Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 3)


20140215_101121

Pada hari kedua saat mentari pagi menampakkan sinarnya, kami telah bersiap diri untuk sebuah petualangan yang menyeronokkan. Ya, rencananya pada hari itu kami akan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi pelancongan di Malaysia. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Namun, sebelum pergi, kami terlebih dulu mengganjal perut dengan sarapan pagi ala kadarnya. Aku dan adik-adik memilih untuk bersarapan di sebuah kedai yang terletak bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap (yang dikelola oleh orang yang wajahnya sepertinya berasal dari wilayah India Selatan atau Pakistan). Namanya Restoran Al-Wira dan menu di kedai tersebut didominasi oleh roti-rotian, dan aku sendiri mencoba roti dadar telur yang cocolannya berupa kuah kari. Sementara minumannya adalah teh tarik. Untuk roti dan minum tersebut aku harus merogoh kocek 3,2 RM.

Restoran Al Wira di samping My Hotel
Restoran Al Wira di samping My Hotel
Menu yang dipesan
Menu yang dipesan, roti dadar telur beserta minuman teh tarik

Selesai bersarapan, kami menunggu jemputan di lobi hotel. Kakak telah menghubungi orang yang rencananya akan menjemput dan menjadi pemandu kami selama sehari itu. Dan setelah beberapa menit menunggu, akhirnya orang itu muncul dengan mobil van warna hijau putih yang lebih dikenali dengan nama Bas Persiaran. Perawakan orang tersebut tinggi besar dengan warna kulit hitam legam khas etnis tamil. Dari tampang dan sikapnya, menurut kami terlalu datar untuk ukuran sebagai pemandu. Bicaranya lugas dengan intonasi suara yang keras dan ceplas-ceplos (penilaian secara subyektif). Saat menawarkan beberapa paket wisata pun sepertinya tidak mau kurang lebih. Alhasil, kami menurut saja alternatif yang ia tawarkan tersebut dengan berharap semoga jalan-jalan ini tetap menyenangkan meski beberapa tempat harus dicoret dari list yang kami inginkan sebelumnya.

Dan berikut tempat-tempat wisata yang dikunjungi pada hari kedua tersebut :

BERYL’S CHOCOLATE KINGDOM

Pemberhentian pertama dari wisata kami bermula di Beryl’s Chocolate Kingdom. Di rumah cokelat ini dipamerkan dan dijual berbagai jenis cokelat dengan aneka rasa. Ada yang tiramisu, mocca, dan ada pula yang berperisa buah yang aku sendiri bingung untuk memilihnya. Tetapi berhubung harganya juga tidak terlalu murah, aku hanya membeli beberapa saja untuk keluarga dan juga untuk teman kantor.

Rumah cokelat yang ramai pengunjung
Rumah cokelat yang ramai pengunjung

Menurutku, ini sebenarnya adalah jebakan yang umumnya banyak dipraktekkan dalam bisnis pariwisata. Si supir pemandu pasti telah bekerja sama dengan rumah cokelat ini dan mendapat komisi apabila berhasil mengantar pelanggan ke tempat usaha mereka. Toh, kami pun sebenarnya tidak ada keinginan untuk ke tempat ini. Tahu-tahu si pemandu meminta kami untuk singgah sebentar kesana dengan dalih hanya melihat-lihat produk mereka. Sudah barang tentu, tidak hanya sekedar melihat, karena kalau sudah sampai kesana tidak mungkin untuk tidak tergoda membeli produk mereka.

Aneka cokelat olahan
Aneka cokelat olahan
Coklat dengan aneka rasa
Coklat dengan aneka rasa

Dan sepertinya tidak hanya kami yang berhasil diperdaya. Setiap bas persiaran yang mengangkut wisatawan, pasti akan diarahkan untuk singgah kesana. Alhasil, rumah cokelat itu penuh sesak dengan orang-orang berbagai bangsa yang sibuk memilih dan membeli cokelat-cokelat unik dan cantik.

BATU CAVES

Sejarah

Usai dari rumah produksi cokelat, perjalanan selanjutnya diteruskan ke Batu Caves, yang merupakan kuil hindu. Mengenai sejarah kuil ini yang dikutip melalui Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Batu Caves (Tamil: பத்து மலை), adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, 13 kilometer (8 mil) utara dari Kuala Lumpur, Malaysia. Ini mengambil nama dari Batu Sungai Batu Sungai atau, yang mengalir melewati bukit. Batu Caves juga merupakan nama desa terdekat.

