Aqiqahan Dilla


20130915_092227

Alhamdullillah, salah satu kewajibanku sebagai orangtua untuk mengaqiqahkan dan menasmiyahkan puteri pertamaku telah terlaksana. Pada hari Minggu, 15 September 2013, tepat saat Dilla berumur 3 bulan 1 minggu 3 hari, acara tersebut dilangsungkan. Rasanya lega karena hampir dalam waktu 3 bulan tersebut selalu kepikiran didiri ini tentang hal tersebut. Jika belum terlaksana, seperti ada perasaan yang mengganjaI dan itu juga berarti membuatku tidak tenang. Banyak hal yang melatarbelakangi kenapa acara aqiqahan dan tasmiyahan itu baru terlaksana sekarang. Hal-hal itu harus dipertimbangkan dengan seksama mengingat acara tersebut melibatkan banyak pihak, terutama sekali keluargaku. Merekalah yang menjadi motor penggerak untuk mengurus ini itu mengingat aku sendiri tidak bisa diandalkan kalau mengurusi acara-acara yang sifatnya mengumpulkan massa.

Ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku dan harus menjadi fokus utama untuk dicarikan penyelesaiannya sewaktu mengadakan acara aqiqahan dan tasmiyah Dilla sebagai berikut :

1. Biaya

Mengadakan acara yang sifatnya mengumpulkan orang banyak tentu perlu biaya lebih untuk menjamu mereka. Apalagi disaat sekarang ini harga-harga kebutuhan pokok makin melambung tinggi. Mau tidak mau kami (aku dan isteri) harus menyiapkan dana besar. Untunglah ada simpanan yang bisa cair dengan instant. Meski begitu, ternyata pada hari-hari terakhir sebelum acara berlangsung, masih terjadi kekurangan. Mau tidak mau aku harus mencari dana tambahan lain. Untung saja ada. Kalau diperinci, biaya-biaya yang diperlukan itu meliputi : bahan makanan (termasuk menyembelih 1 kambing), sewa kursi, sewa ayunan tasmiyah, buah-buahan untuk hiasan ayunan, ongkos transportasi, honor pak ustad yang telah menasmiyahkan, honor bagi orang-orang yang telah membantu (cuci piring, masak nasi, dll) meski sebenarnya mereka tak meminta (tapi sebagai pemilik acara, ya harus tahu diri).

2013-09-15 07.56.17

20130915_092251

2. Waktu

Berhubung Dilla lahir berdekatan dengan akan datangnya bulan ramadhan, maka mau tidak mau, acara aqiqahan dan tasmiyahan harus dilakukan setelah lebaran. Tapi setelah lebaran pun, acara untuk Dilla masih belum bisa dilaksanakan berhubung harus menunggu terlebih dahulu acara pernikahan anak tertua acil.

3. Acara Pernikahan Anak Acil

Acil dalam bahasa banjir artinya tante atau bibi. Jadi ceritanya, anak tertua Acil akan melangsungkan pernikahan. Ini jadi dilema tersendiri lho buat keluarga. Ada yang menyarankan agar acara Dilla didahulukan. Tapi ada juga yang berbendapat untuk mendahulukan acara yang lebih besar. Setelah rembuk sana-sini diputuskanlah untuk mendahulukan acara pernikahan tersebut, yaitu tepatnya tanggal 1 September kemarin. Asumsinya adalah kalau sudah lepas dari acara yang lebih besar, maka akan lebih mudah untuk menyelenggarakan acara yang skalanya lebih kecil. Aku sih nurut bagaimana baiknya saja. Apalagi yang nanti bantu masak-memasak pada acara Dilla kan, siapa lagi kalau bukan si Acil yang memang jago masak.

