CPNS, Cerita Dimasa Lalu


Bulan-bulan kemarin sepertinya marak dengan pemberitaan mengenai Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Tentu, informasi semacam ini menjadi hal yang amat dicari-cari oleh mereka yang masih menganggur. Bahkan mereka yang telah bekerja di perusahaan swasta pun, masih tetap mempunyai keinginan yang kuat mengadu peruntungan pada bidang ini. Mencermati hal tersebut, aku jadi ingat pengalamanku sekitar 6 tahun yang lalu saat masih bergelut untuk menyudahi status penggangguran dengan mencoba ikut dalam tes CPNS tersebut. Dan inilah ceritanya…

Pekerjaanku yang sekarang ini adalah “Civil Servant” atau dalam Bahasa Indonesianya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagai seorang PNS aku ditempatkan pada bagian yang lebih banyak mengurusi masalah pengadministrasian pegawai. Memang, sejak hari pertama masuk kerja sebagai CPNS, aku langsung ditempatkan pada bagian ini. Aku tidak tahu mengapa ditempatkan pada bagian ini. Mungkin saja, pimpinan menilai aku lebih cocok ditempatkan pada bagian ini ketimbang di lapangan.

Sudah hampir sekitar 6 tahun aku menyandang status PNS. Waktu yang belum ada apa-apanya bagi seorang pemula seperti diriku. Aku perlu jam terbang lebih untuk benar-benar menguasai pekerjaanku yang sekarang ini. Terutama yang berhubungan dengan yang namanya peraturan dan perundangan kepegawaian. Kadang aku sering bingung sendiri menghadapi permasalahan seputar kepegawaian. Ini mungkin karena aku belum sepenuhnya memahami dan mengerti tentang peraturan kepegawaian yang berlaku. Ditambah lagi sering berubahnya peraturan tersebut sebagai penyempurnaan peraturan sebelumnya. Otomatis, aku harus rajin mencari referensi sana sini seputar hal itu.

kartu tanda peserta ujian yang masih kusimpan

Tidak terbayang sebelumnya bahwa aku akan bekerja sebagai PNS. Rasanya mustahil saja karena jumlah pelamar yang ikut tes pada waktu itu cukup banyak, sementara formasi yang diperebutkan tersebut hanya memerlukan 1 orang saja. Ditambah lagi adanya persepsi di masyarakat yang bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa untuk menjadi seorang PNS haruslah melalui jalur belakang dengan memberi uang pelicin kepada oknum tertentu ataupun paling tidak memiliki kekerabatan dengan pejabat penting. Persepsi-persepsi semacam itu sebenarnya melemahkan dan membuatku semakin pesimis saja. Tapi, aku menguatkan diri untuk tetap mencoba peruntungan. Tidak ada salahnya mengikuti tes ini. Setidaknya aku telah mencoba.

Proses untuk mengikuti tes CPNS tersebut penuh dengan jalur berliku yang harus kulalui. Ketika semua orang berkendaraan motor menuju lokasi pencariaan informasi CPNS, aku harus berjalan kaki di terik matahari menyusuri jalanan berbukit yang membuatku kelelahan. Belum lagi mengurus surat ini dan itu selama pendaftaran dimana dana yang kupunyai terbatas sementara orang-orang disekitarku itu yang juga turut mendaftar sepertinya berasal dari keluarga yang berada dimana uang bukanlah menjadi kendala. Mereka pun bergerombol bersama kelompok mereka membahas persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapi tes. Sedangkan aku hanya sendirian saja terpaku sambil memegangi surat lamaran. Dan hal-hal lainnya yang rasanya membuatku sepertinya kalah sebelum bertanding karena kondisi dan keadaan ini.

Nasib seseorang memang tidak bisa ditebak dan hanya menjadi rahasia Tuhan. Begitupun dengan aku. Tak disangka, aku ternyata lulus dalam tes penerimaan CPNS tersebut tanpa harus melalui apa yang dipersepsikan masyarakat selama ini. Hanya kesyukuran yang bisa kupanjatkan kepada Allah SWT atas karunianya ini.