Berfoto dengan latar patung Dewa Murughal
Berfoto dengan latar patung Dewa Murugan
Banyak patung-patung dewa dewi hindu
Banyak patung-patung dewa dewi hindu
Keadaan sekeliling kuil
Keadaan sekeliling kuil

Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus Hindu festival Thaipusam di Malaysia.

Batu kapur membentuk Batu Caves dikatakan sekitar 400 juta tahun. Beberapa pintu masuk gua digunakan sebagai tempat penampungan oleh masyarakat adat Temuan (sebuah suku Orang Asli).

Pada awal 1860, pemukim Cina mulai menggali untuk pupuk guano patch sayuran mereka. Namun, mereka menjadi terkenal hanya setelah bukit-bukit kapur yang dicatat oleh pemerintah kolonial termasuk Daly dan Syers serta naturalis Amerika, William Hornaday pada tahun 1878.

Batu Caves dipromosikan sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang pedagang India. Ia terinspirasi oleh vel berbentuk pintu masuk gua utama dan terinspirasi untuk mendedikasikan sebuah kuil untuk Dewa Murugan dalam gua.

Untuk mencapai puncak, harus kuat mendaki anak tangga
Untuk mencapai puncak, harus kuat mendaki anak tangga
Pemandangan dari bawah dilihat dari ketinggian
Pemandangan dari bawah dilihat dari ketinggian
Monyet berkeliaran dimana-mana
Monyet berkeliaran dimana-mana

Pada tahun 1890, Pillai, yang juga mendirikan Kuil Sri Mahamariamman, membangun arca (patung yang dikuduskan) Sri Subramania Swamy dalam apa yang sekarang dikenal sebagai Kuil Gua. Sejak 1892, festival Thaipusam di bulan Tamil Thai (yang jatuh pada akhir Januari/awal Februari) telah dirayakan di sana.

Tangga kayu sampai ke Gua Kuil dibangun pada tahun 1920 dan telah digantikan oleh 272 langkah konkret. Dari berbagai kuil gua yang terdiri dari situs, terbesar dan paling terkenal adalah Kuil atau Gua Katedral, dinamakan demikian karena beberapa rumah kuil Hindu di bawah langit-langit berkubah 100 meter.

Yang Dilakukan Semasa Disana

Saat bas persiaran yang membawa kami sampai di Batu Caves, perasaan kagum langsung tergambar di wajah kami melihat kemegahan kuil hindu itu. Apalagi saat mata tertuju pada patung besar berwarna kuning keemasan yang ternyata adalah patung Dewa Murugan yang berdiri kokoh dan seolah-olah bersiap menyambut kedatangan para wisatawan.

Berada di dalam kuil
Berada di dalam kuil
Keadaan di dalam kuil
Keadaan di dalam kuil
Banyak orang yang ingin mengetahui isi dalam kuil
Banyak orang yang ingin mengetahui isi dalam kuil

Ribuan wisatawan yang kebanyakan berasal dari luar Malaysia berjubel di tempat tersebut seakan tidak sabar untuk mengeksplor setiap jengkal dari bangunan Batu Caves. Hal utama yang ingin dilakukan disana adalah berfoto dengan obyek-obyek unik dan juga mencoba menghilangkan rasa penasaran dengan apa yang ada pada bagian dalam dari kuil tersebut.

Kami tentu saja tidak ingin ketinggalan dengan wisatawan lain. Dengan sigap kami langsung memposisikan diri masing-masing mengabadikan setiap momen yang dirasa bagus. Mulanya kami berfoto-foto dengan burung-burung merpati jinak yang bertengger di pelataran kuil. Orang-orang mungkin menganggap kami norak karena tiap kali ingin berfoto dengan burung-burung itu, seketika itu juga burung-burung akan terbang menjauh. Bahkan ada yang menyeletuk dengan mengatakan bahwa bagaimana mau burung-burung tersebut difoto bersama kalau tidak diberi makan. Toh, meski ada celetukan seperti itu, tetap saja kami bersikeras kesana-kemari mendekati kawanan burung dengan harapan dapat beruntung membidikkan kamera guna menghasilkan angle foto yang bagus walau hanya sesekali.

Keadaan di dalam kuil dengan cahaya yang temaram
Keadaan di dalam kuil dengan cahaya yang temaram
Kegiatan keagamaan tengah berlangsung
Kegiatan keagamaan tengah berlangsung

Puas bercengkrama dengan kawanan burung merpati, kami lanjutkan sesi foto dengan mengambil latar bangunan dari luar kuil. Dimulai dengan berfoto dengan latar Patung Dewa Murugan yang sedang memegang tombak sakti, lalu dilanjutkan berfoto dengan latar pintu gerbang kuil yang pada bagian atasnya dihiasi ornamen patung dewa-dewi hindu aneka bentuk dan corak yang tidak biasa. Salah satunya adalah berupa patung dewa berkepala manusia tetapi berbadan binatang.

