Mencari Kesembuhan Sakit Kaki


Brosur kesehatan perihal tata cara mengangkat barang yang benar dan pencegahan nyeri pinggang
Brosur kesehatan perihal tata cara mengangkat barang yang benar dan pencegahan nyeri pinggang

Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Sakit Kaki Lagi. Kali ini aku akan menceritakan usahaku untuk mendapatkan kesembuhan dari kesakitan kaki yang telah menderaku hampir 8 bulanan. Kesakitan yang membatasi kemampuanku untuk beraktivitas yang berimbas pada turunnya semangat untuk melakukan apapun. Pekerjaan di kantor menjadi sedikit terbengkalai karena kurang fokus, sementara pekerjaan di rumah dilakukan ala kadarnya saja.

Saat menunggu panggilan pemeriksaan dari dokter syaraf
Saat menunggu panggilan pemeriksaan dari dokter syaraf di RS. SMC
Antrian pasien dengan berbagai keluhan
Antrian pasien dengan berbagai keluhan di RS. SMC

Setelah hanya 1 kali saja melakukan fisioterapi di RSUD. AW. Syahranie yang kemudian tidak kulanjutkan, membuatku terpaksa mencari alternatif penyembuhan lain. Setelah bertanya sana-sini dan membaca berbagai artikel yang mereferensikan metode-metode penyembuhan, maka aku mulai mencoba beberapa hal sebagai berikut :

1. BEKAM

Untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana rasanya dibekam. Rasanya nyeri karena bagian yang akan disedot darah kotornya harus dibuat sayatan-sayatan tipis terlebih dahulu menggunakan jarum. Tapi tenang saja, proses itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena rasa nyeri tersebut ibarat menahan gigitan semut merah. Meski belum mendapatkan kesembuhan dari metode ini, namun hal positif yang kudapatkan dari berbekam adalah tubuh menjadi lebih ringan dan segar.

2. SENAM SYARAF TERJEPIT

Secercah harapan muncul takkala aku mencoba melakukan senam syaraf terjepit yang gerakan-gerakannya kupelajari dari channel video YouTube. Rasa sakit sedikit demi sedikit mulai berkurang. Mengetahui ada perubahan yang positif, aku makin bersemangat melakukan senam. Dengan membuat jadwal 2 kali sehari, yaitu pagi dan petang, aku makin rutin mempraktekan gerakan-gerakan tersebut. Namun, pada akhirnya aku harus mengakui kalau senam tersebut memang sangat bermanfaat, tetapi untuk diriku mungkin masih sebatas hanya bisa mengurangi rasa sakitnya saja. Belum pada tahap penyembuhan total.

3. MENGKONSUMSI OBAT DAN MINYAK HERBAL

Usaha lain yang kulakukan adalah mengkonsumsi obat-obatan herbal yang kononnya dapat menyembuhkan gangguan syaraf terjepit. Juga rutin mengoleskan ramuan minyak yang apabila dioleskan pada bagian yang sakit, panasnya nauzubillah. Rasanya kok malah seperti siksaan ya. Inipun akhirnya kuhentikan setelah melihat belum ada manfaat yang nyata.

4. MEMBELI BANTAL TERAPI

Bantal terapi kesehatan
Bantal terapi kesehatan

Demi sebuah kesembuhan, aku rela mengeluarkan banyak duit. Kebetulan aku melihat iklan di televisi yang mempromosikan sebuah bantal terapi yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit syaraf terjepit. Terpengaruh dengan iklan, aku cari alat tersebut di toko online dan akhirnya membelinya. Dalam pemakaiannya, pada awal-awal memang aku rajin menggunakan alat tersebut, tapi lama kelamaan karena tidak sabar dengan proses penyembuhan, akhirnya aku menjadi bosan dan berhenti sama sekali.

5. IKUT FISIOTERAPI LAGI
IMG_20160822_090057Kesakitan pada bagian kaki memuncak saat bulan puasa tahun 2015 lalu. Rasa sakitnya benar-benar tidak tertahankan. Apalagi saat bangun dari tidur malam, aku makin tidak berdaya. Untuk berdiri saja membutuhkan waktu lama. Jika dipaksakan, aku akan mengalami nyeri yang amat sangat. Dan penderitaan (jika boleh disebut) belum berakhir sampai disitu. Takkala akan tidur kembali, rasa nyeri berlipat ganda menusuk persendian otot kaki sehingga menjadikan diri ini insomnia.