Selama hampir 6 tahun menjalani profesi sebagai PNS, banyak suka dan duka yang aku hadapi. Sukanya adalah apabila pekerjaan yang dibebankan kepadaku dapat kuselesaikan dengan baik serta tepat waktu. Itu akan menjadi kepuasaan tersendiri yang tak dapat diukur dengan apapun. Dukanya apabila pekerjaan yang telah dikerjakan semaksimal mungkin tersebut mendapatkan tanggapan yang sebaliknya. Namun aku menyadari setiap pekerjaan pasti memiliki resiko. Aku harus menerima itu dan berusaha kedepannya untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan.

Terkadang, ada juga timbul perasaan jenuh dengan profesi ini. Namun setiap kali perasaan itu muncul, aku berusaha untuk menepisnya dan mencoba mengingat kembali bagaimana perjuanganku untuk bisa sampai pada keadaan sekarang ini. Selalu kucamkan dalam pikiranku bahwa tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan pada jaman sekarang ini. Masih banyak diluar sana, orang-orang menganggur, termasuk mereka-mereka yang telah mengeyam pendidikan di perguruan tinggi. Bayangkan jika itu menimpaku, pasti sulit untuk melaluinya. Jadi, lebih baik banyak-banyak bersyukur saja dengan karunia yang diterima selama ini.

13 thoughts on “CPNS, Cerita Dimasa Lalu

  1. Kesimpulan supaya lulus tes wawancara, jawablah apa adanya sesuai dengan kemampuan kita, tetapi tetap memerhatikan aturan yang berlaku. Jangan memaksakan diri, misalnya katakanlah, tidak akan keluar dari parpol bila telah menjadi PNS. Hal itu dapat mengurangi nilai dan memberi kesempatan kepada yang lain untuk lulus. Termasuk juga masalah gaji jangan sekali-kali diperdebatkan, karena memang sudah ada aturan baku (Peraturan Pemerintah), jadi kalau gak mau digaji segitu, ya sudah cari pekerjaan lain saja.

  2. Wah hebat…bisa lulus tes tanpa jalur belakang meski banyak saingan…. Saya sering salut dengan temen2x yang kerja jadi PNS karena ini nggak mudah. Semoga sukses selalu ya🙂

  3. Pas foto terakhir ukuran 4×6 cm (berwarna) sesuai dengan kriteria foto sebanyak 3 lembar: 1 lembar foto ditempel di formulir lamaran dan 2 lembar lainnya ditulisi nama Pelamar di bagian belakang foto (lihat kriteria foto di sini) .

  4. Tapi memang betul mas, persepsi masyarakat itu bisa melemahkan niat yang tulus untuk bisa menembus lewat jalur yang bersih. Dan ternyata jalur yang bersih itu ada karena saya sendiri juga sudah membuktikannya.

  5. bisa gak mas lulus tes cpns untuk orang yang belum punya pengalaman kerja alias nganggur hampir 1 tahun? apa bisa lulus tes administrasi gak ya?

  6. Semoga mas Ifan sukses mengemban tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, insya Allah jika dilakukan dgn niat ibadah akan memperoleh pahala dan barokah… Dinasnya di kantor mana mas Ifan??? Wass

  7. Kedua orang tuaq adlh pns dg gol cukup tinggi. Dan menurut ortu menjdi pns tdk bleh sembarang org krn selain intelektual dibutuhkn softskill agar bsa membwa diri. Klo cum pintar tpi tdk pny etika dlm bkrj bisa jdi tersisih dilingkungn kerja

  8. Saya pernah ikut CPNS namun kemudian gagal, skrg saya kerja di perusahaan swasta. Ditawari untuk ikut CPNS lg saya sudah malas, mau melanjutkan karir di perusahaan swasta juga malas. Saya pingin resign dan mengurusi toko saya dan travel yg sudah saya rintis sejak lulus kuliah. Lama2 malas juga kerja jd pegawai, tiap hari nuruti perintah orang, klw salah dimarahi klw benar dianggap biasa. Jd PNS pun saya rasa sama, itulah sebabnya saya mau resign saja dan jadi pengusaha. Mengatur hidup sendiri tanpa campur tangan pimpinan yg klw ngomong se-enak udelnya saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s