Bagaimanapun, hal terpenting yang harus dilakukan pada penjelajahan bangunan ini adalah memasuki bagian dalam dari kuil. Dan untuk menuntaskan rasa penasaran itu, maka harus dibayar dengan menaiki ratusan anak tangga. Tentu ini menjadi ujian tersediri bagi setiap pengunjung karena diperlukan fisik yang kuat untuk mencapai bagian puncak. Namun demikian, tetap saja itu tidak menciutkan nyali sebagian orang untuk mencobanya. Termasuk aku tentunya.

Menyempatkan diri untuk berfoto di dalam kuli
Menyempatkan diri untuk berfoto di dalam kuil
Ramai pedagang yang menjajakan suvenir
Ramai pedagang yang menjajakan suvenir

Dengan antusias yang tinggi, aku susuri satu demi satu anak tangga. Meski lelah, tetap kukuatkan diri untuk terus melanjutkan. Sesekali ada perasaan takut yang menyelinap mengingat di kuil tersebut berkeliaran pula monyet-monyet yang tidak segan-segan mencuri barang bawaan milik pengunjung. Masih mending jika mencuri, kalau misalnya secara tiba-tiba binatang itu menyerang dan mencakar? Apa hal? Untuk menghindarinya, aku siasati dengan berjalan beriringan bersama rombongan lain. Dan itu membuatku merasa aman. Tetapi sebenarnya jika diperhatikan, monyet-monyet itu tampaknya jinak. Malah beberapa pengunjung dengan beraninya mendekati monyet tersebut dan memberikannya makanan berupa pisang.

Akhirnya, setelah susah payah mendaki, sampailah kami di bagian dalam kuil. Ternyata disini menjadi semacam tempat ritual agama hindu. Tidak hanya diikuti oleh warga tamil saja, tetapi pengunjung dari china dan eropa pun juga ikut serta mengikuti upacara yang dipimpin oleh seorang pendeta hindu. Tentu rombongan kami hanya menyaksikan adegan itu dari kejauhan saja. Tidak berniat untuk mendekatinya mengingat ritual yang dilakukan nampak terlihat mistis. Disamping itu, di kuil ini banyak juga yang membayar nazar kepada para dewa-dewa yang menurut kepercayaan mereka telah berhasil mengabulkan keinginan mereka.

Kisahnya lagi memberi makan burung merpati
Kisahnya lagi memberi makan burung merpati
Duduk diantara anak tangga
Duduk diantara anak tangga melepas rasa lelah sesaat untuk lanjut mendaki

Juga yang tidak pernah ketingggalan adalah kehadiran patung dan relief dewa-dewi hindu yang tersebar di beberapa bagian dalam kuil. Sepertinya memang properti keagaamaan itu menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari Batu Caves. Dan yang perlu dicatat disini, baik di luar maupun dalam kuil, tetap saja ada orang-orang yang mencoba peruntungan dengan cara berjualan. Sudah barang tentu yang dijual adalah barang-barang ritual agama hindu, mulai dari bunga-bungaan, kemenyan, air suci, bahan-bahan sesajen hingga suvenir-suvenir patung dan pernak-perniknya.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya hal yang paling mempesona dari Batu Caves ini adalah rangkaian batu kapurnya yang membentuk stalagmit yang bergelantungan dan menjulur kebawah menyerupai lidah. Fenomena alam ini tentu menjadi hiburan tersendiri yang mampu menyihir para wisatawan untuk betah berlama-lama disana. Bagiku sendiri, ini adalah kuasa dari Allah SWT yang sejujurnya mencoba menggugah pikiran kita sebagai manusia untuk belajar mengenai keberadaan sang pencipta melalui tanda-tanda alam.

