Sakit Kaki Lagi


DSC_0238
Berobat di Poli Saraf menggunakan fasilitas dari BPJS

Merasakan kesakitan pada salah satu anggota tubuh menjadi keseharian hal yang kugeluti sekarang ini. Ya, sejak 3 bulan terakhir ini, aku harus mengalami nyeri pada bagian kaki sebelah kiri. Saat hendak berjalan, nyeri itu datang sehingga menyebabkan aku kesakitan kala melangkah. Alhasil, untuk melangkah tersebut aku harus memposisikan bagian tubuh sebaik mungkin agar rasa nyeri tidak terlalu mendera. Bukan hanya itu, saat hendak duduk dengan posisi tidak sesuaipun berakibat pula pada rasa sakit.

Kalau digambarkan rasa sakit itu, selain berupa nyeri juga seperti ada bagian urat yang tertarik dari pinggul hingga mata kaki. Persis saat pantat selesai disuntik, maka akan timbul ngilu dan rasa seperti digigit semut merah alias singkal.

Kata hatiku mengatakan bahwa kemungkinan aku mengalami antara 1 dari 2 masalah ini, yaitu saraf terjepit atau ada bagian otot pinggang atau kaki yang keseleo. Untuk memastikan hal tersebut dan supaya tidak meraba-raba, maka aku putuskan untuk memeriksakan kesehatan diri di rumah sakit. Kebetulan aku memiliki kartu askes untuk berobat percuma. Jadi, rasanya tepat untuk saat ini aku menggunakan kartu tersebut.

Di Puskesmas Temindung Samarinda (Selasa, 24 Februari 2015)

Hal pertama yang harus aku lakukan adalah meminta surat rujukan dari faskes (fasilitas kesehatan) tingkat 1. Berhubung aku memilih faskes tingkat 1 adalah puskesmas, maka kesanalah aku. Beruntung saat disana aku bertemu dengan seorang famili yang bertugas sebagai petugas pendaftaran yang dengan ringan tangan membantuku mengurus hal itu sehingga tidak terlalu antri lama.

Surat rujukan dari Puskesmas Temindung
Surat rujukan dari Puskesmas Temindung

Selanjutnya aku menuju ke ruangan yang ada petugas medisnya. Aku lalu ditanya tentang keluhanku. Si dokter umum yang memeriksaku tersebut memberikan rujukan ke Poli Syaraf. Akhirnya, hari itu juga aku telah mengantongi surat rujukan. Tetapi, surat rujukan itu baru aku gunakan keesokan harinya.

Di Ruangan BPJS Center RSUD. AW. Syahranie Samarinda (Rabu, 25 Februari 2015)

Harus sabar menunggu nomor antrian
Harus sabar menunggu nomor antrian
Perlu pagi-pagi sekali mengambil nomor antrian
Perlu pagi-pagi sekali mengambil nomor antrian

Meski telah datang pagi sekali, ternyata nomor antrian telah banyak. Bisa hampir 2 jam lebih dapat panggilan. Berhubung baru pertama kali berobat menggunakan fasilitas BPJS, maka aku harus mengisi formulir yang berisi biodata diri. Lalu menyerahkannya bersama surat rujukan puskesmas dan copy kartu askes 1 lembar. Petugasnya lalu memberikan secarik kertas berisi kode nomor yang harus aku serahkan ke Poliklinik Center (meja bundar). Di Poliklinik Center, petugasnya membuatkan kartu berobat sebagai pengenal apabila kita berobat kembali.

Kartu berobat yang dibuat saat pertama kali berobat
Kartu berobat yang dibuat saat pertama kali berobat
Harus selalu dibawa kala berobat di rumah sakit
Harus selalu dibawa kala berobat di rumah sakit

Di Poli Syaraf

Di ruangan Poli Syaraf ini tidak kalah lama menunggunya juga dari ruangan BPJS Center. Saat pemeriksaan yang pertama, aku baru dipanggil petugasnya jam 2 siang (karena ada jeda istirahat dari jam 12 sd. 14). Dengan dokternya, aku hanya ditanya tentang keluhan. Ia lalu memberikan resep obat sebagai treatment awal. Ujarnya, jika dengan meminum obat ini masih merasa sakit, maka perlu kontrol lagi untuk mungkin dilakukan foto rontgen.

Jadwal praktek dokter di poli saraf dari senin hingga jumat
Jadwal praktek dokter di poli saraf dari senin hingga jumat
Pasien dengan sabar menunggu kehadiran dokter
Pasien dengan sabar menunggu kehadiran dokter

Di Penerimaan Resep dan Pengambilan Obat

Perlu kesabaran juga untuk mendapatkan obat yang telah diresepkan dokter. Berjubel orang yang menunggu racikan obat untuk kesembuhan sakit mereka tersebut. Aku sendiri menjadi peserta terakhir yang menerima obat, yaitu hampir pukul setengah lima sore.

