Kesalahan Yang Berulang


Tidak tahu kenapa, selalu saja ada perasaan yang tidak baik bersarang didiriku. Padahal jelas-jelas aku mengetahui bahwa hal tersebut cepat atau lambat akan merugikanku. Namun, sampai saat ini aku masih belum mampu mengenyahkannya dari pikiranku. Bahkan tampaknya perasaan itu semakin menjadi-jadi menjajah pikiranku dengan terus menghasutku bertindak untuk melakukan sesuatu yang buruk yang bertentangan dengan hati nurani. Kekuatan yang selama ini menjadi andalanku untuk melawannya seakan hilang dan lenyap entah kemana.

Sejujurnya, perasaan yang buruk itu sangat menyiksaku. Ia telah mengubahku menjadi sosok yang kini hanya dikuasai oleh hawa nafsu. Hawa nafsu tersebut terutama muncul dalam bentuk godaan-godaan yang menjanjikan kesenangan sesaat. Dan entah kenapa, seperti ada yang menyihirku untuk terpikat kesana. Lalu pada akhirnya aku terperangkap dan dengan mudahnya tenggelam dalam gemerlap dunia tanpa berpikir panjang lagi bahwa semua itu adalah semu belaka. Akibatnya, aku  semakin jauh saja terperosok dalam kubangan dosa. Persis seperti orang yang tidak pernah menemukan pelita dalam gelapnya terowongan.

Aku sebenarnya telah berusaha meredam keinginan untuk tidak memperturutkan hawa nafsu. Namun dari pengalaman yang telah lalu tampaknya tidak terlalu berhasil. Aku pun juga tidak mampu mengambil pembelajaran dari dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku buruk tersebut. Selalu saja aku melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Padahal aku sering berikrar pada diri sendiri untuk mencoba memperbaiki diri. Namun ujung-ujungnya aku kembali melanggar ikrar tersebut. Ya, seperti janji manis yang terlupakan seiring berlalunya waktu. Begitu seterusnya sehingga mungkin bila boleh dikatakan bahwa aku ini seperti orang yang munafik. Mengingkari sesuatu yang telah diikrarkan dengan kuat. Bisa jadi, Tuhan mungkin telah bosan mendengar janji-janjiku yang entah berapa ribu kali kuucapkan kemudian aku langgar lagi.

Tapi aku tidak boleh pantang menyerah. Aku harus tetap menyemangati diriku untuk kembali mencoba menata hidup kearah yang lebih baik. Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku harus membebaskan diriku dari perbudakan nafsu duniawi. Untuk itu, aku harus mengendalikan dan mengontrol kehidupanku. Tidak boleh terus-terusan seperti ini. Harus punya keyakinan bahwa aku adalah penguasa bagi diriku sendiri. Hanya aku saja yang mampu mengubah diriku untuk menjadi manusia yang tidak dikuasai oleh hawa nafsu. Aku pun tidak boleh lemah lagi. Aku harus memaksa diriku untuk keluar dari rasa nyaman dan kembali hidup dalam jalan Tuhan. Dan aku percaya Tuhan pasti akan membantuku menghilangkan secara berangsur-angsur perasaan nafsu duniawi yang liar itu.

Lalu pada akhirnya semuanya itu tergantung pada diriku sendiri. Mau atau tidak mau berubah? Dan aku berharap aku  memiliki tekad yang kuat untuk memilih perubahan kearah yang lebih baik itu. Amin Ya Rabbal Alamin.

6 thoughts on “Kesalahan Yang Berulang

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi….

    Alhamdulillah, jika di hati kita mempunyai rasa bersalah tehadap kesilapan yang telah dan sedang dilakukan. Sekurang-kurangnya rasa itu menunjukkan masih wujudnya keimanan dalam diri walau sekelumit cuma sehingga kita bisa mengongkong diri untuk melaku ulang walau kesekian kalinya.

    Harus ingat Ifan bahawa Allah tidak pernah bosan mendengar rintihan hamba-Nya dan janji-janji yang cuba mereka perbuat untuk menghindari dosa. Yang selalu bosan adalah manusia itu sendiri yang merasa putus asa dengan rahmat Allah swt.

    Tulisan curhat dari Ifan sangat mengesan jiwa dan mencerah minda. Senang mendapat pesan yang baik dari tulisan dan pengalaman Ifan. Saya juga selalu merasa hal yang sama tetapi sentiasa berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

    Semoga Allah mengampuni kita dan memveri petunjuk kepada kita untuk menjadi hamba-NYA yang beriman dan bertaqwa. Aamiin.

    Salam mesra di penghujung pekan dari Sarikei, Sarawak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s