ISTANA NEGARA

Istana Negara yang desainnya didominasi warna kuning
Istana Negara yang desainnya didominasi warna kuning
Kebersihan Istana Negara memberikan kenyamanan bagi pengunjung
Kebersihan Istana Negara memberikan kenyamanan bagi pengunjung
Istana Negara dari kejauhan
Istana Negara dari kejauhan

Sebagai sebuah negara kerajaan, tentu tidak sah rasanya jika tidak mengunjungi tempat yang menjadi lambang supremasi tertinggi bagi para raja di Malaysia. Untuk itulah, menjadi amat penting untuk melawat ke tempat tersebut. Meski di terpa terik matahari yang menyengat, tidak menyurutkan langkah kami untuk menjejak tiap bagian dari istana yang catnya didominasi warna kuning dan putih. Padahal, kalau dipikir-pikir, para pengunjung hanya dibolehkan melihat istana dari kejauhan saja. Itupun hanya mengintip melalui pintu gerbang yang berdiri kokoh dan megah di halaman pelataran. Toh, keadaan itu tidak mengurangi rasa eksaited dari setiap orang yang merasa penasaran dengan penampakannya.

Dari wikipedia berbahasa Indonesia diketahui bahwa Istana Negara adalah tempat berdiamnya Yang di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong Malaysia. Istana ini berdiri di atas lahan seluas 28 are (110.000 m²).

Berpose dengan latar tulisan istana negara
Berpose dengan latar tulisan istana negara
Berpose dengan latar tulisan istana negara
Berpose dengan latar tulisan istana negara
Hanya bisa berfoto di pagarnya saja. Masuk ke dalam, tak boleh
Hanya bisa berfoto di pagarnya saja. Masuk ke dalam, tak boleh

Istana ini awalnya merupakan rumah besar yang dibangun oleh miliuner Cina Chan Wing pada tahun 1928. Pada masa pendudukan Jepang dari tahun 1942 hingga 1945, gedung ini digunakan sebagai pondokan perwira Jepang. Setelah menyerahnya Jepang, bangunan ini dibeli oleh pemerintah Selangor, lalu direnovasi sebagai kediaman Sultan Selangor. Setelah pembentukan Federasi Malaya tahun 1957, bangunan ini diubah menjadi Istana Negara, tempat Yang di-Pertuan Agong Malaya berdiam.

Yang menarik disini adalah adanya 2 orang askar (prajurit) yang berjaga di bagian samping (kiri dan kanan) dari pintu gerbang. Mereka sepertinya memang obyek yang sengaja dipajang untuk menarik perhatian para wisatawan. Satu orang askar lengkap dengan senjata laras panjangnya berdiri tegap dibagian kanan pintu gerbang, sementara askar yang lain dengan senjata pedangnya menunggang kuda dibagian kiri pintu gerbang. Kedua askar tersebut tampak gagah dengan seragam prajurit yang khas. Tatapan mereka pun tajam tanpa senyum tetapi tetap terlihat cool.

Berfoto dengan para askar
Berfoto dengan askar yang sedang memegang senapan
Berfoto dengan para askar
Berfoto dengan askar yang sedang menunggang kuda
Berfoto dengan para askar
Berfoto dengan askar yang sedang menunggang kuda

Tentu aja, ekspresi kedua askar yang datar tersebut menjadi bulan-bulanan pengunjung. Tanpa sungkan, pengunjung merangsek maju kedepan dan bergantian dengan pengunjung lain berfoto dengan mereka. Itupun harus cepat-cepatan dilakukan agar tidak diserobot. Nah, sebagai wisatawan baru yang beretika rendah dan malu-maluin, kami tidak segan-segan menyelinap diantara pengunjung lain untuk selanjutnya secara tiba-tiba telah berada di samping askar. Dengan gaya yang over, kami ekpresikan keinginan kami tersebut dengan berfoto bersama mereka. Yang lucu adalah saat berfoto dengan askar yang menunggang kuda. Ada sedikit ketakutan dari kami kalau-kalau kuda tersebut berontak. Tapi demi sebuah maha karya diri, tetap saja kami lakoni sesi foto yang terbilang menegangkan itu. Entah apa yang ada dipikiran para askar tersebut melihat tingkah lebay pengunjung seperti kami. Mungkin, kalau bukan tugas negara, sudah barang tentu diusirnya kami.

Berfoto ramai-ramai
Berfoto ramai-ramai

Hal lain yang juga tidak boleh dilewatkan disini adalah berfoto dengan Plang bertuliskan ISTANA NEGARA dalam huruf latin dan huruf arab sebagai bukti bahwa para pengunjung telah menginjakkan kaki di tempat tersebut. Selebihnya, para pengunjung dapat menikmati keadaan sekitar istana yang seluas mata memandang banyak ditanami pohon kelapa dan juga diselimut bukit-bukit kecil.

