Outbond di Lembah Hijau


DSC_1830

Seumur-umur baru pertama kali ini aku berkesempatan mengikuti kegiatan outbond. Itupun karena instansi tempat aku bekerja yang mengadakan kegiatan tersebut. Dan kegiatan outbond itu sendiri adalah untuk yang pertama kali dilaksanakan di kantorku. Tujuan utamanya sih untuk memberikan penyegaran jasmani dan rohani kepada setiap pegawai agar tidak merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan. Disamping itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bersilaturahmi dan mengenal anggota keluarga pegawai yang lain.

Plang Nama Lembah Hijau yang kabur dan kusam
Plang Nama Lembah Hijau yang kabur dan kusam
Parkir kendaraan yang tidak begitu luas
Parkir kendaraan yang tidak begitu luas

Aku pribadi sebenarnya agak ogah-ogahan untuk mengikutinya mengingat kondisi kesehatanku yang pada saat itu tidak fit. Tapi karena telah berjanji dengan teman-teman seruangan/sedivisi  agar mengikuti kegiatan tersebut, maka rasa sakit yang masih diderita kukesampingkan dulu. Apalagi, kegiatan outbond itu sendiri merupakan kegiatan yang menjadi tanggung jawab ruangan/divisi kami. Dalam artian, divisi kami merupakan penyelenggara yang harus bertanggung jawab dalam mengkoordinir jalannya kegiatan. Untuk itulah, aku dan teman-teman sedivisi bersepakat berkumpul terlebih dahulu di kantor dan berangkat bersama-sama. Sementara pegawai yang lain diberikan pilihan, yaitu mereka bisa berangkat langsung ke lokasi atau jika ada yang tidak mengetahui lokasi persisnya kegiatan tersebut, dipersilahkan juga untuk berkumpul di kantor dan berangkat bersama divisi kami.

Anak tangganya banyak. Naik keatas lagi, bikin kaki pegel
Anak tangganya banyak. Naik keatas lagi, bikin kaki pegel
Cantiknya pemandangan di Lembah Hijau
Cantiknya pemandangan di Lembah Hijau

Kegiatan outbond ini dilaksanakan pada hari Minggu pagi, tanggal 15 Desember 2013 dan mengambil lokasi di kawasan Taman Rekreasi Lembah Hijau, Jl. Samarinda – Bontang Km. 15.5 (agak beberapa meter dari tempat wisata Kebun Raya Unmul Samarinda). Sesampainya disana, kami telah disambut oleh Tim Event Organizer (TIM EO – pihak ketiga yang disewa) yang akan memandu jalannya pelaksanaan outbond. Tim ini lalu mengarahkan kami untuk menuruni anak tangga menuju lokasi kegiatan yang letaknya agak turun kebawah. Jumlah anak tangganya lumayan banyak sehingga kalau harus kembali naik keatas, lumayan bikin kaki pegel. Oh ya, untuk menyesuaikan dengan suasana lokasi yang bernuansa alam, maka pakaian yang digunakan peserta selama outbond berlangsung juga disetting seragam, yaitu hijau dedaunan.

Kolam yang bisa juga digunakan untuk pemancingan
Kolam yang bisa juga digunakan untuk pemancingan
Banyak pohon yang masih asri
Banyak pohon yang masih asri

Jika diperhatikan dengan seksama, kawasan Taman Rekreasi Lembah Hijau ini sebenarnya cantik sekali. Letaknya yang agak menjorok kebawah memungkinkan pengunjung  yang berada dibagian puncak dapat melihat pemandangan elok berupa hamparan sawah yang hijau membentang serta berbagai jenis pepohonan asli khas Pulau Kalimantan yang tumbuh subur dan rimbun. Perpaduan tersebut menghasilkan lanskap alam yang sedap dipandang mata. Fasilitas yang tersedia juga sebenarnya cukup memadai. Ada gazebo-gazebo yang dapat digunakan untuk duduk bersantai, pendopo pertemuan, mushola, toilet, kolam pemancingan, lapangan untuk area bermain dan juga ground camping. Sayangnya, semua itu sepertinya kurang dibarengi dengan perawatan. Alhasil fasilitas yang telah ada tersebut menjadi agak terbiar sehingga terlihat agak kusam dan kotor. Tentu keadaan  yang kurang higienis itu rawan sekali mengundang nyamuk untuk bersarang. Untuk mengantisipasinya, Tim EO melakukan pengasapan (fogging) terlebih dahulu. Kekurangan lainnya adalah plang nama penunjuk bahwa kawasan itu adalah Taman Rekreasi Lembah Hijau agak tersembunyi karena tertutupi dedaunan sehingga menyulitkan pengunjung untuk menemukan letaknya. Jadi tidak heran kalau aku sendiri merasa asing dan baru tahu dengan tempat ini  meski sebenarnya telah beberapa kali melintas di kawasan yang menjadi penghubung utama menuju Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Belum lagi lahan parkir yang ada juga terbatas.

