Berkunjung Ke Kota Semarang


DI BANDARA

Seminggu sebelum bulan ramadhan tiba, aku dan kelima temanku ditugaskan untuk menghadiri workshop kepegawaian yang diadakan oleh instansi pusat. Kegiatan tersebut tepatnya berlangsung dari tanggal 26 sd. 28 Juli 2011 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Tentu ini menjadi hal yang bermanfaat bagiku. Bukan saja mendapatkan banyak pengetahuan seputar masalah kepegawaian yang memang selama ini menjadi tugas pokokku tetapi juga berkesempatan untuk menengok rupa dan keindahan sebuah kota di tengah-tengah Pulau Jawa.

Pagi sekali, tepatnya pukul 06.00 wita pada hari senin, 26 Juli 2011 aku bersama kedua temanku meluncur meninggalkan Kota Samarinda menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Sementara ketiga temanku yang lain berencana berangkat pada sore hari. Pesawat yang membawa kami adalah dari maskapai penerbangan Sriwijaya Airlines yang sesuai jadwal akan terbang pada pukul 09.00 wita. Alhamdullillah pemberangkatannya tepat waktu. Selama 1 jam 30 menit, kami mengambang diudara menyaksikan hamparan awan yang bergelantungan persis membentuk gumpalan gulali. Tanpa terasa waktu 1 jam 30 menit itu kami lalui singkat dengan mendarat di Bandar Udara Juanda Surabaya. Kami memang harus transit di bandar udara ini karena tidak ada penerbangan langsung dari Balikpapan ke Semarang. Menurut info yang kudapat penerbangan selanjutnya dari Surabaya ke Semarang akan memakan waktu selama 45 menit. Tadinya kupikir transit ini tidak akan terlalu lama. Namun perkiraanku meleset. Ternyata terjadi penundaan selama hampir 2 jam lebih. Tentu saja kompensasi dari penundaan tersebut adalah kami mendapatkan jatah makan siang gratis. Meski harus kuakui kalau menunya standar saja dan tidak membangkitkan selera. Ya, paling-paling hanya untuk sekedar mengganjal perut saja agar tidak sampai keroncongan. Namun, ada hikmanya juga sih pesawat tersebut ditunda keberangkatannya. Aku dan temanku bisa menyelesaikan urusan tiket yang sewaktu di Bandara Sepinggan Balikpapan ada kekeliruan dimana nota harga tiket pesawat untuk penggantian uang saku yang harus disetor ke panitia pusat ternyata  lupa diserahkan oleh petugas maskapai Sriwijaya Airlines kepada kami. Alhasil kami pun menyambangi kounter maskapai Sriwijaya Airlines di bandara Juanda tersebut dan menjelaskan permasalahan yang berlaku. Alhamdullillah semuanya terselesaikan dengan baik. Selain mampu menyelesaikan masalah yang ada, kami juga berkesempatan untuk berkeliling melihat-lihat keadaan sekitar dari Bandara Juanda. Hmmm…aku sendiri terpesona melihat bangunan megah bandara tersebut. Apalagi banyak kounter-kounter mewah seperti butik, restoran, aksesoris, tas dan sebagainya yang menjadi tenantnya.

Kesibukan di Bandara Juanda Surabaya

Berpose di Bandara Juanda Surabaya

Oh ya, mengalami hal dimana pesawat harus transit di bandar udara di kota lain adalah hal baru bagiku. Selama ini jika bepergian ke luar kota dengan pesawat pastilah selalu mendapatkan penerbangan langsung. Tentu ini menjadi pengalaman berharga. Aku jadi tahu bahwa sesampai di bandar udara tempat transit tersebut kita harus melapor untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. Nah, ada sesuatu yang unik ketika hendak pulang dan harus kembali transit di bandara yang sama. Ternyata setelah melapor, kami kembali berada pada pesawat yang sama. Aku menjadi bingung. Kupikir selama ini kalau mengalami transit, otomatis pesawatnya juga berganti. Ternyata tidak selalu ya🙂 .