MASJID NEGARA

Rasanya aneh jika di negara Malaysia yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, tidak menyempatkan diri mengunjungi Masjid Negara. Itupulalah yang menjadi tujuan kami selanjutnya. Terletak di Jalan Perdana, Kuala Lumpur, Masjid ini juga dibuka untuk umum. Masyarakat lokal maupun para wisatawan luar negeri (meski yang non sekalipun) dapat leluasa berkelililing di seputar area masjid tersebut.

Informasi singkat tentang Masjid Negara
Informasi singkat tentang Masjid Negara
Di halaman depan Masjid Negara
Di halaman depan Masjid Negara
Cantiknya kaligrafi yang bertuliskan ALLAH
Cantiknya kaligrafi yang bertuliskan ALLAH
Sila tahu jadwal untuk mengunjungi Masjid Negara
Sila tahu jadwal untuk mengunjungi Masjid Negara, terutama untuk wisatawan non muslim

Masjid Negara memang telah dijadikan salah 1 obyek wisata yang diandalkan pemerintah Malaysia. Dibuka hanya pada jam-jam tertentu untuk para wisatawan non muslim dari senin sd. jumat. Dari penglihatanku, para pengunjung non muslim sangat antusias dengan wisata religi ini. Mungkin ini hal baru bagi mereka yang (bisa jadi) selama ini menganggap islam sebagai sesuatu yang tertutup dan tabu. Dengan melihat langsung islam melalui masjid, setidaknya dapat memberikan pemahaman baru bagi mereka bahwa islam itu adalah agama yang rahmatan lil alamin.

Bagian dalam dari Masjid Negara
Bagian dalam dari Masjid Negara
Bagian dalam dari Masjid Negara
Bagian dalam dari Masjid Negara
Masjid Negara dikelilingi dengan bangunan-bangunan pencakar langit
Masjid Negara dikelilingi dengan bangunan-bangunan pencakar langit

Untuk bisa memasuki Masjid Negara, pengunjung harus mengenakan busana muslim. Bagi yang non, disediakan jubah panjang berwarna ungu yang menutupi rambut hingga mata kaki. Di masjid tersebut pengunjung tidak perlu khawatir akan kekurangan informasi seputar islam karena banyak disediakan brosur-brosur yang dengan jelas dan rinci menerangkan tentang islam itu sendiri dan juga sejarah tentang berdirinya Masjid Negara.

Seni bina Masjid Negara yang mengagumkan
Seni bina Masjid Negara yang mengagumkan
Keindahan dari Masjid Negara yang menyejukkan mata
Keindahan dari Masjid Negara dengan air mancurnya
Keindahan dari Masjid Negara yang menyejukkan mata
Seni bina Masjid Negara yang mengagumkan
Wisatawan non muslim diharuskan untuk mengenakan jubah berwarna ungu
Wisatawan non muslim diharuskan untuk mengenakan jubah berwarna ungu saat memasuki kawasan masjid
Ruang utama untuk sholat
Ruang utama untuk sholat

Pada bagian luar dari masjid negara ini, banyak tersedia kolam air mancur. Terasa sejuk dan segar melihat keberadaannya. Air-air tersebut memancar terus-menerus sehingga tidak ada rasa bosan untuk memandangnya. Ditambah lagi taman-taman indah yang tersebar di seluruh area masjid dengan bunga warna-warni cantik dari berbagai spesies, plus pohon-pohon palem sebagai peneduhnya. Yang tak kalah menarik dari masjid ini adalah letaknya yang strategis ditengah bandar menjadikannya dikelilingi oleh bangunan-bangunan pencakar langit, seperti Menara Kuala Lumpur. Dengan letaknya yang strategis tersebut, maka dengan mudah pula mengedarkan pandangan mata melihat langsung bangunan yang dibina dengan amat monumental.

PASAR SENI / CENTRAL MARKET

Hal yang paling menyenangkan dalam setiap melancong ke suatu negara adalah keinginan untuk berbelanja barang-barang unik yang dapat dijadikan oleh-oleh. Dan Kuala Lumpur tahu pasti cara memanjakan wisatawan dengan mengakomodirnya dalam suatu kompleks pasar yang menjual beragam barang kebutuhan /cendramata.

Keramaian di Pasar Seni
Keramaian di Pasar Seni
Wisatawan asing lalu lalang di Pasar Seni
Wisatawan asing lalu lalang di Pasar Seni
Pasar seni selalu terjaga kebersihannya
Pasar seni selalu terjaga kebersihannya

Pasar Seni atau Central Market yang dikelola oleh Central Market Sdn. Bhd. terkenal dengan barang kerajinannya. Beralamat di Lot 3.04-3.06, Central Market Annexe, Jalan Hang Kasturi, 50050 Kuala Lumpur, pasar seni menyediakan hasil seni dan kerajinan tangan masyarakat Malaysia maupun negara serantau yang dijual dengan harga berpatutan.