Obat yang diresepkan dokter
Obat yang diresepkan dokter
Untuk mengambil obat, harus ada kertas ini
Untuk mengambil obat, harus ada kertas ini

Jadi, kesimpulannya adalah untuk memeriksakan kesehatan diri menggunakan BPJS di RSUD AW Syahranie memang membutuhkan perjuangan berupa kesabaran yang tinggi. Harus meluangkan waktu seharian untuk itu. Aku pribadi izin tidak masuk kerja mengingat yakin bahwa akan banyak proses yang perlu dilalui.

Suasana hiruk pikuk di apotek
Suasana hiruk pikuk di apotek
Obat yang harus dimunum habis
Obat yang harus diminum habis

Kontrol Ulang I (Rabu, 11/3/2015)

Saat nomor antrianku dipanggil di BPJS Center untuk diregistrasi, petugasnya menyarankanku untuk memfotocopy surat rujukan asli dari puskesmas. Menurutnya, apabila aku menyerahkan yang asli tersebut, otomatis akan mereka ambil (mungkin untuk arsip bagi pihak BPJS) sehingga untuk kontrol-kontrol selanjutnya aku harus mengurus lagi surat rujukan baru dari puskesmas.

Kali ini dapat nomor antrian yang lebih rendah
Kali ini dapat nomor antrian yang lebih rendah

Sebenarnya agak terdengar aneh mendengar penjelasannya tersebut mengingat surat rujukan yang kita serahkan kepada mereka, pasti akan diserahkan kembali ke pasien oleh petugas lain yang ada dalam ruangan poli. Namun, karena itu mungkin adalah bagian dari peraturan (yang barangkali dibuat sendiri oleh petugasnya), aku turuti saja kemauannya. Oh ya, sekedar informasi bahwa surat rujukan dari puskesmas tersebut berlaku hingga 1 bulan dari tanggal diterbitkan. Dari BPJS Center langsung diarahkan ke ruangan poli syaraf tanpa harus melewati Poliklinik Center (meja bundar). Asumsiku, meja bundar tersebut diperlukan saat pengobatan awal saja guna dibuatkan kartu berobat bagi pasien yang belum memilikinya.

Pengantar untuk foto rontgen di laboratorium radiologi
Pengantar untuk foto rontgen di laboratorium radiologi
Pendaftaran di loket untuk foto rontgen
Pendaftaran di loket untuk foto rontgen
Hasil foto kadang bisa diambil hari itu juga, kadang keesokan harinya
Hasil foto kadang bisa diambil hari itu juga, kadang keesokan harinya

Syukurlah saat menunggu di Poli Syaraf tidak melewati jam istirahat siang sehingga pemeriksaan kesehatan kakiku bisa berlangsung cepat. Kali ini dokter langsung merekomendasikan untuk foto rontgen di laboratorium radiologi. Berbekal surat dari Poli Syaraf, bergegaslah aku menuju laboratorium radiologi untuk melakukan pendaftaran. Di loket, kuserahkan surat tersebut dilampiri dengan copy kartu askes sebanyak 1 lembar.

Saat disini, juga tidak terlalu lama menunggu. Beberapa orang langsung dipanggil dan dipandu seorang petugas menuju ruangan khusus. Di ruangan itulah, satu persatu pasien mendapat giliran untuk foto rontgen.

Selfie sambil menunggu giliran selfie
Selfie sambil menunggu giliran rontgen
Bukti pengambilan foto
Bukti pengambilan foto

Waktu giliranku, ada kejadian memalukan yang menimpa. Kala petugas menginstruksikan agar tidur pada posisi sebelah kiri, aku tidak serta merta mengerti. Pikirku mungkin menggeser tubuh kesebelah kiri. Melihat aku yang tidak kunjung paham, petugasnya mengingatkan kembali hingga 3 kali sampai akhirnya aku mengerti sendiri maksud dari posisi yang diinginkannya tersebut. Duh, rasanya malu sekali dengan kejadian yang membuatku menjadi seperti orang yang kurang tanggap alias telat mikir.

Suasana dalam ruang radiologi untuk pemotretan
Suasana dalam ruang radiologi
Suasana dalam ruang radiologi
Suasana dalam ruang radiologi
Suasana dalam ruang radiologi
Suasana dalam ruang radiologi

Selesai dirontgen, ternyata hasilnya baru bisa diambil keesokan harinya sekitar jam 11 siang. Hmmm…rasanya kecewa. Andaikan hasilnya jadi hari itu juga, tentu aku bisa langsung kembali ke Poli Syaraf untuk memperlihatkan hasil foto ke dokter guna mendapatkan keterangan perihal penyakitku tersebut. Tetapi kalau kejadiannya seperti ini, mau tidak mau aku harus daftar ulang lagi dari awal untuk hari selanjutnya.

