Pindah Rumah


2013-05-30 06.09.28

Hampir 1 tahun lebih, aku dan isteri hidup mengontrak di sebuah rumah sewaan di bilangan Jalan Gerilya, Gang Masjid, Blok C, Samarinda. Banyak suka duka yang kami perolehi selama tinggal di rumah sewaan tersebut. Selama disana, kami belajar untuk hidup mandiri. Berusaha melepaskan diri dari ketergantungan dengan orangtua meski pada kenyataannya tetap saja merengek minta dibantu saat mengalami kesulitan atau mengalami hal-hal yang tidak bisa kami selesaikan.

2013-05-04 07.36.26

2013-05-04 07.36.09

2013-05-04 07.36.50

2013-05-04 07.37.39

Namun pada akhirnya, kami memutuskan untuk pindah dari rumah sewaan itu dan memilih mencari rumah sewaan yang baru. Melalui proses yang tidak sesulit ketika mencari rumah sewaan pertama, didapatkanlah rumah sewaan yang baru tersebut yang jaraknya tidak jauh dari rumah orangtuaku. Hanya perlu melangkahkan beberapa kaki ke belakang dari rumah orangtuaku.

2013-05-04 07.38.07

2013-05-04 07.38.20

2013-05-04 07.38.38

2013-05-04 07.39.02

2013-05-04 07.39.15

Banyak alasan yang melatarbelakangi kami pindah ke rumah sewaan yang baru yang letaknya tidak jauh dari rumah orangtua. Alasan utamanya adalah kondisi istriku yang sekarang ini sedang dalam keadaan hamil anak yang pertama dan saat tulisah ini diterbitkan, isteriku telah melahirkan. Dengan kondisi semacam itu, patut bagi kami mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dan kadang tidak terduga, dimana kami sendiri minim sekali pengalaman tentang segala hal yang berhubungan dengan proses kehamilan. Oleh karena itu, kami beranggapan bahwa akan sangat memerlukan bantuan orangtua saat :

  • Hari H proses persalinan berlangsung.
  • Ketika anak telah lahir, maka untuk sementara waktu perlu bantuan orangtua untuk merawat dan menjaga si kecil. Ini tidak bisa dihindari karena berhubung isteri juga bekerja dan waktu maksimal ia bisa bersama si kecil paling lama adalah 2 bulan lebih dari cuti yang didapatkan.

@@@@@

2013-05-04 07.39.38

2013-05-04 07.40.19

Beberapa hari sebelum pindah ke rumah sewaan yang baru, ada 2 hal utama yang harus aku kerjakan, yaitu :

  • Mengepak-ngepak barang. Pekerjaan mengepak barang ini ternyata lumayan merepotkan dan melelahkan. Meski telah dicicil beberapa hari, tetap saja saat hari H kepindahahan menjadi kalang kabut mengangkat dan menyusun barang-barang ke mobil pick-up agar termuat semua. Alhamdullillah, cukup 1 kali angkut saja untuk membawa barang-barang kami sampai ke rumah sewaan yang baru. Untungnya pada saat itu, aku dibantu oleh Bapakku. Beliaulah yang sebelumnya memesankan mobil pick-up plus sopir dan juga mengajak 2 orang yang bertugas membantu mengangkat barang-barang. Sayangnya, mungkin karena mobil pick-up tersebut terlalu penuh, ada beberapa barang yang sepertinya terjatuh saat dalam perjalanan. Ini kami sadari saat beberes-beres di rumah sewaan yang baru dan tidak menemukan barang tersebut.
  • Membersihkan rumah sewaan baru yang akan ditempati. Berhubung penyewa sebelumnya adalah penjual nasi goreng, maka pada bagian dapur rumah tersebut terlihat sangat kotor sekali. Mau tidak mau aku harus menyikat lantai dapur agar nyaman untuk digunakan. Bebersih-bersih itu pun aku lakukan dengan mencuri beberapa jam dari waktu kerja kantor saat pagi hari. Atau istilahnya bolos beberapa jam dari kantor. Habis mau bagaimana? Untuk menempati sesegera mungkin rumah sewaan tersebut, maka aku harus bekerja keras untuk membersihkannya. Sampai sempat terbersit di dalam hati ini perasaan dongkol dengan kenyataan yang harus aku terima dengan mempertanyakan kepada diri sendiri, mengapa untuk semua ini aku harus bersusah payah? Apa ini sepadan dengan apa yang telah aku bayar dan aku dapat?

2013-05-04 07.40.57

2013-05-04 07.40.35

Setelah segala sesuatunya siap, akhirnya pada hari Sabtu tanggal 6 April 2013, sekitar jam 10.00 pagi, proses pindahan itu dilaksanakan. Resmilah pada hari tersebut kami menempati rumah sewaan yang kedua di Jalan Tarmidi No. 32 RT. 15. Tugas selanjutnya adalah menata dan menyusun kembali barang-barang ke posisi yang seharusnya. Hal ini juga cukup menguras tenaga. Apalagi saat itu, mertua dari Balikpapan datang secara tiba-tiba sehingga tidak bisa dipungkiri memperlambat proses penataan. Akibatnya sehari itu, rumah sewaan yang baru masih terlihat seperti kapal pecah.

