Menjadi Peserta Upacara HUT RI


Berhubung masih dibulan Agustus, maka aku ingin bercerita tentang suasana dimana aku berkesempatan menjadi peserta upacara pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 66. Meski agak terlambat tetapi tidak sama sekali mengendorkan semangatku untuk menceritakannya. Hari Rabu tanggal 17 Agustus 2011, aku menjadi salah satu orang yang ditugaskan oleh instansi tempat aku bekerja untuk menghadiri kegiatan Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 66 Tingkat Provinsi di Stadion Sempaja Samarinda. Kalau boleh jujur kukatakan bahwa baru kali ini aku menghadiri secara langsung kegiatan yang sifatnya berskala besar yang mengusung tema tentang kemerdekaan. Selama ini jika mengikuti acara semacam itu, paling banter hanya tingkat sekolah atau tingkat instansi. Makanya ketika ada kesempatan itu, kusambut dengan gembira dan berkeyakinan akan bisa menyaksikan secara langsung para pasukan pengibar bendera yang selama ini hanya bisa aku saksikan di televisi. Paling tidak sekali dalam seumur hidup aku bisa dengan mata kepala sendiri menyaksikan derap langkah para pengibar bendera merah putih itu  meski hanya tingkat provinsi saja.

Aku telah berada di Stadion Sempaja pada pukul 08.00 wita sesuai dengan arahan pada surat tugas yang aku terima. Namun pada kenyataannya acara baru berlangsung pada pukul 10.00 wita. Alhasil aku harus menunggu lama. Tapi tidak apa-apa. Pikirku hal ini belum seberapa dibandingkan dengan pengorbanan hebat yang dipersembahkan para pahlawan bangsa yang gugur merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Jadi, aku tidak boleh mengeluh hanya karena lama menunggu. Lagian menunggu acara tersebut dimulai tidak harus berdiri. Cukup duduk manis di tribun.

Akhirnya sampailah pada acara puncak dimana para pasukan pengibar bendera berjalan tegap membawa bendera duplicate yang telah diserahkan oleh inspektur upacara, dalam hal ini adalah Gubernur Kalimantan Timur, Bapak Drs. H. Awang Faroek Ishak, M. Si. Mereka dengan percaya diri tinggi menampilkan formasi barisan yang rapi. Gerakan mereka sama semua. Sangat terlatih dan indah untuk dipandang mata. Pastilah mereka berlatih keras untuk mampu menciptakan acara baris-berbaris yang sempurna. Tidak mengherankan para peserta upacara pun berdecak kagum melihat kemampuan mereka tersebut. Dan paling penting dari semua itu adalah berhasilnya mereka melaksanakan tugas utama yaitu mengibarkan sang saka merah putih ke udara. Tak pelak tepuk tangan dari semua yang hadir bergema diseluruh stadion sebagai tanda pujian dan sanjungan atas keberhasilan menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka.

Aku pribadi merasa puas bisa menyaksikan acara pengibaran sang saka merah putih pada peringatan proklamasi kemerdekaan RI pada tahun ini. Paling tidak aku bisa merasakan atmosfer yang tercipta 66 tahun silam disaat proklamasi kemerdekaan untuk pertama kalinya dikumandangkan oleh Soekarno Hatta. Ini juga sekaligus memupuk kepekaanku untuk semakin mencintai negara Indonesia. Dan tentu aku berharap semoga negara Indonesia kedepannya menjadi negara makmur yang  fokus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya secara merata tanpa pandang bulu.

24 thoughts on “Menjadi Peserta Upacara HUT RI

  1. Wah… Sejak lulus SMA saya gk pernah lagi ikut upacara. Dulu saya sering ikut sebagai Paskibra mengibarkan bendera, untuk perlombaan antar sekolah dan upacara 17an cuma sampai tingkat kecamatan.

    Kalau lihat orang berpakaian paskibra, rasanya teringat masa2 latihan dulu, capek luar biasa..🙂

  2. wah..sukses yah mas upacara di Sempaja…
    17 Agustus kemarin saya lagi ditugaskan di Tarakan, yah meski gak upacara, cukup melaksanakan tugas negara saja..hehehe…

    salam, lama gak ketemu…

  3. Upacara bendera juga selalu bikin saya bangga jadi warganegara Indonesia, Ifan.
    Tahun ini saya ikut upacara di sebuah kabupaten yang bener-bener membuat aya terkesan, karena tertibnya, karena kehangatan tamu undangannya…🙂

  4. kebayang bagaimana rasanya upacara pukul 10😆 puasa lagi …. tapi sepertinya asyik sekali menjadi peserta upacara kalau orang no satu di daerah turut serta yah. serasa ikut upacara di istana negara:mrgreen: *sayangnya abis upacara enggak ada ramah tamah (baca: dapet snack) karena bulan puasa😆

  5. Wow, budaya Indonesia yang paling terkenal pun sampai ada di Upacara HUT RI, ‘Jam Karet’🙂

    Aaah, saya masih harus menikmati upacara sekolah selama beberapa tahun kedepan :p

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi…
    ,
    Alhamdulillah, kedatangan Syawal setelah berakhirnya Ramadhan sebentar lagi menjadi saksi kepada ibadah yang kita jalani. semoga keberkatan dan rahmat Allah akan mengiringi setiap langkah ke depan dalam kehidupan.

    Hadir ini, untuk mengucapkan Minal aidin wal fa’izin buat sahabat yang selalu berbagi kebaikan di dunia maya. Maaf dipohon jika ada kesilapan sepanjang silaturahmi selama ini. Semoga diberi kesihatan dan kebahagiaan di hari yang mulia ini.

    SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
    MAAF ZAHIR DAN BATHIN

    Salam Ramadhan yang mulia dari Sarikei, Sarawak.😀

  7. Hallo mas Ifan, mumpung masih ada kesempatan, saya pribadi mohon maaf lahir dan batin untuk kesalahan dan kehilafan yang mungkin pernah saya perbuat. Sekiranya mas Ifan mau memaafkan saya!

    Terima kasih dan selamat berhari raya Idul Fitri..😀

  8. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
    Mohon maaf lahir dan batin
    Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala dosa dan kesalahan kita serta menerima semua amal ibadah kita Amiiin.

    Salam,
    Muhammad Mufti
    HALAMAN PUTIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s