Hasil foto rontgen
Hasil foto rontgen
Hasil foto rontgen
Hasil foto rontgen
Hasil foto rontgen
Hasil foto rontgen

Kontrol Ulang II (Senin, 16 Maret 2015)

Pengambilan nomor antrian di BPJS Center kali ini aku siasati dengan mengambil nomor terlebih dahulu kesana saat subuh mulai digantikan pagi. Lepas mendapatkan nomor antrian yang ke 100, aku langsung pulang. Lalu, jam 8 pagi kembali lagi kesana untuk pemanggilan. Ternyata, sesampainya di ruangan BPJS Center RSUD. AW. Syahranie, nomor antrian yang duluan kuambil tersebut telah terlewat beberapa nomor. Tepatnya yaitu, jam 08.06 pagi, pemanggilan telah mencapai nomor 136.

Aku mulai bingung bagaimana menghadapi situasi ini. Dengan keberanian yang rendah, aku tuju meja counter dan langsung menyerahkan nomor antrian ke petugasnya sambil menyiapkan alasan atas keterlambatan tersebut. Pikirku, diterima syukur, tidak diterima ya kembali mengantri dari awal lagi. Alhamdulillah, ternyata diterima dan aku merasa lega.

Kali ini nomor antrian lebih rendah lagi
Kali ini nomor antrian lebih rendah lagi

Saat di ruangan poli syaraf, kuserahkan hasil foto rontgen. Dokter memeriksanya dengan seksama. Dan berdasarkan hasil pemeriksaannya tersebut, indikasinya tidak mengarah pada adanya saraf terjepit. Tetapi lebih kepada gangguan kejang otot.

Dokter menanyakan ulang kepadaku tentang sakit yang kurasakan itu seperti apa. Aku jawab polos bahwa rasa sakit itu seperti adanya bagian yang tertarik dari pinggang hingga kaki. Menurutnya, pemeriksaan dengan radiologi memang kadang bisa saja kurang akurat. Untuk hasil yang lebih maksimal dan akurat harus melalui MRI.

Di ruangan fisioterapi
Di ruangan fisioterapi dengan beragam gangguan penyakit
Di ruangan fisioterapi dengan beragam gangguan penyakit
Di ruangan fisioterapi dengan beragam gangguan penyakit

Untuk sementara, dokter merekomendasikan untuk melakukan fisioterapi. Aku menurut saja meskipun tidak yakin dengan langkah tersebut. Sesampainya di ruangan fisioterapi yang terletak di lantai 2, antrian pasien dari berbagai lapisan usia dengan berbagai macam penyakit juga tidak kalah membludak. Menyaksikan kondisi seperti itu tentu saja makin membuatku pusing. Pokoknya harus banyak bersabar.

Adapun terapi yang diterapkan pada pasien penderita kesakitan pinggang hingga kaki (seperti diriku) adalah dengan memposisikan si pasien dlm keadaan berbaring. Pertama dengan menempelkan sepasang alat kebagian pinggang, lalu alat tersebut akan bergetar persis menyerupai gerakan memijat. Waktunya kira-kira 10 sd 15 menit. Selesai dengan terapi yang pertama, dilanjutkan dengan sesi berikutnya dimana pasien disuruh berbaring dalam posisi tengkurap. Lalu punggung pasien akan disinari cahaya yang akan menghasilkan rasa hangat dari sebuah alat yang bentuknya persis seperti lampu belajar tetapi agak panjang. Waktunya juga sama.

Mengambil resep obat
Mengambil resep obat
Surat Pengantar yang perlu ditunjukkan di BPJS untuk sesi terapi berikutnya
Surat Pengantar yang perlu ditunjukkan di BPJS untuk sesi terapi berikutnya

Terapi ini dilakukan seminggu dua kali selama sebulan. Pasien hanya perlu menunjukkan semacam lembar pengantar (yang telah dicopy sebanyak 8 lembar untuk 8 kali terapi) ke BPJS Center RSUD. AW. Syahranie. Setelah diketahui oleh petugasnya, pasien langsung saja menuju ruangan fisioterapi untuk menunggu giliran diterapi.

Bagi diriku, setelah melalui dan merasakan proses panjang nan melelahkan tersebut, akhirnya memutuskan untuk berhenti dulu. Masalahnya adalah sebagai pekerja kantoran, rasanya tidak enak hati jika sering izin tidak masuk kerja. Entah kapan akan memulainya lagi. Semuanya tergantung situasi dan kondisi yang ada.

pasien perlu antri untuk diterapi
pasien perlu antri untuk diterapi
Korset lumbal
Korset lumbal

Oh ya, saat sesi terapi selesai, aku membeli korset yang direkomendasikan petugasnya. Setelah mencari diinternet, kutemukan informasi bahwa korset tersebut adalah korset lumbal atau korset penyangga tulang belakang yang katanya efektif untuk mengurangi nyeri pada pinggang. Entahlah, yang pasti aku telah membelinya meskipun sebenarnya tidak yakin apakah akan rajin untuk menggunakannya.

3 thoughts on “Sakit Kaki Lagi

  1. Moga lekas sembuh ya Fan. Kalo udah coba herbal G*ld-G, ya syukur deh. Kalo belum bisa dicoba Fan, kandungan minyak esensialnya bisa dirasakan dalam 1 malam yang baik untuk syaraf otot. Beli 1 botol (Rp. 110K) murah di apotek jalan merak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s