Banyak suvenir-suvenir cantik dijual disini
Banyak suvenir-suvenir cantik dijual disini
Barang-barang antik juga bisa dicari disini
Barang-barang antik juga bisa dicari disini
Patung-patung berukuran mini yang dipajang rapi untuk menarik perhatian pengunjung
Patung-patung berukuran mini yang dipajang rapi untuk menarik perhatian pengunjung

Barang-barang yang dijual antara lain : Miniatur Menara Kembar dan Menara Kuala Lumpur, gantungan kunci, tempelan magnet kulkas, ukiran-ukiran kayu, benda-benda antik, baju batik, kebaya, lukisan, makanan, dan lain-lainya. Semua barangan tersebut menggoda hati untuk membelinya. Hasrat untuk membeli sebenarnya ada. Tapi, berhubung dana yang terbatas, maka hanya beberapa saja yang kami beli. Yang jelas, aku pribadi membeli beberapa coklat yang ternyata disini harganya lebih murah dibanding di Beryl’s Chocolate Kingdom. Tentunya diawali dengan tawar-menawar yang alot dengan penjualnya.

Kelebihan lain dari Pasar Seni ini adalah kios-kios-nya yang tertata rapi, teratur, dan bersih. Barang yang di-display juga disusun dengan amat detail sehingga memudahkan pengunjung memilih barang yang hendak dibeli. Misalnya saja barang-barang antik yang di-display dengan amat mencolok mata sehingga tanpa sadar kaki turut melangkah masuk ke kios tersebut sekedar untuk melihat-lihat.

Bagian dalam dari Pasar Seni
Bagian dalam dari Pasar Seni
Harus pandai tawar menawar untuk mendapatkan barangan yang murang
Harus pandai tawar menawar untuk mendapatkan barangan yang murah

Sebenarnya jika diperhatikan dengan seksama, barang-barang kerajinan yang di jual di Pasar Seni ini kurang lebih sama saja dengan yang ada di Indonesia. Malah di Indonesia, barang-barang tersebut lebih beragam, unik dan harganya jauh lebih murah. Mungkin, kalahnya kita dari mereka adalah pengelolaan yang belum terlalu mumpuni. Jadi, disini perlu diingatkan bahwa jangan sampai terperdaya dan membabi-buta berbelanja di pasar central. Cukup seperlunya saja yang kira-kira memang berkesan di hati. Kecualinya memang anda benar-benar memiliki uang banyak yang tidak masalah dengan harga yang ada. *bukan pesan sponsor lho ya*.

DATARAN MERDEKA / MERDEKA SQUARE

Bagian dalam Kuala Lumpur City Gallery
Bagian dalam Kuala Lumpur City Gallery
Melihat-lihat sejarah Malaysia Tempo Dulu dalam bingkai foto
Melihat-lihat sejarah Malaysia Tempo Dulu dalam bingkai foto
Maket Dataran Merdeka
Maket Dataran Merdeka

Mengenal sejarah negara Malaysia, maka baiknya dimulai dari Dataran Merdeka. Dataran Merdeka berada di depan Bangunan Sultan Abdul Samad. Di tempat ini, menjadi saksi bendera Union Jack diturunkan dan bendera Federasi Malaya dikibarkan untuk pertama kalinya pada tengah malam tanggal 31 Agustus 1957. Sejak saat itu, Dataran Merdeka menjadi tempat dirayakannya Parade Hari Merdeka.

Tidak boleh terlewatkan berfoto di I Love KL
Tidak boleh terlewatkan berfoto di I Love KL
Berfoto dengan para Perdana Menteri Malaysia
Berfoto dengan para Perdana Menteri Malaysia
Bangunan dibelakangnya cantik dan mempesona
Bangunan dibelakangnya cantik dan mempesona

Di komplek Dataran Merdeka, terdapat bangunan yang bernama Kuala Lumpur City Gallery. Bangunan ini menyerupai galeri atau museum yang banyak memamerkan foto-foto peristiwa masa lalu yang bersejarah. Mulai dari tokoh-tokoh pejuang yang bergiat mengusahakan kemerdekaan negara Malaysia, foto bangunan-bangunan kuno yang sampai sekarang masih berdiri kokoh (masjid, gereja, pengadilan, restauran, gedung pemerintahan, dll), foto kebudayaan dan adat-istiadat masyarakat setempat, dan foto-foto pertempuran. Semuanya dipajang rapi disertai informasi yang lengkap mengenainya dengan narasi berbahasa melayu dan inggris. Juga di galeri tersebut dipamerkan miniatur-miniatur bangunan prestius dan bersejarah yang menjadi kebanggaan negara Malaysia beserta kemajuan yang telah dicapai. Tidak lupa tentunya miniatur landscape Dataran Merdeka yang menjadi daya tarik utamanya.