Putus asa sepertinya sudah makin muncul kepermukaan. Ketidakberhasilan dengan beberapa metode membuat rasa optimis makin memudar. Dalam kekalutan diri, tiba-tiba berkeinginan untuk kembali melakukan fisioterapi di rumah sakit. Hal ini juga terdorong karena ibuku yang pada saat itu mengalami pengapuran tulang kaki sedang melakukan fisioterapi di RS. Samarinda Centra Medika (SMC).

Kuperhatikan, fisioterapi di rumah sakit tersebut tidak terlalu makan banyak waktu. Asal pagi-pagi mendaftar, Insya Allah mendapatkan giliran terapi awal juga. Ini berbanding terbalik saat terapi di RSUD. AW. Syahranie yang prosesnya bisa sampai sore hari. Apa mungkin karena rumah sakit tersebut baru sehingga belum banyak pasien BPJS yang tahu keberadaanya?

Rontgen pada bagian kaki yang disakit
Rontgen pada bagian kaki yang sakit
Hasil rontgen yang dokter saja memahaminya
Hasil rontgen yang dokter saja memahaminya

Dengan penuh harapan, akhirnya aku menjalani perawatan disana. Diagnosa awal dokter adalah kemungkinan aku mengalami nyeri pada jaringan tulang. Untuk itu, perlu dilakukan fisioterapi sebanyak 6 kali. Fisioterapi ini sama saja dengan yang pernah kujalani di RSUD. AW. Syahranie, yaitu :

-Bagian anggota tubuh yang mengalami nyeri dipanaskan pada suhu tertentu (rasa panas disesuaikan menurut kemampuan menahan panas si pasien).

-Bagian anggota tubuh yang mengalami nyeri dipijit dengan sebuah alat yang menimbulkan rasa seperti digigit. Semakin dinaikkan, semakin kuat gigitan yang dirasakan (pasien bisa menyesuaikan rasa gigitan yang diinginkan, apakah ingin agak kuat atau sedang saja).

-Tambahan dari rumah sakit ini yang tidak kudapatkan saat terapi di RSUD. AW. Syahranie adalah adanya terapis yang pada sesi akhir (setelah sesi dipanaskan dan dipijit dengan alat) menerapi anggota tubuh yang sakit dengan cara memijat secara tradisional menggunakan tangan/kaki mereka.

Alhamdullilah, setelah melakukan beberapa kali terapi aku mulai mendapatkan manfaatnya. Pada terapi yang keempat, rasa sakit dan nyeri dibagian kaki perlahan sembuh. Bangun dari tidur, tidak seberapa sakit lagi. Nyeri yang menusuk-nusuk yang menyebabkan diri ini menjadi insomnia setiap malam juga sudah jauh berkurang.

Alat terapi getar
Alat terapi getar

Dan akhirnya setelah selesai seluruh terapi, aku bersyukur bisa kembali pulih. Hanya mampu mengucapkan Alhamdulillah atas kesembuhan ini. Tidak lupa berdoa kepada Allah SWT semoga tidak pernah lagi mengalami hal seperti ini. Untuk itu, demi penjagaan kesehatan kaki, aku membeli alat terapi berbentuk dolphin yang kegunaannya agak mirip dengan alat terapi yang bisa memijit dan menimbulkan efek gigitan. Meski belum teruji secara klinis khasiatnya, paling tidak alat ini semacam alat bantu yang boleh mengurangkan kelelahan pada kaki.

2 thoughts on “Mencari Kesembuhan Sakit Kaki

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb. Ifan Jayadi…

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
    Laailaahaillahu waAllahu Akbar
    Allahu Akbar walillahilhamd.

    Selamat Menyambut Aidil Adha 1437 Hijriyyah. Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    Salam Aidil Adha, maaf zahir dan bathin dari Sarikei, Sarawak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s