Setahun Meninggalnya Abah


DSC_2974[1]Telah berlalu 1 tahun meninggalnya almarhum abah. Dan dalam kurun waktu 1 tahun tersebut, aku masih belum mampu melanjutkan hidup dengan lebih baik. Kenangan bersama almarhum abah semasa hidup begitu meninggalkan kesan yang mendalam bagi diriku pribadi. Beliau adalah sosok yang benar-benar paling mengerti dan memahami kelemahan diriku. Hingga beliaupun maklum, kalau sedikit-sedikit, aku si anak lelakinya yang lemah ini mesti harus ditolong dalam setiap keadaan walau telah menikah sekalipun.

Dan pada Minggu, 29 Maret 2015, aku dan seorang kakak lelakiku, menziarahi makam abah. Pada saat telah berada dipusara beliau, aku benar-benar merindukan sosok almarhum abah. Tentang kebaikan dan tulus kasihnya kepadaku selama 33 tahun aku hidup di dunia ini.

Padahal kalau dipikir-pikir, banyak alasan yang boleh menjadikanku dicap sebagai anak yang kurang berbakti disebabkan perilakuku yang tidak hormat dan kadang sering mengabaikan beliau semasa hidup. Ada perasaan berdosa jika mengingat semua keburukanku tersebut. Terlebih saat waktu kuliah hingga masa dimana aku masih berlabel pengangguran, disitulah aku rasa mungkin sering menyakiti hati abah. Meski beliau tidak pernah menunjukkan rasa terlukanya tersebut akibat perilaku burukku itu, aku tahu pasti  bahwa beliau sangat sedih yang amat mendalam.

Berziarah di makam almarhum abah
Berziarah di makam almarhum abah

Yang ada kini hanya penyesalan karena rasanya belum mampu membahagiakan almarhum abah. Baru terasa hidup ini menjadi berkurang dan hampa apabila orang yang disayang tersebut telah benar-benar pergi dan meninggalkan diri ini untuk selama-lamanya. Kini, tak ada lagi orang yang akan menyemangati aku kala aku terjatuh dan kesendirian. Juga tak ada lagi orang  yang akan dengan sabar mendengarkan segala keluh kesahku tentang cabaran dalam menjalani hidup.

Pada akhirnya yang mampu diperbuat hanyalah berdoa tiada henti, memohon kepada Allah SWT agar menempatkan almarhum abah ke dalam Jannah-Nya yang indah. Amin Ya Rabbal Alamin.

8 thoughts on “Setahun Meninggalnya Abah

  1. Ifan, ikut mendoakan smoga almarhum ayauh Ifan mendapat tempat terbaik disisi-Nya…
    Amiiin.
    Saya juga bisa membayangkan betapa beratnya ditinggal berpulang oleh orang tua. Tapi umur kia memang rahasia Sang Pencipta. Mudah-mudahan, seiring berlalunya waktu, kesedihan itu perlahan akan pergi…

  2. Assalaamu’alaikum wr, wb, Ifan Jayadi…

    Didoakan roh almarhum ayah Ifan selalu berada di dalam rahmat Allah. Banyakan doa buat beliau kerana doa anak yang soleh akan sampai padanya. Mudahan kita yang hidup bisa mengambil banyak iktibar dari mereka yang sudah berpergian ke sisi Ilahi. Aamiin.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s