Konsisten Menjaga Tekad


Ternyata tidak mudah untuk mencapai apa yang sudah ditekadkan. Awalnya saja yang bersemangat dan berusaha keras untuk mewujudkan tekad tersebut. Tetapi baru beberapa hari sudah mulai terlihat kegagalan. Kegagalan itu berupa pengingkaran janji yang telah aku buat. Aku tidak tahu kenapa hal ini mudah sekali terjadi pada diriku. Aku cepat sekali tergoda kepada kebiasaan lama yang sesungguhnya merugikan bukan hanya untuk hari ini tapi juga aku yakin merugikan untuk kedepannya.

 Memang benar, seperti yang pernah aku baca pada salah satu artikel tentang motivasi bahwa manusia lebih senang berada pada zona aman dan enggan beranjak pada sesuatu yang penuh dengan kesukaran. Padahal kesukaran itu sendiri adalah awal untuk menuju pada kesuksesan. Namun, awal untuk melangkah dari kesukaran itu yang tampaknya berat. Kita sudah terbiasa berada pada zona aman dan untuk meninggalkannya tersebut diperlukan kekuatan yang menguras energi kita.

Okelah akhirnya langkah awal itu berhasil kita laksanakan. Namun tantangan berikutnya  ternyata tidak kalah hebatnya. Ya, tantangan itu adalah menjaga kekonsistenan dari apa yang telah dilakukan. Nah, disinilah kita sering terpeleset. Banyak godaan dari kanan kiri yang akhirnya meruntuhkan kekonsistenan yang telah dibangun rapi. Apalagi jika lingkungan disekitar kita itu juga mendukung untuk menghancurkan kekonsistenan tersebut. Wah, lebih mudah lagi untuk kembali ke zona aman lalu tidak berbuat apa-apa.

Hal itulah yang sering menimpaku. Aku juga bingung kenapa aku sering gagal menjaga kekonsistenan tersebut. Padahal aku telah membuat langkah-langkah jitu supaya kekonsistenan selalu terjaga. Tapi ya itu tadi, godaan dari kanan kiri ternyata lebih kuat dan akhirnya aku kembali menghancurkannya. Rasanya lelah dan hanya bisa menyesali diri kenapa semua itu bisa terjadi. Tekad yang telah dicanangkan hanya tinggal tekad. Mewujudkannya serasa mengangkat batu gunung berukuran besar yang beratnya tiada terkira.

Pada akhirnya aku harus mengulang dari awal lagi dan lagi. Bosan karena sering kulanggar. Tapi mau bagaimana? Harus kembali aku lakukan karena memang hal itu yang harus dicapai. Mungkin ada baiknya aku mencoba membuat taruhan kecil untuk memotivasi diri sendiri. Tapi apa ya taruhannya?

9 thoughts on “Konsisten Menjaga Tekad

  1. Sama, aku juga begitu…
    Berkomitmen dengan tekad yang dibuat itu lebih sulit daripada membuatnya. Gak segampang mulut berucap. AKhirnya janji ya tinggal janji…
    Tapi jangan menyerah, teruslah…
    Gagal coba lagi, gagal coba lagi, gagal coba lagi…😀

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi…

    Alhamdulillah, senang membaca artikel yang bersemangat ini. Walaupun terlihat banyak cabaran dalam menetapkan tekad tetapi saya dapati Ifan sebenarnya tidak pernah berputus asa. Malah mahu terus mengusahakan lagi untuk konsisten dalam menjaga tekad.

    Saya yakin, pasti ada kejayaan sesudah itu. Yang pentingnya, jangan pernah putus asa dan jangan biarkan faktor-faktor sekeliling mempengaruhi tekad yang diusahakan kembali.

    Semoga sukses Ifan. Ditunggu kemantapan menjaga tekadnya di kemudian hari.
    Salam mesra selalu.😀

  3. “Hidup merupakan suatu pembelajaran” kata-kata itu juga selalu mengiang di dalam isi otakku Sob. Ternyata menata hati untuk konsisten itu tidak semudah mengucapkan apa yang selalu orang ucapkan. namun, bila kita berhenti akan satu titik dan tidak melakukan apa-apa nilainya juga sama dengan impas bahkan bisa rugi.

    Jadi intinya biarkanberjalan seperti air yang mengalir secara konsisten, Walau terhambat itu bersifat menurai sementara. Kita akan tahu dan bisa bercerita pada saat kita melewati proses semua ini. Apa rasa air putih, air coklat, atau pun air susu. Ok mas bro.

    Tetap semangat, selagi masih ada kehisupan di dalam raga kita, maka pintu kesempatn akan selalu terbuka.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. Sama, ithu jga lh hal yg q alami. ,, sya jga spendapat dngan para komentator. ,, jngan lh kta menyeran. . , krna mngkin ithu bgian pondasi kta untk dpt menuju k tingkat yg lebih tinggi.

  5. please go on forget all saying….. biasa kan tetap bekerja dengan suka cita….proses yang dilihat bukan hasil… biarlah waktu yang membuktikan (perlu orang lain yang bilang sich : sukses atau gagal)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s