4. Jalanan Yang Dicor

Sebenarnya sih senang dengan jalan di area dekat rumahku yang dicor dengan beton yang artinya akan memuluskan jalanan. Tetapi yang kukhawatirkan pada waktu itu adalah pengerjaannya yang tidak tahu pasti kapan akan dilakukan karena sifatnya yang bertahap. Aku jadi was-was mengingat aku dan keluarga bersepakat untuk mengadakan acara aqiqahan dan tasmiyah 2 minggu setelah acara pernikahan anak acil. Kalau sampai pengerjaan cor tersebut dilakukan mendekati hari H acara Dilla, bisa-bisa dimundur lagi. Itu yang aku takutkan. Tapi untunglah pengerjaan cor tersebut dilakukan sebelum hari H sehingga tidak ada penutupan jalan. Namun tetap saja pengecoran tersebut berimbas pada acaranya Dilla. Jalan yang dicor baru sebagian sehingga mengakibatkan luas jalan yang tadinya lebar menjadi sempit. Penyempitan ini akhirnya mengurungkan niat kami untuk menggunakan tenda. Juga pada waktu hari H acara, jalan menjadi macet total dengan hilir mudik kendaraan.

5. Tenda

Luas jalan yang menyempit akibat pengecoran menjadikan perdebatan diantara anggota keluarga tentang apakah perlu menggunakan tenda pada saat acara. Bapak dan adik-adikku menginginkan agar dipasang tenda supaya terkesan rapi dan tidak kelimpungan apabila terjadi hujan. Tetapi ibu dan kakak laki-laki yang nomor 2 menyarankan untuk menggunakan terpal saja mengingat kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Setelah melalui perdebatan, akhirnya dicapai kesepakatan untuk menggunakan terpal saja. Dengan digunakannya terpal berarti biaya yang tadinya dialokasikan untuk sewa tenda dapat dialihkan untuk keperluan lain.

2013-09-15 09.46.21

2013-09-15 08.10.41

6. Cuaca

Mengingat pelaksanaan acara Dilla sedang berada pada musim penghujan, maka hal itu juga turut aku kukhawatirkan. Aku hanya berdoa semoga cuaca pada waktu hari pelaksanaan bisa cerah. Kalau terjadi hujan maka bisa tempias di beberapa tempat karena hanya mengandalkan terpal. Syukurlah, cuaca pada saat itu bersahabat sehingga acara bisa berjalan lancar. Meski pada akhirnya hujan turun, tetapi tidak terlalu mengganggu karena terjadi saat akan berakhirnya acara. Undangan Dilla memang aku plot hanya dari jam 11 sd. 15.00 wita.

7. Undangan

Undangan juga menjadi hal yang dipersoalkan anggota keluarga. Tadinya sempat berkeinginan untuk membuatnya di percetakan biar terkesan ekslusif. Tapi karena jadwal acara pelaksanaan aqiqahan dan tasmiyahan yang belum tahu pasti dengan beberapa hal yang telah disebutkan diatas, akhirnya diambil keputusan untuk membuat undangan tersebut dari kertas biasa saja. Aku lalu mencari contoh-contoh undangan di internet. Dengan edit sana-sini, jadi juga undangan tersebut. Mungkin yang agak ribet adalah saat membuat peta alamat rumah. Kemampuan komputerku yang seadanya menjadikan pembuatan peta alamat rumah itu terlihat lucu.ūüôā

IMG_20130920_0001

IMG_20130920_0002

8. Menu Makanan

Banyak masukan dari anggota keluarga tentang pemilihan makanan. Semua saran itu sih menurutku bagus. Tapi terpulang lagi dengan dana yang ada. Ada yang menginginkan supaya tersedia menu sate. Namun ditentang oleh anggota yang lain dengan berargumen bahwa lebih baik menu ayam goreng tepung saja karena kalau sate pasti harus pesan dan dapatnya juga paling sedikit. Belum lagi karena menu utama dari aqiqahan adalah daging kambing, maka mau tidak mau harus pula ada menu daging sapi karena tidak semua orang bisa makan daging kambing. Tentu aku hanya mendengarkan saja pembicaraan mereka tentang menu makanan tersebut sambil harap-harap cemas memikirkan berapa lagi dana yang harus aku tombok. Apalagi bahan-bahan utama, seperti daging kambing harganya meroket. Ibuku memberitahu bahwa kambing yang ukurannya kecil harganya telah mencapai Rp. 1,7 juta ditambah dengan proses pengolahan memasaknya Rp. 700 ribu, sehingga total dana yang harus dikeluarkan Rp 2,4 juta. Itu baru untuk menu daging kambing. Kenyataannya, daging sapi dan juga daging ayam harga jualnya menjadi lebih tinggi dari hari-hari biasa. Entahlah apa yang menjadi penyebab mahalnya daging-daging tersebut. Apakah pada bulan-bulan itu banyak orang yang melangsungkan hajatan atau karena akan mendekati hari raya qurban.

