Tanah Grogot dan Warna Ungunya


Ke Paser melalui laut dengan menggunakan ferry

Selama 2 hari, yaitu Rabu dan Kamis, tanggal 21 sd. 22 Agustus 2013, aku bersama dengan ketiga temanku (Pak Edy, Pak Supri dan Pak Jainal) melaksanakan dinas luar ke Kabupaten Paser untuk suatu urusan pekerjaan kantor. Kegiatan itu sifatnya adalah monitoring dan pembinaan kepegawaian.

Tentu, dalam setiap perjalanan dinas luar yang dilakukan, kami tidak pernah lupa untuk mengelilingi dan menjelajahi keadaan kota yang kami kunjungi tersebut. Dan bagi aku pribadi, kunjungan ke Tanah Grogot, Kabupaten Paser ini adalah kunjungan yang kedua. Pada waktu kunjungan yang pertama bersama rekanku yang lain, kami menginap di Hotel Mariola. Sedangkan pada kunjungan yang kedua ini dengan rekan yang berbeda, kami menginap di Hotel Bumi Paser.

Halaman depan Hotel Bumi Paser
Halaman depan Hotel Bumi Paser
Penampakan Hotel Bumi Paser
Penampakan Hotel Bumi Paser
Bagian dalam kamar Hotel Bumi Paser
Bagian dalam kamar Hotel Bumi Paser
Bagian dalam Hotel Bumi Paser
Bagian dalam Hotel Bumi Paser

Pada kunjungan kali ini, aku mengamati bahwa ada beberapa hal yang berubah dari Kota ini, yaitu :

  • Jalan-jalan penghubung yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Paser banyak yang dimuluskan dengan pengaspalan.
Jalan menjadi prioritas utama perbaikan
Jalan menjadi prioritas utama perbaikan
  • Pemerintah Kabupaten Paser mengubah wajah kotanya dengan mengecat kantor-kantor instansi pemerintahan dengan warna cat ungu dan putih dari yang sebelumnya yang didominasi warna hijau dan putih. Jadinya kota ini kelihatan terkesan lebih gaul. Bahkan, dibeberapa rumah penduduk juga sepertinya melakukan hal yang sama dengan mengecat rumah mereka dengan warna yang identik dengan warna janda tersebut. Sepertinya itu adalah himbauan dari Pemkab.
Warna ungu menjadi ikon baru Kabupaten Paser
Warna ungu menjadi ikon baru Kabupaten Paser
  • Rumah Sakit Umum Panglima Sebaya yang dulunya masih dalam tahap pembangunan/renovasi, sekarang telah berdiri megah dengan disekelilingnya dihiasi taman-taman, lapangan bermain, hingga telaga air yang diberi nama Telaga Ungu. Bahkan, disamping rumah sakit tersebut dibangun pula sebuah hotel berbintang tiga yang hampir rampung yang juga dicat dengan warna ungu putih. Saat melintas ke kawasan tersebut sempat terbaca bahwa nama hotel tersebut adalah Grand Sadurangas Hotel.
RSUD Panglima Sebaya dari kejauhan
RSUD Panglima Sebaya dari kejauhan
Berfoto di Telaga Ungu
Berfoto di Telaga Ungu
  • Pasar Senaken yang dulunya saat aku kunjungi tahun 2010 lalu dalam keadaan becek dan semrawut, sekarang telah ditata dan dikelola dengan baik. Tempatnya pun menjadi lebih luas dan telah dicor sehingga nyaman untuk dilalui. Juga yang tidak ketinggalan adalah warna ungu dan putih yang menjadi warna utama dari pasar ini. Tetap ya, Pemkabnya berusaha mempromosikan segala hal yang berhubungan dengan visi dan misi mereka.
Paser Senaken
Paser Senaken
Halaman parkir Paser Senaken
Halaman parkir Paser Senaken
Paser Senaken
Paser Senaken

Aku memahami, dengan otonomi daerah yang diterapkan, setiap Kabupaten dan Kota sepertinya berlomba-lomba untuk mempercantik dan memperbaiki fasilitas dan infrastuktur di daerahnya menjadi lebih baik. Dan Kabupaten Paser pun melakukan hal yang sama.

7 thoughts on “Tanah Grogot dan Warna Ungunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s