Bangunan bersejarah banyak tersebar disini
Bangunan bersejarah banyak tersebar disini
Sila untuk melapor diri dulu sebelum melihat isi bagian dalam
Sila untuk melapor diri dulu sebelum melihat isi bagian dalam
Kementerian yang bertanggung jawab untuk pelestarian sejarah dan budaya Malaysia
Kementerian yang bertanggung jawab untuk pelestarian sejarah dan budaya Malaysia

Di bagian luar pintu masuk Kuala Lumpur City Gallery, ada sebuah banner yang terbuat dari papan tipis dan dibentuk menyerupai manusia dengan rupa Pak Cik berpakaian melayu dan bersongkok. Bagian mukanya sengaja dibolongin agar tiap pengunjung dapat berfoto dengan rupa Pak Cik tersebut. Aku lalu mencoba memasukkan wajahku ke bagian yang bolong tersebut dan meminta temanku untuk memfotonya, dan hasilnya seperti terlihat dibawah ini.

Bergaya ala-ala Pak Cik
Bergaya ala-ala Pak Cik
Inilah rupa dataran merdeka
Inilah rupa Dataran Merdeka
Dataran Merdeka ini luasnya 2 kali lapangan bola
Dataran Merdeka ini luasnya 2 kali lapangan bola

Sementara, pada bagian samping dari Kuala Lumpur City Gallery, terdapat pula rangka bangunan yang membentuk huruf-huruf tertentu dan apabila dibaca menjadi I love KL. Disitu, menjadi ikon bagi setiap pengunjung untuk berfoto-foto dan rasanya rugi jika dilewatkan begitu saja. Tentu kami melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pengunjung lain. Untuk itulah, tiap-tiap dari kami bergantian menaiki rangka bangunan tersebut (baik itu dengan posisi berdiri dan duduk) sambil berfoto dengan berbagai gaya dan ekspresi. Bahkan, aku sempat melihat ada seorang bule yang menggunakan alat bantu tongsis untuk mengabadikan dirinya sendiri di ikon tersebut. Duh, demam selfie melanda dunia dimana-mana.

Selama di Dataran Merdeka, aku dengan serius mengamati sekelililingnya yang ternyata hanya berupa sebuah lapangan luas menyerupai memorial park. Meski begitu, lapangan tersebut telah didesain dengan amat apik sehingga menjadi tempat yang mampu mempresentasikan tentang negara Malaysia itu sendiri. Selain dilengkapi dengan Kuala Lumpur City Gallery, juga di tempat tersebut ada kolam air mancur dan taman-taman hijau yang mampu memberikan keteduhan ditengah siang hari yang panas. Dan yang paling menyeronokkan mata adalah bangunan-bangunan bergaya kolonial yang tersebar dibeberapa tempat di persekitaran Dataran Merdeka. Bagus sekali untuk berfoto-foto dengan obyek bangunan peninggalan British dan Belanda tersebut. Plusnya lagi adalah kebersihannya yang benar-benar terjaga.

Sejarah singkat mengenai Dataran Merdeka
Sejarah singkat mengenai Dataran Merdeka
Dataran Merdeka menjadi saksi sejarah kemerdekaan Negara Malaysia
Dataran Merdeka menjadi saksi sejarah kemerdekaan Negara Malaysia
Berhubung pada saat itu masih dalam perayaan Cap Go Meh, simbol budaya china sangat terasa di Dataran Merdeka
Berhubung pada saat itu masih dalam perayaan Cap Go Meh, simbol budaya china sangat terasa di Dataran Merdeka

Namun dari semua itu, satu hal yang patut dicermati adalah kepedulian dari Pemerintah sana yang dengan penuh kesungguhan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Perdana Menteri (yang pernah menjabat dan memimpin negeri itu) dari awal hingga saat ini dengan menempatkan lukisan berukuran besar dibagian depan pintu gerbang Dataran Merdeka, persis dekat dengan kolam air mancur. Setidaknya itu merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh para wisatawan tentang tokoh yang telah berjasa membawa kemajuan dan kegemilangan dari negara Malaysia, selain juga sebagai sarana edukasi bagi para masyarakatnya agar selalu mengingat dan menghargai jasa-jasa para pendahulu mereka.