2013-09-15 08.10.22

2013-09-15 09.46.05

2013-09-15 09.45.52

9. Dinas Luar

Beberapa hari sebelum acara digelar, ternyata aku ditugaskan oleh kantor untuk melaksanakan dinas luar ke Kota Banjarbaru dalam rangka pengurusan kenaikan pangkat dan pensiun di Kanreg VIII BKN Banjarmasin. Bersama 2 orang teman, kami berangkat Kamis siang, tanggal 12 September 2013 dan baru kembali pada Sabtu malam. Otomatis, tidak banyak waktu yang kumiliki untuk beristirahat karena keesokan harinya aku harus bersiap-siap dengan acara aqiqahan dan tasmiyahan. Tetapi ada untungnya juga sih aku melaksanakan dinas luar tersebut. Paling tidak, aku tidak perlu repot membantu menyiapkan acara dan tinggal melihat beresnya saja.:mrgreen: *evil laugh*

@@@

Walau banyak kendala yang dihadapi saat mempersiapkan segala sesuatunya, namun itu semua terbayar lunas dengan telah terselenggaranya acara aqiqahan dan tasmiyahan Dilla secara lancar. Paling tidak, pikiran-pikiran yang selama ini menggelisahkanku perlahan-lahan hilang dengan sendirinya. Apalagi saat acara inti berlangsung, yaitu pembacaan doa oleh ustad pada sekitar pukul 09.00 pagi telah dilaksanakan, aku merasa sangat lega. Meski Dilla sempat menangis saat berada didekapan tanganku, tetapi secara keseluruhan puteri kecilku itu tidak terlalu rewel.

2013-09-15 09.56.19

Aku sebagai bapaknya hanya berdoa semoga Dilla selalu sehat wal afiat dan dihindarkan dari berbagai penyakit. Diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan tentu saja semoga nanti saat besarnya menjadi pribadi yang taat beribadah. Amin Ya Rabbal Alamin.

20130915_091313

6 thoughts on “Aqiqahan Dilla

  1. Alhamdulillah…ikut lega dan senang dengan akikah Dilla ini, Ifan…smoga semua kesulitan, terbayar lunas dengan terlaksananya acara ini.
    Capek ta[i lega pastinya!
    Smoga Dilla menjadi anak yang sholehah, berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi sesama.
    Aamiin.

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan…

    Memang acara aqiqahan di Samarinda begitu ya. Banyak juga yang hendak disediakan ya. Sampaikan harus sedia kerusi dan ayunan. Berbeza benar dengan di kampung saya. Simple dan hanya dibuat di dalam rumah sahaja tanpa perlu menambah ruang di luar rumah. Lain tempat lain orang ya. Meriahnya tentu sama dan bahagia sekali apabila anak sudah diaqiqahkan.

    Saya doakan Dilla semakin sihat dan menjadi anak solehah. Pasti setiap perjalanan majlis aqiqahan dia nanti bisa menjadi kenangan terindah buat orang tuanya. Kalau anak yang lain nanti, tentu Ifan sudah punya pengalaman dan repotnya juga berkurangan.

    Salam sejahtera selalu.ūüėÄ

  3. Mas Ifan, selamat ya…., kalo saya lihat di foto kalo tak salah itu yang meminpin acara pak ustad guru H.Rusfani ya?…..

    1. Nah, mengenai ustad saya kurang tahu pak. Hal tersebut yang mengurus adalah om saya. Saya pribadi tinggal tahu beresnya saja:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s