2013-05-04 07.41.31

2013-05-04 07.42.43

2013-05-04 07.44.08

2013-05-04 07.45.09

Rumah sewaan yang kedua ini berloteng dan cukup luas. Karena berloteng dan area-nya cukup luas, maka harganya pun lebih mahal dari harga rumah sewaan pertama. Setahun saja, kami harus mengeluarkan biaya 10 juta rupiah untuk membayarnya, dimana setiap setengah tahunnya harus menyetor ke pemilik rumah sebesar 5 juta rupiah. Semua biaya itu sudah termasuk biaya listrik dan air.

2013-05-04 07.45.16

2013-05-04 07.45.27

2013-05-04 07.45.35

2013-05-04 07.46.49

Mengingat rumah sewaan yang kedua ini areanya luas dan berloteng, sementara hanya kami berdua saja yang menempatinya, kadang tanpa dipungkiri, ada perasaan was-was yang menghampiri. Tapi kami mencoba menjalani semua itu Lillahi Taala saja. Berdoa dan memohon perlindungan Allah SWT agar terhindar dari berbagai macam gangguan adalah usaha yang sebatas ini bisa kami lakukan.

2013-05-04 07.47.01

1367622807063

2013-05-26 09.51.40

Kalau dihitung-hitung, untuk pindahan ini, lumayan besar juga biaya yang harus kami tanggung, meliputi :

  • Biaya sewa mobil pick-up dan sopir.
  • Biaya upah orang yang mengangkut-angkut barang.
  • Biaya membeli pompa air (meski ternyata telah tersedia pompa air lama di rumah tersebut).
  • Biaya-biaya lain (bohlam lampu, alat-alat listrik, dll).

Dan setelah hampir 2 bulan menempati rumah sewaan baru tersebut, aku pribadi dapat merasakan perbedaan antara saat tinggal di rumah sewaan pertama dengan rumah sewaan yang kedua ini. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya yang pada akhirnya menjadi alasan bagi kami untuk memutuskan apakah harus bertahan atau pindah. Dan setelah melalui pertimbangan sana-sini, kami memutuskan untuk pindah rumah dan memulai kehidupan baru lagi.

KEKURANGAN RUMAH SEWAAN PERTAMA :

  • Susah mendapatkan air PDAM. Biasanya air didapat dengan menyelang ke kran milik tetangga sebelah. Itupun tidak bisa setiap saat mengingat PDAM sering tidak mengalirkan air ke area ini.
  • Kalau hujan deras, banjir besar pasti terjadi sehingga sulit untuk melintas baik saat dalam perjalanan maupun saat berada di depan gang menuju rumah.
  • Jauh dari rumah orangtua maupun kantor.
  • Banyak tikus dan bekicot berkeliaran. Bahkan pernah kemasukan ular saat banjir besar melanda. Sejak rumah kemasukan ular pada Selasa, 29 Januari 2013 lalu, semakin kuat keinginan untuk pindah karena merasa trauma.
  • Ukuran rumah sedang sehingga kalau ada anggota keluarga yang menginap agak sesak.
  • Akses jalan rusak berat.
  • Merasa terpencil dan kesepian.

KELEBIHAN RUMAH SEWAAN PERTAMA :

  • Harga sewa lebih murah.
  • Parkir kendaraan agak mudah.

KEKURANGAN RUMAH SEWAAN KEDUA :

  • Harga sewa lebih mahal.
  • Parkir kendaraan agak susah karena jalan menuju rumah sempit.
  • Kalau air sungai pasang besar, maka akan terjadi banjir hebat hingga menggenangi bagian dapur.
  • Banyak koloni semut dan cicak yang berkeliaran.
  • Rumah yang luas dan hanya ditinggali keluarga kecil seperti kami, terkesan membuat perasaan kami was-was.

KELEBIHAN RUMAH SEWAAN KEDUA :

  • Air PDAM sampai sejauh ini lancar.
  • Ukuran rumah yang luas memudahkan untuk menaruh barang-barang maupun tersedia ruang lebih untuk untuk anggota keluarga yang menginap.
  • Dekat dengan rumah orangtua dan kantor sehingga memungkinkan untuk meminta berbagai macam bantuan.
  • Merasa lebih ramai karena bisa sesering mungkin ke rumah orangtua dan bertemu sanak saudara.

This slideshow requires JavaScript.

 

3 thoughts on “Pindah Rumah

  1. Ifan, selamat buat rumah barunya, selamat juga buat kelahiran putra pertamanya…double senengnya dong…mudah-mudahan barokah ya!
    Trima ksih juga buat aneka tips yang ditulis di postingan ini…sayang saya udah selesai pindahan dan baru baca tulisan ini.
    kapan-kapan, mau ikutan tips dari Ifan ah…ūüėÄ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s