Sejarah Motorku


Tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya motor inilah motor pertama yang aku miliki dan masih tetap setia aku kendarai hingga kini. Motor itu adalah motor Suzuki Smash Type FK 110 SCD dengan tahun pembuatan 2008. Ia aku beli pada tanggal 16 April 2008 secara kredit selama 2 tahun (23 bulan) dengan cicilan perbulan Rp. 751.000,-. Uang mukanya pada waktu itu Rp. 500.000,-. Untuk membayar cicilan tersebut, aku terpaksa patungan dengan kakakku. Jadilah, setiap bulannya aku harus menyisihkan setengah dari gaji yang aku terima.

Awal sejarah memiliki motor tersebut adalah secara tidak sengaja. Didahului oleh telah bekerjanya aku pada suatu kantor di intansi pemerintah. Untuk sampai kesana dari rumah, aku biasanya hanya berjalan kaki. Meskipun sebenarnya jarak antara rumah dan kantor tidak terlalu jauh, tapi lama-kelamaan rasanya lelah juga. Akhirnya terus kepikiran diotak ini bahwa suatu saat aku juga harus memiliki motor untuk mempermudah aktivitasku agar bisa kemana-mana.

Untuk mewujudkan hal itu tidak mudah. Ini dikarenakan bahwa aku belum bisa mengendarai motor. Mungkin terdengar agak memalukan. Tapi itulah faktanya. Dari sekolah sampai lulus kuliah, aku kalau hendak kemana-mana yang tujuannya jauh, selalu mengandalkan angkot atau biasanya nebeng ikut kendaraan teman. Tentu ketidakbisaanku itu sangat membatasi mobilitas sehingga perkembangan hidupku ini rasanya stagnan, hanya dari sini dan sini saja. Kadang ada rasa menyesal juga kenapa tidak dari dulu aku belajar mengendarai motor. Tapi begitulah, penyesalan datangnya selalu terlambat.

 Sebenarnya sudah lama aku ingin bisa seperti orang lain yang mahir mengendarai motor. Tapi keinginan untuk belajar mengendarainya terhalang oleh keberanian diri yang rapuh. Hingga pada akhirnya keadaan itu memaksaku untuk mengubah segalanya. Dan pengubahan itu dimulai saat aku bekerja. Mau tidak mau aku harus menekadkan diri untuk melepaskan label dari seorang yang tidak bisa mengendarai motor menjadi seorang yang bisa.

Bermodal sedikit keberanian dan juga motor butut hitam milik kakakku, aku berlatih mengendarainya. Latihan tersebut aku lakukan di Stadion Segiri Samarinda. Sehabis sholat subuh, aku langsung kesana ditemani oleh bapakku yang menjadi instrukturnya. Harus kuakui, awalnya berat untuk bisa, terutama yang menyangkut soal keseimbangan. Belum lagi aku harus direpotkan saat pergantian gigi satu ke gigi berikutnya. Tapi dengan keinginan yang kuat, aku berusaha untuk sabar dan tidak mudah menyerah. Dan, setelah sekian waktu belajar, aku akhirnya bisa juga mengendarai motor. Aku lalu meningkatkan kemampuan dengan mencoba mengendarai motor tersebut tidak hanya di seputar Stadion Segiri saja tapi juga mulai merambah keluar dengan mengelilingi jalan protokol di Samarinda.

Setelah dirasa cukup bisa, aku lalu memutuskan membeli motor Suzuki Smash. Senangnya tak terkira. Ia kini telah menjadi bagian dari kehidupanku. Meski sering lecet karena beberapa kali terjatuh, tapi sampai sekarang ia tetap berdiri kokoh dan terus membantu untuk mengantarkanku kemana-mana. Entah sampai kapan ia akan bertahan. Pokoknya, selama ia masih bisa melaju, maka selama itu juga ia akan terus menemani hari-hariku. Paling tidak, ia akan menjadi sejarah yang tak pernah kulupakan sebagai motor pertama yang aku miliki.

27 thoughts on “Sejarah Motorku

  1. Wahaha…
    Pasti sebelumnya mas Ifan juga gak bisa naik sepeda ya? Biasanya kalau sudah bisa naik sepeda, naik motor pasti gampang, karena sudah terbiasa dengan keseimbangannya.. hihi..😀
    Oke deh,, sepeda motornya keren.. semoga selalu awet..😆

  2. biru nya, boleh juga,,
    saya jago bersepeda tapi ga bisa juga dengan motor yang harus nuker2 gigi ( ga pernah belajar juga:mrgreen: )
    dengan adanya smash mobilitasnya semakin mudah..

  3. sesuatu yang dimiliki dari hasil jerih payah sendiri memang membuat bangga dan bahagia
    apalagi sangat bermanfaat untuk urusan sehari-hari
    motornya masih cling yaa…Mas Ifan pasti rajin merawatnya🙂

  4. saya dari naik mobil malah sekarang lebih senang naik motor mas,abisnya cepat sih nyampenya gak macet. maklum jakarta macet terus sih belakang ini,kalau pakai mobil sulit memperkirakan waktu kalau janjian🙂

  5. senasib Kang
    motorku: beli di medan tahun 2001
    2006 ikut pindah ke semarang, ganti plat nomer
    2008 diboyong ke jakarta, masih belum berubah
    sebuah sejarah hidup masyarakat pinggiran Kang..

    sedj

  6. Pengumuman, bagi yang motornya rusak bisa di bawa ke tempatku. Aku sudah biasa betulin motor😆
    Btw, mas sampai kuliah gak bisa naik motor❓ pasti gak pernah rame2 demo di kantor bupati dengan konvoi motor ya😕

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  7. hehehe… sering terjatuh waktu belajar naik motor ya pak? pengalaman yang sama dong. bedanya sejak terjatuh aku kapok nggak pernah mau lagi belajar. kemaren ada duit rencananya mau ngridit motor malah kubeliin laptop. memang untuk org macam aku (yang jarang pergian) lebih butuh laptop ketimbang montor.

  8. Waaah, motor bersejarah rupanya, Ifan!

    Saya justru tidak bisa naik sepeda, kalau motor sih lumayan bisa, entah sekarang…hehe, semakin bertambah umur, keberanian kok semakin berkurang ya…😀

  9. Saleum,
    Saya jadi ingat swaktu belajar naik motor kelas 5 SD, latihannya di lapangan bola, sempat juga nyungsep dalam parit😀
    Ohya mas,semoga saja motornya awet sampe masanya ya
    Saleum dmilano

  10. semangat terus mas bro…saya pun seorang penunggang smash lawas lansiran 2003 tapi hingga kini masih setia dan diriku tak kan berpaling ke lain hati…..smash itu motor tangguh ..walau sempat tak terurus selama 3 tahun tapi mesinnya tetap tokcer… kini udah ku make over jadi kelihatan cantik seperti baru….SALAM DARI BALI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s