Kecanduan Belanja Online


IMG_20160426_194905_HDRDalam beberapa tahun belakangan ini, trend untuk berbelanja secara online begitu populer. Hanya bermodalkan akses internet dan tinggal klik beli barang yang disuka, lalu bayar dengan berbagai metode pembayaran, maka barang pun dengan mudah diperolehi. Kemudahan tersebut menjadi salah satu alasan bagi diriku menyenangi berbelanja secara online sehingga tanpa disadari menjadi semacam candu. Entah sudah berapa banyak duit yang kukeluarkan untuk membeli barang secara online. Padahal kalau dipikir-pikir, kadang barang yang dibeli tersebut tidaklah terlalu dibutuhkan. Sepertinya mungkin hanya lapar mata dengan banyaknya barang yang unik-unik dengan promosi harga yang menggiurkan.

Awal mula berbelanja di toko online adalah saat kakak minta bantuan untuk dipesankan sebuah smartphone pada pertengahan Juni 2014. Sempat bingung bagaimana cara berbelanjanya sehingga mencoba meyakinkannya bahwa prosesnya sungguh rumit sambil menakut-nakutinya bahwa resiko barang tidak dikirim sangatlah besar. Tetapi karena ia bersikeras, akhirnya mau tidak mau aku mencoba mempelajari langkah-langkah belanja online tersebut. Ternyata setelah dipelajari, mudah sekali. Dan barang yang dipesan pun akhirnya sukses sampai ditangan kakak.

Barang-barang ini dibeli dari beberapa toko online
Barang-barang ini dibeli dari beberapa toko online
Speaker ini harganya murah tetapi kualitas suaranya lumayanlah
Speaker ini harganya murah tetapi kualitas suaranya lumayanlah

Sejak keberhasilan berbelanja secara online untuk kakak, aku menjadi tertarik untuk ekspansi ke toko-toko online lain yang menyediakan beragam barang dengan harga murah dan kadang tidak ditemukan di kotaku. Rasanya puas dan ada kesenangan tersendiri jika berhasil mendapatkan barang-barang tersebut. Tetapi tidak semua barang yang dibeli sesuai dengan keinginan hati. Pernah satu dua kali kecewa karena mendapati barang yang dibeli tidak sesuai dengan harapan. Contohnya pernah membeli kotak yang ukurannya kelihatannya besar dikatalog foto, tetapi saat sudah ditangan ternyata ukuran barang tersebut kecil saja. Memang kesalahan ada didiriku karena cuma melihat sekilas dari foto saja tanpa membaca detil deskripsi dari suatu produk. Oleh karena itu, sekarang ini setiap membeli barang, aku selalu membaca desksripsi barang secara lengkap.

Ada satu hal yang kadang menjadi kendala dalam berbelanja online yaitu ongkos kirim yang kadang bisa lebih besar biayanya dibandingkan dengan harga barang yang dibeli. Kalau sudah begitu, perasaan bimbang apakah mau melanjutkan membeli barang atau batal saja semakin menghantui. Kalau lanjut beli, rasanya kok rugi banget. Tapi kalau batal, rasanya juga sayang dan semakin penasaran dengan barang yang diinginkan tersebut. Untunglah beberapa toko online belakangan ini menggratiskan ongkos kirim meski dengan syarat dan ketentuan berlaku. Ini tentu menjadikan berbelanja online semakin menarik dan menguntungkan.

Mengenai penerimaan barang, Alhamdullillah selama ini selalu datang dengan tepat waktu. Dari pengalaman yang sudah-sudah, biasanya barang sampai ke tujuan tidak lebih dari seminggu. Namun pernah juga sesekali mengalami pengiriman barang yang agak lama. Tetapi hal itu rasanya jarang terjadi.

Kecele karena ukurannya yang dipikir besar ternyata kecil dan hanya cukup untuk menyimpan balpoin dan penghapus karet
Kecele karena ukurannya yang dipikir besar ternyata kecil dan hanya cukup untuk menyimpan balpoin dan penghapus karet

Kalau menurutkan nafsu, rasanya sulit untuk menghentikan kebiasaan berbelanja online. Meski banyak keuntungan yang diperolehi tetapi jika tidak mampu mengontrolnya dengan baik bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Untuk itulah aku mencoba membatasi diri agar tidak kerap mengeluarkan duit demi aktifitas virtual tersebut. Kubuat aturan yang membolehkan diri ini berbelanja online dengan 3 ketentuan, yaitu :

  • Barang yang akan dibeli adalah barang yang memang benar-benar dibutuhkan dan bukan semata-mata keinginan sesaat.
  • Harganya terjangkau dan tidak memberatkan kantong.
  • Sebisa mungkin ongkos kirim adalah gratis.

Secara pribadi, aku merasa terbantu dengan aktifitas belanja online ini. Mengingat keterbatasan diri, terutama yang berhubungan dengan kemampuan dalam menjangkau suatu tempat dan juga kemampuan dalam membawa barang dalam jumlah besar. Mudah-mudahan kedepannnya belanja online ini semakin menguntungkan dan memberi manfaat yang besar bagi para konsumennnya dengan segala bentuk kemudahannya.

Popok anak juga dibeli secara online. Gratis ongkir lho dengan minimum pembelian
Popok anak juga dibeli secara online. Gratis ongkir lho dengan minimum pembelian

4 thoughts on “Kecanduan Belanja Online

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ifan Jayadi….

    Banyak juga ya pembelian online yang dibuat oleh Ifan. Memang tidak semua barangan yang kita harapkan seperti yang kita kehendaki jika tidak membaca dengan baik. Di Malaysia, kajian pihak Kementerian Perdagangan mendapati pembelian barang secara online ini banyak berlaku penipuan dan menduduki ranking pertama dlam statistik jualan. Oleh itu, sikap hati-hati perlu dipertimbangkan kalau membeli secara online. Saya tidak pernah lagi membeli secara online kerana lebih senang membeli barang di depan mata dan puas hati dengan pilihan yang disiasat sendiri.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s