnya panas-panas🙂

23 thoughts on “Cireng

  1. Wah.. saya malah baru denger apa itu cireng! Seumur hidup kayaknya gak pernah liat. Sayang banget mas Ifan gak nampilin fotonya, kan saya juga ingin tahu.
    Di medan kayaknya belum ada. hmmmm…😀

  2. selama di bogor saya belum pernah mencoba makan cireng, padahal teman2 kerap menawarkan saya, bagi saya terlihat aneh, padahal belum saya coba.may be next time dicoba dech🙂

  3. Owalah….. itu singkatan toh, baru tahu dan baru dengar. Maklum gak pernah mencari ilmu kanuragan di tanah pasundan😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Setuju Ifan, saya juga lebih pilih beli daripada bikin sendiri😉

    Cireng aneka isi ini juga sebetulnya saya tidak terlalu suka, kalau boleh milih, saya akan pilih cireng original yang tanpa isi, aja…lebih alami rasanya!

  5. harga Rp 1500 per 1 cireng. 1 cireng tu kayak apa ya mas…

    kalo si penjualnya menasehati untuk mencari tahu hal tersebut di google itu masih lumayan mas. Nah kemaren teman ku kehilangan HP dirumah, terus dia tanya sama mamanya, mamanya malah menjawab tuh cari aja di google jangan tanya sama mama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s