Di Bandara Ahmad Yani Semarang

Setelah ditunda cukup lama akhirnya pesawat terbang juga. Dan hanya dalam tempo 45 menit, kami telah menginjakkan kaki di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kami menunggu beberapa saat karena menurut info dari temanku yang berangkat sore hari akan ada panitia lokal yang akan menjemput kami. Namun setelah cukup menunggu, rasanya belum nampak kehadiran panitia. Kami pun tidak tahu persis mana yang menjadi panitia karena tidak ada spanduk atau keterangan lain yang bisa menjelaskan hal itu. Kemudian berbekal nomor HP yang kami punya, kami coba hubungi panitia. Ternyata tidak ada yang mengangkat meskipun nomor HP tersebut aktif. Kami lalu bersekapat untuk menunggu lebih lama dan jika dalam waktu 30 menit kedepan belum ada juga panitia, maka kami akan menyewa mobil. Tiba-tiba pandanganku tertuju kepada seorang bapak yang menggunakan seragam PNS. Pada baju dibagian bahunya tersebut terlihat jelas logo instansi tempat aku bekerja. Maka dengan spontanitas aku beranikan diri untuk menyapa dan bertanya. Ternyata dugaanku tepat. Bapak tersebut adalah panita lokal yang akan menjemput kami. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah berada dibandara ini. Namun karena pesawat yang delay akhirnya ia pulang.

WORKSHOP DAN KEGIATAN SELAMA DISANA

Workshop kepegawaian itu sendiri membahas tentang Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Hadir dalam workshop tersebut adalah para pengelola kepegawaian se-jawa dan kalimantan. Kalau tidak salah pesertanya berjumlah lebih dari 100 orang. Pembicara dalam workshop adalah para Pejabat Pembina Kepegawaian instansi pusat dan juga dari Badan Kepegawaian Negara. Kurang lebih selama 2 hari di sebuah ballrom di Grand Candi Hotel, kami para pengelola kepegawaian dikumpulkan untuk dibekali dengan berbagai materi yang nantinya bisa dijadikan referensi dalam menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Kegiatan workshop kepegawaian

Untuk menghindari kepenatan selama kegiatan berlangsung, maka setelah materi selesai pada sore hari, aku bersama temanku menyempatkan diri untuk berkeliling-keliling melihat keindahan kota Semarang. Tepatnya pada hari kedua, oleh panitia lokal sana yang dengan senang hati mau mengantar kami untuk melihat wajah Kota Semarang yang sesungguhnya. Didalam mobil yang kami tumpangi, ia menerangkan banyal hal tentang Kota Semarang mulai dari pusat jajanan, tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang rata-rata terkonsentarasi di daerah Simpang Lima Semarang. Malah, ia menyarankan kami untuk mengunjungi Gedung Lawang Sewu. Itu lho, gedung yang dulunya dianggap angker oleh masyarakat sana karena berhantu dan pernah menjadi tempat syuting acara uji nyali Trans TV. Tapi kami dengan halus menolak ajakannya tersebut karena hari yang sudah hampir menjelang maghrib. Alhasil, kami hanya bisa menyaksikan keindahan Gedung Lawang Sewu yang beraksitetur eropa belanda tersebut dari kejauhan. Tapi kami merasa puas telah mengetahuinya.

Lobi Grand Candi Hotel

Menurutku Kota Semarang ini sangat bersih. Lalu lintasnya juga lancar. Disamping itu, gedung-gedung milik perusahaan swasta maupun pemerintah tertata dengan rapi. Belum lagi bangunan pusat perbelanjaan dan juga hotel bintang lima yang menjulang tinggi berdiri dengan kokohnya. Sungguh merupakan kombinasi yang bagus karena selain memunculkan kemoderenan juga masih mengekalkan gaya tradisi lamanya. Pokoknya indah dan nyaman untuk dipandang mata.