MENARA KEMBAR PETRONAS / TWIN TOWER

Setelah malam harinya kami menikmati keindahan Menara Kembar pada sisi bagian belakang yang bermandikan ribuan kilau lampu, maka keesokan harinya saat mulai menjelang ashar, kami kembali lagi kesana untuk menikmati keindahan Menara Kembar melalui sisi depannya. Tentu kali ini berbeda sekali keadaannya. Suasana terang benderang menjadi momen yang sempurna untuk dapat menghasilkan jepretan foto yang bagus. Walau saat itu cuaca terik panas dan terasa seperti membakar kulit, namun tidak menyurutkan keinginan puluhan wisatawan untuk berfoto dengan latar gedung pencakar langit tersebut.

Menara Kembar menjadi icon penting Negara Malaysia
Menara Kembar menjadi icon penting Negara Malaysia

Untuk bisa menghasilkan foto yang bagus di Menara Kembar tentu tidak mudah. Harus berebut dengan wisatawan lain guna mendapatkan posisi atau sudut yang tepat. Beberapa waktu aku harus bersabar menunggu hingga pengunjung lain menyelesaikan sesi foto mereka. Itupun saat tiba giliranku untuk difoto, harus mengulang beberapa kali karena hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Amat sulit ternyata menghasilkan foto yang bisa mengcover secara keseluruhan antara anggota badan dan puncak menara.

Secara keselurahan kami puas bisa menyaksikan langsung kemegahan Menara Kembar yang menjadi ikon penting bagi Negara Malaysia. Ini memang menjadi tujuan utama dari tur kami. Rasanya tidak sah saja jika tidak menginjakkan kaki dan berfoto disini.

Pada akhirnya kami menyerah juga untuk tidak terlalu berlama-lama disini mengingat panas yang makin tidak dapat berkompromi dengan kulit. Untunglah, disaat seperti itu, ada penjaja es krim. Langsung dagangannya diserbu oleh para pengunjung. Kami pun mencoba es krimnya yang terdiri dari beberapa rasa. Enak dan menyegarkan tenggorokan. Tentu tidak lupa juga kami membelikannya untuk si supir.

BERJAYA TIMES SQUARE

Rangkaian terakhir perjalanan pada hari kedua itu kami sudahi di Berjaya Times Square. Dari Wikipedia Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Berjaya Times Square merupakan salah satu tempat perbelanjaan dan wisata yang terdapat di Kuala Lumpur, Malaysia. Berjaya Times Square terletak di pusat kota Kuala Lumpur, sehingga mudah diakses dengan berbagai sarana transportasi. Berjaya Times square tidak hanya sebuah mall, tetapi juga memiliki taman bermain tertutup yang terbesar di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Selain itu, Berjaya juga dilengkapi dengan hotel yang terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan.

Berjaya Times Square
Berjaya Times Square
Bagian dalam Berjaya Times Square
Bagian dalam Berjaya Times Square
Perlu dicoba saat di Berjaya Times Square
Perlu dicoba saat di Berjaya Times Square

Berhubung masih suasasa imlek dan valentine, maka dekorasi mall ini terasa kental dengan aksesoris bernuansa cina, berupa lampion-lampion merah dan juga bunga-bunga yang bercorak pink. Nah, disini, tidak banyak yang kami lakukan. Hanya sedikit berbelanja berupa makanan ringan dan coklat-coklatan. Untuk fashion, kami hanya melihat-lihat saja. Tentu saja dengan melihat langsung kehidupan mall besar ini, aku jadi bisa mengamati gaya belanja dan nongkrong anak-anak gaul di Malaysia. Kebetulan pada saat itu sedang berlangsung premier peluncuran sebuah film yang juga menghadirkan artis-artis kenamaan negeri jiran sehingga suasananya saat itu meriah dengan teriakan-teriakan heboh para fans.

Satu hal yang aku sesali adalah tidak mencoba permainan roller coaster pada taman bermain tertutup-nya. Padahal keinginan untuk menjajalnya cukup besar. Tapi itu urung aku lakukan karena yang lain merasa takut dengan permainan ekstrem tersebut. Ih, rasanya kesal sekali. Datang jauh-jauh ke negara orang tapi tidak punya nyali untuk mencobanya. Terpaksa adrenalin ini mengendap saja di tubuh dan gagal untuk disalurkan. Ya, mungkin bukan rejeki.

2 thoughts on “Melawat Ke Kuala Lumpur (Bagian 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s