Salah 1 permainan yang dilakukan pada kegiatan outbond
Salah 1 permainan yang dilakukan pada kegiatan outbond
Bersantai di pendopo sambil menikmati snack
Bersantai di pendopo sambil menikmati snack
Yang ini lagi leyeh-leyeh di gazebo dekat kolam
Yang ini lagi leyeh-leyeh di gazebo dekat kolam

Terlepas dari semua kekurangan itu, kegiatan outbond berjalan lancar dan seru. Meski jumlah peserta yang ikut tidak seperti yang diharapkan, tetapi hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara. Peserta yang hadir nampak bersemangat karena selain dihibur dengan musik elektone dari para penyanyi yang mendendangkan lagu-lagu dangdut dan pop, mereka juga antusias mengikuti permainan-permainan yang dipandu oleh Tim EO. Permainan tersebut ada yang dimainkan secara perseorangan dan ada juga yang dimainkan secara berkelompok. Dan selama permainan berlangsung, gelak tawa dan teriakan histeris penuh kegembiraan tidak henti-hentinya terdengar. Apalagi saat ada peserta yang melakukan kesalahan atau kalah dalam permainan, maka akan diganjar dengan hukuman berupa joget jalan bebek dan juga disuruh bernyanyi. Pokoknya, permainan-permainan tersebut mengajarkan peserta untuk bagaimana caranya bisa berpikir cepat dan tepat, bagaimana berkonsentrasi penuh, dan bagaimana cara menjaga kekompakan bersama kelompok dalam memenangkan permainan melawan kelompok lain. Aku sendiri juga tampak hanyut dengan keseruan permainan dan tak beranjak sampai acara usai. Rasa sakit yang tadinya kualami sepertinya menghilang begitu saja dan berganti dengan rasa riang dari suasana yang tercipta.

Ada hiburan elektone lho
Ada hiburan elektone lho
Mejeng dulu bersama teman
Mejeng dulu bersama teman
Selesai permainan, ditutup dengan foto bersama
Selesai permainan, ditutup dengan foto bersama

Acara pamungkas dan yang paling ditunggu-tunggu dari kegiatan outbond ini tentu saja permainan Flying Fox, yaitu meluncur dari sebuah ketinggian dengan pengaman seutas tali. Ternyata tidak semua peserta berani untuk mencoba Flying Fox ini. Tim EO sendiri telah mengingatkan kepada peserta yang memiliki penyakit jantung dan ketakutan terhadap ketinggian untuk tidak mencobanya. Lain halnya dengan diriku yang memang sedari awal telah bertekad untuk mecoba permainan Flying Fox ini. Pikirku adalah anak kecil saja berani meluncur dari ketinggian (dan itu membuktikan bahwa mereka bermental kuat), lalu kenapa tidak dengan diriku? Dan akhirnya tanpa perlu berpikir lama dan dengan mengumpulkan segenap keberanian, aku berhasil merasakan sensasi meluncur dari ketinggian bukit menggunakan tali. Meski awalnya merasa ngeri dan sedikit mengalami sindrom ketakutan takkala melihat ke bawah bukit yang terjal, toh aku sukses juga mendarat ke tanah (walaupun tidak terlalu mulus) dengan posisi badan yang sempat terhuyung-huyung kebelakang. Dan bagiku sendiri, dengan telah mencoba permainan Flying Fox untuk pertama kalinya ini berarti mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa serta tidak akan membuatku merasa penasaran lagi.

Serunya bermain flyingfox. Tapi tidak semua berani mencoba
Serunya bermain flyingfox. Tapi tidak semua berani mencoba
Action dulu sebelum meluncur di ketinggian
Action dulu sebelum meluncur di ketinggian

One thought on “Outbond di Lembah Hijau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s