View diambil dari ketinggian lantai 6 Grand Candi Hotel

Puas berkeliling-keliling melihat suasana kota, kami lalu meminta si supir untuk mengantarkan kami ke tempat dimana bisa membeli oleh-oleh khas Kota Semarang. Lalu diantarkanlah kami ke Jalan Pandanaran. Di jalan tersebut berjejer outlet-outlet yang menjajakan berbagai penganan ringan. Kami kemudian memasuki salah satu outlet yang kalau tidak salah ingat namanya adalah Juwana. Di outlet tersebut kami berburu penganan ringan seperti wingko, bakpia pathok, dan juga bandeng presto. Kalau aku pribadi memilih untuk membeli wingko, bakpia pathok dan juga brownies. Namun ternyata orang rumah protes karena aku tidak membeli bandeng presto. Kata tanteku, bandeng presto juwana adalah bandeng presto yang enak rasanya. Mana aku tahu kalau bandeng tersebut enak rasanya secara aku tidak terlalu familiar dengan rasanya. Malahan menurutku penganan yang enak tersebut adalah wingko babat karena ketika dikunyah dimulut rasanya kenyal. Padahal kalau kuperhatikan bahannya sederhana saja. Terbuat dari campuran tepung ketan dan santan. Yang menjadi istimewa adalah wingko babat ini tersedia dalam berbagai rasa. Ada rasa nangka, coklat dan kelapa. Harganya pun terjangkau. Kalau tidak salah 1 kotak yang isinya duapuluhan lebih hanya sekitar Rp. 27.000,- Disamping itu, hal yang membuat kami betah berbelanja disitu adalah pelayanannya yang ramah dan juga cepat. Namun yang mengganggu dari tempat tersebut adalah banyaknya pengemis yang berkeliaran. Kasihan juga sih melihat keadaan mereka sehingga ada keinginan untuk memberi. Tapi dikhawatirkan teman-teman sesama pengemis lainnya bakal mengerubungi kami meminta hal yang sama.

Setelah berhasil mendapatkan penganan ringan, kami lalu menuju ke sebuah mall terbesar di Kota Semarang, yaitu Mall Ciputra yang terletak di Jalan Simpang Lima. Di mall ini kami melihat dan berkeliling mencari barang apa saja yang ingin dibeli. Namun toh pada akhirnya mentok juga pada toko baju. Dan sudah barang tentu, kalau sudah berada disana, tergiurlah untuk membeli beberapa lembar pakaian.

Selanjutnya, dari mall tersebut kami putuskan kembali ke penginapan untuk mengikuti materi berikutnya. Tentu saja rasa lelah yang kami dapatkan usai berbelanja sangatlah luar biasa. Sampai-sampai aku tidak konsentrasi mendengarkan materi yang disampaikan pada malam itu karena saking ngantuknya mata ini.

Teman-temanku

Pagi hari pada hari ketiga acaranya adalah bebas. Kami lalu merancang untuk kembali menyusuri Kota Semarang sebelum akhirnya harus meningggalkan kota tersebut pada jam 11.00 wib. Setelah berdiskusi kami bersepakat untuk mengunjungi Kuil Sam Poo Koong. Kuil Sam Poo Kong ini kami pilih karena tidak sengaja melihatnya sewaktu dalam perjalanan dari Bandara Ahmad Yani menuju Grand Candi Hotel. Bangunannya yang unik, mencolok serta didominasi oleh warna merah telah mencuri hati kami untuk mengetahuinya lebih dalam. Maka satu-satunya jalan untuk mengetahui kuil tersebut lebih detail adalah dengan mengunjungi langsung. Alhasil, kami menuju kesana dengan menggunakan angkutan umum. Awalnya menggunakan bus lalu dilanjutkan dengan naik angkot. Benar saja, sesampainya disana kami terpukau dengan bangunan megah tersebut. Berada disana serasa berada di negara China. Dan akhirnya aku tahu juga sejarah dari dibangunnya kuil tersebut. Singkatnya adalah Kuil atau kelenteng Sam Poo Kong terletak di daerah Simongan, Semarang. Cukup mudah dicapai dari tengah kota Semarang, ada papan petunjuk jalan yang jelas. Sering disebut Gedung Batu karena di dalamnya terdapat gua batu besar yang dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho (dikenal juga dengan nama Sam Poo Tay Djien) beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa.

BERTEMU FARAH QUENN SI ALA CHEF

Ada sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Ya, aku bertemu dengan Farah Quenn yang sering nongol di Trans TV membawakan acara masak-masak Ala Chef. Ceritanya bermula pada hari kedua saat sarapan pagi di restoran Grand Candi Hotel. Sewaktu asyik makan, temanku mengatakan bahwa ia melihat seseorang yang mirip dengan Farah. Tetapi ia tidak seratus persen yakin. Aku lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Dan benar saja, aku pun melihat sosok yang mirip Farah tersebut. Sama seperti pemikiran temanku, aku pun tidak yakin apakah orang tersebut adalah Farah Quenn atau bukan. Masalahnya adalah tampilannya agak berbeda. Di televisi terlihat lebih berisi, tetapi disini agak kurusan. Dan hari itupun berlalu dengan rasa penasaran.  Pada hari ketiga masih ditempat yang sama, kami kembali bertemu dengan sosok tersebut. Tiba-tiba kulihat banyak orang yang minta berfoto dengannya. Menyaksikan hal tersebut, aku langsung yakin seratus persen bahwa sosok tersebut memang benar si Farah Quenn. Dengan keyakinan tinggi, akhirnya aku dan temanku memberanikan diri untuk juga berfoto bareng dengannya. Syukurlah ia menerima permintaan kami tersebut. Tentu perasaan senang yang kami dapatkan. Jarang-jarang lho aku bisa foto bareng dengan orang yang terkenal. Seingatku baru kali ini saja aku bisa seperti itu.

HAL YANG DIRASAKAN

Selama mengikuti kegiatan workshop kepegawaian tersebut banyak hal yang kurasakan. Yang pasti perasaan senang menjadi sesuatu yang hampir menyelimuti hari-hariku selama disana. Namun tidak dipungkiri juga ada sesuatu yang kadang membuatku grogi dan cemas.  Salah satunya adalah terpisahnya kamarku dari teman-temanku. Aku ditempatkan di kamar pada lantai 6, sementara temanku malah berada dalam satu kamar di lantai 5. Namun syukurlah teman sekamarku ternyata umurnya sepantaran dengan aku dan sangat bersahabat. Namanya Rusdi. Ia berasal dari STAIN Pamekasan.

Hal lain yang yang kurasakan agak merepotkan adalah ketika hendak naik ke lantai atas, maka kita harus memasukkan kartu kamar kita kedalam lift. Padahal selama ini jika naik lift aku tinggal pencet nomornya saja dan langsung otomatis akan langsung menuju lantai yang dituju. Namun disini tidak. Akibatnya bagi orang yang tidak mengetahuinya akan kebingungan dan hanya bolak-balik saja di dalam lift. Dan ternyata kalau kuperhatikan banyak juga para peserta workshop kepegawaian ini yang masih kagok menggunakan lift meski mereka sebenarnya tinggal di pulau jawa yang fasilitasnya lengkap dibanding mereka yang tinggal di luar pulau jawa. Ternyata semua itu tidak menjamin.

Oh ya, hal yang paling kusuka selama disana adalah sarapan paginya. Menu yang disajikan pada sarapan pagi tersebut sangat beragam. Pikirku, mumpung berada disana aku mencoba mencicipi aneka jenis makanan yang selama ini hanya bisa kulihat di TV. Akupun mencicipinya dengan porsi yang sedikit-sedikit saja. Yang terpenting adalah bisa mengetahui bagaimana rasa dari makanan tersebut. Antara lain yang kucoba cicipi dari makanan tersebut adalah kimchi, salad-salad ala amerika dan kue-kue pastri khas eropa.

Nah, itulah kegiatan yang aku alami selama tiga hari tersebut. Banyak yang aku dapatkan dari sana. Selain pengetahuan juga kesenangan karena bisa mengetahui kota orang. Tentu ini adalah sesuatu berharga yang belum tentu aku dapatkan lagi kedepannya. Yang pasti semua ini akan menjadi kenangan indah dalam kehidupanku. Dan aku telah merekamnya lewat blog ini:mrgreen:

This slideshow requires JavaScript.

22 thoughts on “Berkunjung Ke Kota Semarang

  1. Wah,, keren mas. Sungguh!!
    Ternyata ada hikmahnya juga kalau transit, bisa sekalian menjejakan kaki ke kota yang sebenarnya bukan menjadi tujuan..
    Ohya, Foto-fotonya sudah keren sih, tapi gayanya terlalu kaku, kurang narsis mas. hihihi..😆

  2. sungguh cerita yang seru nih, serasa ikut ke semarang bersama:mrgreen: mas irfan merekamnya dengan baik😀
    saya pikir sedang santai ke semarang rupanya dalam rangka tugas toh:mrgreen: asik banget ketemu FarahQ segala lagi😆
    *hehehe temen-temen mas irfan babeh-babeh semua, jangan-jangan mas irfan paling mudah yah di kantor

  3. Mampir ke lawang sewu dong,
    keren kalo malam, bisa wisata sejarah juga
    bisa liat banker jaman dahulu,
    penjara jongkok, penjara berdiri, macem-macem.
    kapan ke Semarang lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s